Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
110. Perang Dimensi alam Monster 2 dan kericuhan di arena pertandingan


__ADS_3

Para pasukan Juli pun maju tanpa takut sama sekali karena mereka yakin bahwa disaat mereka terancam tuan mereka akan menolong mereka.


jadi mereka tidak ragu untuk maju secara bersamaan.


CLANKKKKKK....


TRANGGGGG....


SRINGGGG....


ROARRHGHHHH.....


senjata para pasukan Juli terus berbenturan dengan para monster yang mereka hadapi dengan mudah mereka membelah para Monster menjadi dua karena level mereka yang lebih tinggi dibandingkan para monster itu.


begitu juga dengan Anggota 10 Dewan Elite yang maju menyerang para Monster.


Disisi Asuka saat ini.


Asuka saat ini dalam mode kepribadian ganda nya tapi ia bisa mengendalikan kepribadian ganda itu setelah dilatih oleh Juli.


Asuka membawa pedang besarnya untuk membelah para monster dengan level nya saat ini tidak sulit bagi Asuka membelah para Monster seperti tahu, dalam kepribadian ganda maka Level nya akan di kali 2. atau saat ini Level nya 840.500.000 setelah dikalikan.


"Hiyahhhh....." teriak Asuka membelah para Monster itu sambil berlarian agar bisa membunuh lebih dari 1 Monster.


SLASHHHHH....


tubuh Monster itu terbelah dengan sangat mudah.


saat Asuka sedang asyik membunuh para monster kecil-kecil ia melihat puluhan ribu Monster berukuran tinggi 5 meter sedang mengarah pada nya.


Asuka pun tidak tinggal diam dan ia langsung menggunakan Skill Pedang nya.


"Tecnique Sword Yuuzaki ; Pembalah Celah Dimensi." ucap Asuka menyebutkan teknik keluarga Yuuzaki miliki yang dibuat oleh anak-anaknya Juli.


Slashhhhh.... slashhhh....


puluhan ribu Monster yang mengarah pada Asuka pun seketika terbelah menjadi 4 bagian yang dimana membuat para penonton yang melihat itu menjadi ketakutan terutama orang-orang yang sudah menghina Tim mereka dulu.


sedangkan kepala academi ia tersenyum bahagia ketika melihat anaknya menjadi lebih kuat dan mengendalikan seluruh kekuatannya.


disisi Shella pun tidak kalah mengerikannya yang dimana ia membunuh para Monster menggunakan rantai-rantai yang ada di sekeliling tubuhnya.


JLEBBBBB.... JLEBBBBB....


rantai-rantai itu pun menembus setiap kepala Monster yang di serang oleh Shella.


"Tecnique Assassin Yuuzaki ; Rantai Pembunuh." ucap Shella.


seketika rantai-rantai nya yang awalnya hanya 4 buah berubah menjadi 40 buah rantau yang langsung melesat ke setiap Monster yang ada disekitarnya dan bila ada monster yang menyerangnya maka rantai-rantai itu akan melindungi Shella.


sedangkan disisi Ayumi juga terus membantai satu persatu para Monster yang ada.


Slashhhhh.... slashhhhh...


JLEBBBBB....


Ayumi terus membelah para Monster menggunakan pedang yang ia pegang, terkadang ia juga menusuk setiap jantung dan kepala para monster.


merasa bahwa jumlah Monster disekitarnya tidak berkurang Ayumi pun langsung mengambil 1 pedang lagi di cincin pernikahannya yang juga bisa menyimpan benda-benda mati dan jumlah yang tidak terbatas.


lalu muncullah 1 pedang lagi di tangan kirinya.


Ayumi pun langsung melirik disekitarnya dan melihat bahwa para monster sedang mendekati dirinya.


tidak tinggal diam ia pun langsung menggunakan Skill dual Sword nya.


"Tecnique Dual Sword Yuuzaki ; Tarian Dewa Kematian." ucap Ayumi.


ia pun langsung menyerang para monster itu seperti menari-nari di Medan tempur.


