
Keesokan harinya...
saat ini Juli sudah bersiap-siap untuk berangkat pelatihan yang akan dilakukannya dengan Dewi Artemis.
"sayang ayo serapan pagi, dan kali ini biarkan suami mu yang memasak" ucap Juli yang pergi ke arah dapur.
"emang kau bisa masak Anata?"ucap Clarisha.
"tentu suami mu ini hebat dalam hal memasak"ucap Juli bangga.
lalu Juli pun memulai masaknya dengan teliti dan rapi yang dimana membuat Clarisha terdiam karena dia marasa kalah dengan Juli.
"Chef Juna menangis melihat Anata" batin Clarisha.
Clarisha hanya melihat Juli memasak dengan serius dan itu membuat Juli terlihat keren. sesudah memasak Juli telah menyiapkan makanan di meja makan dan disitu sudah ada Clarisha yang duduk dari tadi.
"silahkan di nikmati sayang" ucap Juli yang memberikan piring kepada Clarisha.
"Anata makan juga lah bersama ku, ini terlalu banyak Anata masaknya" ucap Clarisha cemberut.
"baiklah aku akan ikut" lalu Juli pun duduk dan ingin makan.tetapi dia berhenti ketika melihat Clarisha yang menatap nya dari tadi.
"ada apa sayang ? apa masakan ku tidak enak?" tanya Juli.
'"tidak apa-apa, dan untuk masakan Anata aku yakin bakal enak. tapi bisa kah Anata menyuapi ku makan?" tanya Clarisha malu.
Juli yang melihat istri nya seperti itu hanya tersenyum dan pindah duduk di sebelahnya.
"baiklah aku akan menyuapi istri ku yang manja. aaaaa...." ucap Juli sambil menyuapkan makanan ke Clarisha.
lalu mereka makan berdua yang dimana Juli menyuapi Clarisha.
sesuai makan Juli pun bersiap-siap berangkat dan sudah didepan teras rumah untuk berpamitan dengan Clarisha.
"sayang aku berangkat dulu kau jaga lah kesehatan meski kau Dewi yang tidak gampang sakit atau lapar tapi setidaknya kau jaga untuk tidak sakit" ucap Juli.
"baiklah Anata aku akan jaga kesehatan. dan untuk Anata jangan memaksakan diri saat pelatihan nanti, istirahat lah bila cape, dan hati-hati selama pelatihan" ucap Dewi Clarisha.
"iyaa sayang aku paham kok" ucap Juli sambil mengelus kepala Dewi Clarisha.
"baiklah Anata semangat latihannya" ucap Clarisha menyemangati suaminya.
"iyaa terima kasih yaa" ucap Juli.
Cupppp....
Juli mencium kening Clarisha dan berangkat untuk memulai pelatihan nya yang sangat lama untuk manusia normal dan tidak bagi para dewa.
Clarisha yang melihat suaminya berangkat pun melambaikan tangannya dan berkata pelan "berjuang lah Anata, hanya kau harapan dunia ini bersama adik mu" ucap Clarisha lalu pergi masuk ke dalam rumah.
Sedangkan disisi kerajaan EXODIA....
para pahlawan telah melakukan pelatihan yang lebih keras dibandingkan sebelumnya dan saat ini kerajaan EXODIA dan kerajaan ASURA telah melakukan pertemuan untuk membahas serangan monster yang sering terjadi setiap 5 tahun sekali dari hutan death forest.
di aula kerajaan EXODIA semua orang telah berkumpul untuk membahas strategi serangan monster yang akan terjadi 8 bulan lagi.
"RAJA LEO TELAH TIBA DI KERAJAAN" Ucap penjaga pintu aula di balik pintu luar.
lalu pintu pun terbuka dan memperlihatkan raja Leo berserta dengan para pahlawan yang di panggilnya dari dunia lain yang memiliki level rata-rata 5.000 dan yang tertinggi di pegang oleh 3 orang yang dimana itu merupakan Asami, Akiko, dan Nana yang memiliki level 6.000.
ketika melihat para pahlawan dari kerajaan ASURA yang memiliki level tinggi ,semua pahlawan dari kerajaan EXODIA malu karena mereka kira mereka adalah pahlawan terkuat.
level para pahlawan kerjaan EXODIA setelah Juli menghilang telah meningkat sedikit yang dimana rata-rata memiliki level 3.500 dan yang tertinggi 4.700.
setelah semua orang telah tiba suasana di dalam aula pun hening. tapi itu tidak bertahan lama setelah Akiko berkata
"apakah kita akan lama disini? bisakah dipercepat aku ingin berlatih lagi untuk menjadi kuat dan membantu Aki-kun" ucap Akiko datar yang merusak suasana sama seperti Juli apa bila saat orang sedang serius.
Asami, Nana, raja ,dan orang-orang kerajaan ASURA hanya menggelengkan kepala karena mereka sudah hafal dengan sifat Akiko yang merusak suasana disaat penting.
