
setelah makan bersama para wanita pun membersihkan piring dan gelas-gelas yang ada dimeja.
untuk Juli dan para pria mereka mengobrol bersama dan terlihat bahwa mereka cocok satu dengan lainnya.
"heee....jadi sebenarnya kalian bukan anak Kelas E, tapi karena kepala academi bingung mau masukan kalian dimana makanya masuk kelas E?."ucap pria yang kagum dengan jumlah istri Juli di chapter sebelumnya.
nama Pria itu adalah Kenzo anak dari raja Arthur Pendragon ia kakak dari Kenzi mereka kembar, dan Kenzo sudah memiliki tunangan dari anak bangsawan Kekaisaran Hikari.
Kenzo sediri terlihat sangat beribawa dan tegas tapi kadang-kadang juga menjadi konyol.
{Ilustrasi Kenzo, Kakak dari Kenzi.}
yang Juli tau ia masuk kelas E Karena tidak berbakat dan kuat seperti adiknya, maka dari itu ia masuk lewat jalur belakang agar tidak ada orang lain tau.
"Benar Kenzo, tapi aku juga baru tau loh kalo raja Arthur Pendragon punya anak laki-laki kembar."ucap Juli meminum bir nya.
lalu adiknya Kenzo pun berkata.
"Tentu saja, kami juga mempunyai adik perempuan ia saat ini sekolah di academi Magician."ucap pria itu bernama Kenzi.
{Ilustrasi Kenzi, anaknya selalu tersenyum dan ceria. ia tunangan dari salah satu gadis yang ada di kelas E juga.}
sedangkan untuk pria yang satunya adalah anak bangsawan Marquis dari kerajaan Cemelot yang dipimpin oleh raja Arthur Pendragon.
nama pria itu adalah Mirio. ia anaknya selalu sedikit berbicara tapi asyik juga dan selalu menyelesaikan semua masalah secara tenang.
{Ilustrasi Mirio, ia dimasukan kelas E karena tidak berbakat juga. Mirio sendiri juga memiliki Tunangan masa kecil yang juga masuk kelas E.}
"Oiyaa karena kita tidak memiliki guru bagaimana bila kita berlatih sendiri saja? tenang saja aku dan Zero yang akan melatih kalian semua."ucap Juli sambil melemparkan kartu petualang Rank Immortal.
begitu juga dengan Zero yang langsung menaruh kartu Guild nya yang dimana Memiliki Rank sama seperti Juli.
ke 3 pria itu terkejut bukan main karena Juli dan Zero Memiliki Level yang sangatlah tinggi, dan mereka tau bahwa itu asli karena kartu Guild tidak dapat dibuat palsu, dikarenakan kartu Guild saat pendaftaran akan dites kan darah Guild Master dan darah orang yang mendaftarkan diri.
jadi tidak bisa dia buat palsu, dan mereka semakin kagum dengan Juli dan Zero.
"Woahhhhhh.... Juli dan Zero kalian kuat sekali, latihlah kami tolong?."ucap Kenzi adik dari Kenzo memohon pada Juli.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Tentu karena kita akan mengikuti festival Suci yang diadakan oleh Kekaisaran."ucap Juli tersenyum menyeringai.
ke 3 pria itu juga mengangguk setuju karena mereka juga ingin membuktikan kepada orang tua mereka bahwa mereka bisa menjadi kuat.
lalu terdengar suara wanita yang berbicara.
"Heyyyy.....apa yang kalian bicarakan?."ucap wanita itu yang tidak lain adalah Tunangan Mirio sekaligus teman masa kecilnya, bernama Ayako.
{ilustrasi Ayako, Tunangan Mirio ia masuk kelas E karena levelnya yang sangat rendah dan tidak berbakat.}
lalu Mirio menjelaskan apa yang akan mereka rencanakan.
para wanita itu pun terkejut.
"Woahhhhhh.... Juli kuat sekali yaa."ucap wanita itu yang merupakan Tunangan Kenzi bernama Aya.
{Ilustrasi Aya, Tunangan Kenzi ia masuk kelas E dikarenakan tidak dapat menggunakan senjata nya dengan benar.}
Juli yang melihat tingkah Kenzi dan Aya sama pun tersenyum tipis dan berkata.