Slashhhh.... Slashhhhh.... Slashhhhh....


para Monster yang dilewatinya pasti akan mati terbelah menjadi dua dengan kepala yang tidak ada di posisinya.


begitu juga dengan Anggota 10 Dewan Elite lainnya yang dimana mereka berkerjasama untuk membunuh para Monster, karena memang yang lainnya tidak terlalu mahir dalam solo vs ribuan. berbeda dengan para istri dan anak-anaknya Juli yang senang akan pembantaian.


sedangkan disisi Arena academi penilaian perserta perlombaan turnamen terus menghitung poin dari 10 Dewan Elite, bahkan jumlahnya sudah melebihi angka 50 miliyar.


yang dimana membuat semua Perserta lainnya ketakutan dan mereka bersumpah tidak akan melawan Anggota 10 Dewan Elite bila bertemu mereka di pertandingan selanjutnya.


tapi berbeda dengan Anggota para pahlawan dan bangsawan mereka malah Menjelek-jelekan kelompok Juli dan berkata bahwa mereka menggunakan artefak agar bisa membunuh para monster dengan mudah.


"Alah paling mereka menggunakan cara curang agar bisa menang." ucap salah satu Anggota pahlawan.


"Kau benar, paling mereka menggunakan artefak sihir agar bisa lebih mudah Membunuh para Monster." ucap Roberto tersenyum licik.


anggota The One pun terus Menjelek-jelekan kelompok Juli hingga ada salah 1 kelompok dari perserta lain membungkamnya.

__ADS_1


"Bila mereka menggunakan artefak, kenapa disaat Pendaftaran Turnamen kalian tidak berani melawan mereka?hanya berkoar-koar saja disaat mereka tidak ada." ucap perserta perlombaan itu.


"Itu benar, Bahkan disaat mereka belum menjadi kuat yang dimana waktu upacara penerimaan murid academi kau malah terdiam disaat mengetahui bahwa Yuuzaki Juli adalah seorang Raja dari kerajaan Alcemy." ucap seorang gadis bangsawan dari kerajaan ASURA.


masih banyak lagi komentar yang membungkam mulut para pahlawan dan Bangsawan yang ada di kelas 1-S.


"MAMPUS KENA MENTAL BREAK DANCE."Ucap seseorang yang berteriak sangat nyaring.


semua orang pun langsung melihat ke arah sumber suara itu berada dan mereka melihat Guild Master kerajaan ASURA yaitu Tuan Burton.


"Kenapa? apa kalian mau nge-Ba*cot lagi disaat Tuan Juli tidak ada? bila kalian berani Menjelek-jelekannya lagi maka saya Guild Master kerajaan ASURA menyatakan perang dengan Kekaisaran dan bergabung dengan kerajaan Alcemy untuk memusnahkan kalian." ucap Tuan Burton dengan suara tegas nya.


"Benar saya juga setuju dengan itu, saya Raja Leo juga menyatakan perang bila ada seseorang yang menjelek-jelekkan Tuan Juli meski itu Kekaisaran sekalipun." ucap raja Leo berdiri dari tempat duduknya.


"Saya juga Arthur Pendragon menyatakan perang bila ada yang berani Menjelek-jelekan dermawan yang sudah membantu Anak saya hingga menjadi kuat." ucap Raja Arthur ikut berdiri dari tempat duduknya.


lalu raja Leo dan Raja Arthur melirik ke arah Raja Baltra yang masih duduk.


Raja Baltra yang merasa dilirik pun berkata.


"Tentu saja saya juga menyatakan perang bila ada yang berani Menjelek-jelekan dermawan yang sudah menolong kerajaan saya meski itu Dewa sekalipun saya tidak takut." ucap Raja Baltra tersenyum.


Raja Leo dan Raja Arthur pun tersenyum mendengar dan ia melirik kearah kelas 1-S yang terdiam tidak berkata apa-apa karena mereka bisa saja mati saat ini bila salah berbicara.


"Kami juga...meski kami hanya Rakyat biasa, kami juga akan melawan bila ada yang berani Menghina Pahlawan kami yang sudah menolong kami 2 tahun yang lalu dengan menghentikan para Iblis dan 10 Chaos Legion." ucap salah satu penonton.


"Benar, meski kalian pahlawan yang dipanggil. tapi kalian tidak ada yang pantas disebut pahlawan, kalian hanya tau menghina dan merendahkan martabat orang lain karena kalian kuat." ucap penonton disebalahnya.


"Itu benar."


"Ya kita akan melawan siapapun yang menghina pahlawan kami."


"Kami tidak takut mati meski Kekaisaran Hikari yang maju, karena dermawan kami sudah melatih kami agar bisa melindungi keluarga kami dari serangan para monster."


Dan masih banyak lagi komentar dari para Rakyat kerajaan yang menghadiri pertandingan academi Barbara.


lalu gadis bangsawan yang pertama membungkam mulut para pahlawan pun maju dan berkata.


"Jadi Para Pahlawan dan Bangsawan Kekaisaran Hikari apa kalian akan melanjutkan Menghina Pahlawan kami semua."Ucap gadis bangsawan itu tersenyum tipis kepada para murid Kelas 1-S yang tidak lain gadis itu adalah murid terkuat di academi Barbara dan ia tidak memiliki Kelas manapun karena kepala academi tidak bisa memasukannya di kelas 1-S.



{Ilustrasi Gadis bangsawan itu, Bernama Karene, Murid terjenius yang tidak memiliki kelas manapun. dan rencana kepala academi akan memasukan di kelas E setelah Turnamen ini selesai, Karene memiliki Level diatas 980.000.000 karena tubuh spesial yang dimilikinya. bahkan ia bisa menghancurkan sebuah benua dalam 1 skill nya saja.}


Para murid kelas 1-S pun menatap Karene dengan tatapan tajam.


"Kau pikir aku takut dengan jumlah kalian yang sebanyak itu? Sungguh bodoh." ucap Karene tersenyum merendahkan Murid kelas 1-S.


"Jangan sombong kau gadis Jal*ang." ucap salah satu bangsawan yang dari kelas 1-S maju untuk menyerang Karene.


Karene hanya diam dan tersenyum kecil.


BOAMMMMMM....


Karene pun hanya mengangkat 1 jari nya yang dimana itu langsung membuat bangsawan yang tadi maju langsung terlempar ke dinding arena dengan luka parah.


Murid kelas 1-S pun langsung mundur bahkan para pahlawan juga mundur karena mereka takut dengan Karene.


Karene melihat mereka mundur pun berkata.


"Makanya jangan omongan saja yang besar, lihatlah kalian sekarang seperti Rusa yang melihat naga untuk memangsa kalian." ucap Karene.


"Sungguh membosankan." ucap Karene lalu kembali ketempat duduknya.


para murid Kelas 1-S pun merasa lega melihat Karene pergi.


"Untuk saat ini kalian akan ku maafkan karena merendahkan Yuuzaki Juli, tapi bila sekali lagi aku mengetahui kalian merendahkan Yuuzaki Juli. maka itu adalah hari terakhir kalian karena telah berani menyinggung Tentang calon suamiku." Ucap Karene lalu pergi.


Para murid kelas 1-S pun langsung ketakutan ketika mengetahui itu dan mereka bersumpah tidak akan menghina Juli lagi, tapi berbeda dengan Darwin dan Para Pahlawan yang tidak jera dan mereka sudah memiliki rencana disaat festival Suci nanti.


sedangkan disisi Dimensi alam Monster saat ini, Perang pun terus berlanjut tanpa ada hentinya hingga para monster mati semua.


45 menit pun berlalu....


Para pasukan Monster itu sudah di bantai habis oleh pasukan Juli dan Anggota 10 Dewan Elite dengan mudah sekali tanpa ada luka sedikit pun.


yang tersisa disana hanya Raja Monster yang memimpin pasukan para monster itu.


Raja Monster itu pun ditangkap oleh Shin dan Rokuro dengan mudah tanpa mengeluarkan sihir sedikit pun.


"katakan siapa yang menyuruh kalian untuk merebut Artefak buff itu?." ucap Shin mengintrogasi Raja Monster itu yang sudah babak belur dihajar oleh Shin dan Rokuro.


"Katakan atau kau mati?." ucap Rokuro dengan tangannya yang dirubah bentuk menjadi tangan seperti Monster.


Raja Monster itu yang ketakutan pun akhirnya berbicara.


"Saya disuruh oleh salah satu bawahan Dewa Zeus untuk mengambil Artefak buff itu agar mereka bisa menyerang Benua Timur dalam waktu 2 tahun lagi." ucap Raja Monster itu.

__ADS_1


Rokuro yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya dan berkata.


"Siapa saja yang berkerja sama dengan Zeus pria tua itu?." ucap Rokuro yang menjelek-jelekkan Zeus karena ia tidak takut menghadapi Zeus.


"Saat ini Dewa Zeus berkerjasama dengan The Seven Commandments dan 10 Chaos Legion lalu di balik layar ada Villains World yang membantu mereka untuk meratakan Benua timur dan yang lainnya." ucap raja Monster itu.


"Apa 10 Chaos Legion juga akan datang kesini dan ikut mengambil Artefak buff itu?." ucap Shin.