"Kalian sungguh mirip sekali."ucap Juli
lalu terdengar wanita berambut putih berbicara.
"Jadi kapan kita akan memulai latihannya?."ucap wanita itu yang bernama Ayumi.
{Ilustrasi Ayumi, anak dari bangsawan Viscount dari kerajaan EXODIA ia masuk kelas E karena tidak dapat mengendalikan sihir pedang nya.}
"Mungkin 4 atau 3 hari lagi setelah upacara penerimaan murid baru."ucap Juli tersenyum manis.
Ayumi dan 2 wanita yang belum author kenalkan Namanya pun sangatlah malu dan jadi salah tingkah.
lalu salah satu dari wanita itu yang berambut merah pun berkata.
"Bi-bi-bi-bisakah kamu berhenti tersenyum Juli."ucap Wanita itu marah tapi dengan muka malu nya.
Wanita itu bernama Asuka anak dari Kepala academi Barbara ini.
"Hehehe maaf."ucap Juli sambil menutup mulutnya.
{Ilustrasi Asuka, ia masuk kelas E dikarenakan terlalu Bar-bar saat menyerang dan tidak dapat mengendalikan sihirnya padahal kekuatannya setara dengan ayah nya. dia juga Tsundere loh :v.}
lalu wanita di sebelahnya pun berkata.
"Asuka kenapa kau melarang Yuu untuk tersenyum."ucap wanita disebelahnya cemberut.
wanita itu bernama Shella, ia anak Guild Master dari kerajaan Liones.
{ilustrasi Shella, ia masuk kelas E karena memiliki Level yang lemah dan tidak pandai menggunakan senjatanya.}
"Ke-ke-kenapa kau melarang ku Shella? i-i-i-ini memang seharusnya ia berhenti tersenyum manis dan menebar pesona."ucap Asuka dengan muka merah seperti tomat.
"Tidak Yuu memang harus tersenyum agar ketampanannya menambah 10000%."ucap Shella menyilangkan tangan didada.
"Kalian berhentilah ribut, kalian mengganggu imajinasi ku."ucap Ayumi sambil membayangkan dia sama Juli.
"Kyaaaa....malu sekali."ucap Ayumi menutup mukanya.
sedangkan yang lainnya melihat mereka berdebat pun hanya memasang wajah datar dan Kenzo berkata.
__ADS_1
"sepertinya Juli kamu akan mendapatkan 3 calon istri baru."ucap Kenzo tersenyum tipis ke arah Juli.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Ntahlah aku pun tidak tau harus bahagia atau tidak, tapi bila nambah juga boleh hehehehe...."ucap Juli tersenyum menjijikkan.
Zero yang melihat itu pun berkata dengan jijik.
"Sungguh apa kau ingin memiliki istri sampe 100 atau 200?."ucap Zero.
"Kalo bisa 500 kenapa harus pilih 100 dan 200."ucap Juli tersenyum bangga.
Zero yang mendengar itu menepuk keningnya dan menghela nafas panjang.
lalu mereka pun melanjutkan mengobrol hingga waktu jam istirahat academi selesai.
DONG.....DONG.....
bunyi lonceng academi menunjukkan bahwa sudah jam 1 siang yang dimana sudah waktunya kembali ke kelas masing-masing.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah mari kita menemui Kepala academi dan membahas rencana kita untuk berlatih diluar."ucap Juli sambil berdiri.
yang lainnya hanya mengangguk dan mengikuti Juli.
diperjalanan mereka menemui murid-murid baru academi yang lainnya.
mereka menatap kelompok Juli bingung karena tidak ada di kelas S -> D yang memiliki wajah seperti mereka.
Juli juga mendengar bisik-bisikan tentang para teman-teman Juli.
"Bukan kah itu pangeran dari kerajaan Camelot? bukannya ia lemah dan tidak berbakat yaa? kok bisa sih masuk academi ini?."Ucap salah satu murid disana.
"Ntahlah mungkin saja lewat belakang, dan juga kau lihat itu ada anak dari kepala academi Barbara yang katanya tidak dapat mengendalikan dirinya saat perang."ucap murid disebelahnya dan masih banyak lagi mereka mengosip tentang teman baru Juli
mereka yang berbisik-bisik adalah para bangsawan.
teman Juli yang mendengar itu mereka mendudukkan kepala dan tidak ingin membuat semakin malu diri mereka.
Asuka yang terbilang jiwa nya sangat bar-bar pun tidak tahan dan ingin menyerang para murid-murid itu.
"Baji*ngan maju siapa yang menjelekkan diri ku?."ucap Asuka terbawa emosional.
Juli yang melihat itu pun tau bahwa Asuka Memiliki kepribadian ganda.
Juli langsung memeluknya dan berkata.
"Tenangkan diri mu jangan sampai kepribadian lain menguasai diri mu."ucap Juli sambil mengelus rambut Asuka.
Asuka pun kembali mengendalikan emosinya.
Juli yang melihat itu pun berkata kepada Zero.
"Zero selesaikan dan siksa mereka."ucap Juli tegas.
Zero yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Baiklah ketua kelas, kalian bisa duluan aku ada urusan."ucap Zero langsung menarik para baju anak bangsawan itu.
Zero yang mendengar itu pun berkata.
"Kau pikir aku perduli dengan ayah mu yang seorang walikota? bahkan bila ayah mu dewa aku tidak takut."ucap Zero menatap anak itu menyeramkan.
anak itu pun langsung ketakutan dan diam saja.
sedangkan disisi Juli saat ini ia masih memeluk Asuka untuk menenangkan dirinya.
"Asuka sudah selesai?."ucap Juli bertanya.
Asuka hanya mengangguk dan masih memeluk Juli.
"Biarkan seperti ini dulu."ucap Asuka.
Juli hanya mengangguk dan mengelus rambut nya.
sedangkan teman Juli yang lain hanya tersenyum kecil karena ada orang yang bisa menghentikan kepribadian Asuka selain kepala academi.
tiba-tiba Juli merasakan hawa membunuh yang sangat kuat.
Juli pun terkejut karena ia tidak akan ketakutan seperti ini dan pikirannya hanya 1 ini pasti para calon istri nya.
dan benar saja tiba-tiba ada suara yang berteriak.
"YUUZAKIIIII JULIIIIII..... beraninya kau memeluk wanita lain saat kami tidak ada."ucap wanita itu yang tidak lain adalah Lily.
Juli yang mendengar itu pun terkejut dan berbalik dan melihat Lily dalam mode psikopatnya.
"Li-li-li-lily tenangkan diri mu dan turun kan pisau itu sangat berbahaya."ucap Juli ketakutan.
Lily pun berkata.
"Sudah tau sangat berbahaya kenapa kau berani melakukan hal yang dapat membuat ku dalam mode seperti ini?."ucap Lily menatap Juli tajam sambil mengarahkan pisaunya ke leher Juli.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Tenang Lily itu berbahaya, bila ada setan lewat dan tidak sengaja tangan mu terpeleset akan memotong leher ku."ucap Juli ketakutan.
"Baguslah bila seperti itu." ucap Lily tersenyum menyeramkan.
Juli pun semakin ketakutan dan berkata.
"Bila aku mati maka kau akan menjadi janda."ucap Juli gemetaran.
Lily yang mendengar itu seketika Kembali normal dan berkata.
"Benar juga yaa? baiklah sayang akan ku maafkan."ucap Lily tersenyum manis.
Juli yang melihat itu pun menghela nafas lega.
"Hufttttt.... syukurlah."ucap Juli.
lalu Juli menejelaskan semuanya dari awal hingga akhir.
Lily pun mengangguk paham dan Sena berkata.
__ADS_1
"Suami pelukan untuk hari ini belum." ucap Sena Manja.
Juli yang mendengar itu langsung memeluk nya.
"Haaaa..... kehangatan suamiku tidak ada dua nya di dunia ini."ucap Sena.
Juli hanya tersenyum kecil dan mengelus rambut nya.
setelah itu ia juga memeluk Theresia yang duduk di kursi roda dan mencium kening nya.
"apa sudah makan?."ucap Juli kepada Theresia.
Theresia hanya mengangguk dan tersenyum manis.
"Sudah tadi kami pergi kantin bareng teman-teman yang lainnya."ucap Theresia.
Juli hanya mengangguk dan memeluk Lily lalu mencium kening nya.