"Tidak, 10 Chaos Legion saat ini sedang menemui Villains World untuk membuka segel yang menyegel kekuatan mereka dan juga ada anggota baru yang masuk 10 Chaos Legion untuk mengantikan peringkat ke 2." ucap Raja Monster itu.


Rokuro yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Kena kau Zeus Tua Bangka." ucap Rokuro.


langsung saja Rokuro menghancurkan kepala Raja Monster itu dengan tangannya yang sudah berubah jadi tangan Monster.


Bukhhhhhh....


Byurrrr....


kepala Raja Monster itu hancur menjadi genangan darah yang langsung berceceran kemana-mana.


"Shin segera beritahu Informasi ini kepada ayah, dan setelah perang ini selesai kita akan berlatih lagi untuk menghalau para Villains World." ucap Rokuro serius.


Shin hanya mengangguk dan segera pergi menghilang.


Rokuro pun lalu menghadap ke atas langit dan Tersenyum menyeringai.


"Aku tidak sabar melihat kalian semua, terutama Kau 10 Chaos Legion yang telah membunuh ayah ku." ucap Rokuro tersenyum psikopat.


lalu Rokuro pun melihat ke arah langit yang nampak aneh dan berkata.


"Berhentilah Kau.... kau bisa berhenti bersembunyi dari situ, aku tau kau di sana sejak dari tadi." ucap Rokuro tenang.


lalu muncullah seseorang yang membawa sebuah tombak.


Rokuro yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Tamu istimewa datang, Yakan Dewa Nezha?." ucap Rokuro menatap orang itu.



{Ilustrasi Dewa Nezha, Berlevel 1.650.000.000. }


"Owhhh ternyata di alam yang rendahan ini ada yang mengetahui ku." ucap Dewa Nezha tersenyum merendahkan Rokuro.


sedangkan disisi Juli yang sadar akan itu hanya tersenyum tipis dan berkata.


"Sungguh bodoh, kau berani sombong dihadapan Rokuro maka jangan harap kau selamat. lagian Level Dewa tolol itu 10 banding 15 dengan Rokuro." ucap Juli tersenyum tipis.


sedangkan istri dan anak-anaknya Juli yang lainnya hanya santai melihat Dewa Nezha datang yang sedang menghadapi Rokuro.


"Dia telah kalah dari awal sejak bertemu Rokuro." ucap mereka semua saat melihat itu.


apa yang dikatakan mereka benar, sejak awal Dewa Nezha sudah kalah dengan Rokuro.


dari semua anak Juli jangan pernah cari masalah dengan Raphael, Tamiko, Ryuu, Shiro,dan Rokuro karena mereka yang paling keras kepala dan sombong terhadap musuhnya, jangan lupa mereka juga suka menyiksa musuhnya.


kembali ke sisi Rokuro.


"Tentu saja aku mengenal mu orang terlemah dari anggota Villains World." ucap Rokuro dengan senyuman mengejeknya.


Dewa Nezha yang merasa di hina pun merasa emosi dan berkata.


"Apa yang kau banggakan anak kecil? kau bahkan hanya berlevel 580.000.000 saja, apa yang dibanggakan dengan itu? bahkan dengan 1 serangan ku sudah bisa Membunuh mu." ucap Dewa Nezha angkuh.


Rokuro yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.


"Ohhhh...hanya berlevel 580.000.000?." ucap Rokuro santai sambil mengeluarkan sebuah Kertas Talisman.


"Membuka Pikatan Yang membelenggu kebebasan kejahatan dan dosa yang ada didalam diri, Aku Yuuzaki Rokuro membuka segel yang ada di dalam tubuh ku untuk memurnikan semua musuh yang keji ada di hadapanku." ucap Rokuro sambil menempelkan kertas Talisman itu pada tangan kiri nya.


tiba-tiba saja kertas Talisman itu menyatu dengan tangan kirinya dan merubah wujudnya tangan kirinya menjadi seperti tangan sebelah kanannya yang berbentuk Monster.


~Swoshhhhhh~


Aura level Rokuro langsung meningkat pesat bahkan menembus angka 2.700.000.000 yang dimana Level nya lebih kuat dibandingkan dewa Nezha.


Dewa Nezha yang melihat itu pun terkejut dan ia mundur perlahan-lahan karena merasakan aura Membunuh dari Rokuro.


Rokuro pun menatap Dewa Nezha dan berkata.


"Saaaa....mari kita mulai permainannya." ucap Rokuro tersenyum menyeringai.


Bersambung....


***

__ADS_1


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


__ADS_2