"Suami kau lupa 1 orang lagi."ucap Sena sambil mendorong Emma.
Juli pun bingung, hanya memeluknya dan mencium kening nya juga.
Emma pun saat ini sedang pingsan dengan muka merah dan asap yang keluar akibat malu.
lalu Juli pun berkata.
"Baiklah kalian baliklah ke kelas kalian, ini sudah jam mata pelajaran dimulai."ucap Juli tersenyum manis.
para calon istri nya hanya mengangguk dan pergi ke kelas mereka.
disana hanya tersisa Juli dan teman-temannya saja.
lalu Kenzo mencairkan suasana.
"Ekhmmmm...apa masih harus menunggu istri mu yang lainnya?."ucap Kenzo sambil tersenyum mengejek Juli.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Tidak, hanya mereka saja. 2 ada dirumah bersama anak ku dan sisa nya ada rahasia."ucap Juli tersenyum tipis.
Kenzo yang kepo pun berkata.
"Dimana Juli bisa kau memberi tahu kami?."ucap Kenzo.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Besok kita akan ke sana."ucap Juli tersenyum manis.
mereka hanya mengangguk dan mereka tidak menyadari bahwa besok mereka akan tau siapa jati diri Juli yang sebenarnya.
lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ruang kepala academi Barbara.
Tokkkkkk.....Tokkkk....
"kepala academi ini aku Juli."ucap Juli mengetuk pintu.
"Silahkan masuk Tuan Juli."ucap kepala academi.
teman-teman Juli merasa bingung kenapa kepala academi sangat sopan terhadap Juli.
CLEKKK....
Juli dan yang lain nya pun masuk lalu duduk di sofa.
Saat duduk Asuka menghampiri ayahnya untuk menyapa dan Kembali duduk lagi disebelahnya Juli.
kepala academi Barbara yang melihat itu pun berkata.
"Sepertinya ada calon istri baru lagi tuan Juli."ucap kepala academi tersenyum kecil.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Lebih banyak lebih baik."ucap Juli yang sekarang tidak membantah bila ingin menambah istri baru karena ia akan membantu para istrinya mencarikan Anggota dari Organisasi King Harem Juli.
yang dimana itu organisasi yang dibentuk oleh para istri Juli dan anak-anaknya.
"Baiklah ke intinya langsung, kami setelah upacara penerimaan murid baru besok akan ijin keluar untuk melakukan suatu hal, dan 4 hari kedepan kami akan berlatih di dungeon Rank S di academi ini untuk mempersiapkan diri mengikuti festival Suci."ucap Juli menjelaskan semua nya.
kepala academi Barbara pun berkata.
"Baiklah saya akan mengijinkan nya dan ini token Tunjukan kepada penjaga dungeon nanti."ucap kepala academi Barbara memberikan sebuah Token.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah itu saja karena kami ingin bersantai di kelas kami dan bila kepala academi mau bisa datang kapan saja. Karena kelas kami seperti bar loh."ucap Juli tersenyum menyeringai.
yang lainnya pun mengangguk setuju dan Asuka menjelaskan seindah apa kelas mereka.
kepala academi Barbara pun awalnya terkejut dan Kembali tenang dan ia berkata.
"Baiklah kapan-kapan saya akan kesana dan melarang murid-murid atau guru pergi kesana bila ada maka saya akan menghukum mati mereka."ucap kepala academi Barbara tersenyum menyeringai.
Juli yang mendengar itu pun mengangguk dan tersenyum menyeringai juga.
lalu Juli dan teman-teman nya Kembali ke kelas mereka.
saat diluar ia bertemu Zero dan mengajak nya Kembali.
kepala academi Barbara yang melihat ke kerukunan dan keakraban mereka pun tersenyum manis dan berkata.
"Sepertinya kelas E yang di anggap sampah akan membuat kelas lain terkejut dan akan mengenal mereka menjadi Monster."ucap kepala academi.
ucapan kepala academi tidaklah salah yang mana itu adalah kenyataan.
bahwa setelah festival Suci, kelas E akan dikenal dengan sebutan 10 Dewan Elite.
bahkan 10 Trinity dan 7 Sage tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka bersepuluh.
Bersambung....
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya
semangat bacanya yaa...
__ADS_1