"Akiko bisa tidak kau tenang sedikit? kita akan berlatih lagi nanti bersama Jendral" ucap Asami.
untuk Asami ia mendapatkan job spesial yaitu Holy knight, sedangkan untuk Akiko ia memiliki job spesial yaitu Grandmaster Archer, dan untuk Nana ia memiliki job spesial PENDETA.
__ADS_1
" maaf nona Akiko tapi ini sedang penting jadi hari ini kalian akan libur pelatihan dulu" ucap raja Leo.
"maaf raja. Akiko-senpai memang bodoh dalam hal ini tapi dia hebat saat berlatih karena dia ingin menjadi kuat demi Kak Juli" ucap Nana yang meminta maaf.
"tenanglah Akiko kita akan berlatih nanti untuk Yuu-kun" ucap Asami yang membuat orang-orang dari kerajaan EXODIA merasa bingung.
Natasha yang mendengar itu merasa ini sangat penting dan nama orang itu sangat mirip dengan orang yang dia sayang dan ingin dia lindungi juga.
"maaf menganggu nona, kalo boleh tau yang dimaksud nona Akiko? Aki-kun itu siapa yaa?" ucap Natasha.
"ohhh Aki-kun? dia adalah suamiku dimasa depan dan aku seorang istrinya harus menjadi kuat untuk membantunya menjalankan takdir dunia ini" ucap Akiko dengan serius tapi wajahnya yang masih datar.
"yaa yang dikatakan Akiko benar nona, kami berlatih untuk membantu Yuu-kun dan menyelamatkan orang-orang yang tidak dapat apa-apa" ucap Asami.
raja Philip yang melihat sifat para pahlawan dari kerajaan ASURA salut kerena mereka menjadi pahlawan bukan untuk pamer ataupun sombong seperti pahlawan mereka.
"kalo boleh tau nona yang dimaksud anda Yuu-kun itu siapa yaa? kalo boleh tau nama lengkapnya?" tanya Alice mendekat dan Natasha hanya diam menatap nya karena dia masih kesal dengan Alice dan Rin.
"Yuu-kun yang kami maksud adalah calon suami kami yang bernama Yuuzaki Juli. kau harus ingat itu karena dia adalah suami kami yang hebat" ucap Akiko bangga ketika menyebut nama Juli.
seketika orang-orang dari kerajaan EXODIA diam karena itu adalah nama orang yang mereka kenal dan menyelematkan pahlawan mereka walaupun itu tidak pantas di selamatkan.
Natasha yang mendengar itu pun berkata "apa kalian kenal dengan tunangan ku?" ucap Natasha yang membuat 3 wanita dari kerajaan ASURA kaget.
"apa yang kau maksud tunangan anda nona? Aki-kun adalah suami kami" ucap Akiko kesal dengan wajah masih datar.
raja Philip dan Leo yang paham ini pun menghentikan mereka dan menjelaskan semuanya dimulai dari raja Philip lalu raja Leo.
seketika itu aura dari para pahlawan kerajaan ASURA meningkatkan ketika mengetahui penyebab Juli menghilang.
"Sialan ternyata kalian yaa yang menyebabkan Yuu-kun menghilang di death forest?" ucap Asami dingin dengan auranya.
"kalian pantas mati" ucap Akiko dengan muka yang berubah manjadi dingin.
"tidak tahu diri untuk apa kalian hidup?"ucap Nana dengan raut wajah marah.
para prajurit dan pahlawan kerajaan EXODIA pun menjadi takut dan ingin melarikan diri.
"Nona tenanglah ini bukannya saat nya membahas itu, masalah ini biar serah kan pada tuan muda nanti" ucap Ishi yang tiba-tiba sudah didepan Asami menahan pedangnya dan Ichiro menahan Busur Akiko.
"tenanglah nona bila tuan muda tau maka dia akan kecewa dengan nona karena dia merasa dilindungi oleh wanita" ucap Ichiro.
lalu ke-3 wanita itu pun mulai menurunkan senjatanya dan menurunkan auranya.
"kalian selamat jika tidak ada Ishi dan Ichiro maka kalian sudah mati dari tadi" ucap Asami dingin.
dan para pahlawan dari kerajaan ASURA pun mulai tenang dan menurunkan auranya, mereka melakukan itu ketika ada Ishi dan Ichiro karena mereka berdua lah yang membantu mereka berlatih makanya mereka menjadi hormat dan menuruti kata Ishi dan Ichiro.
lalu Ishi dan Ichiro pun mulai menundukkan kepalanya di depan Natasha "salam nona kami adalah pasukan tuan muda Yuuzaki Juli dan kami siap mengikuti perintah anda" ucap Ishi.
Natasha yang bingung pun berkata "apa maksud kalian?" tanya Natasha.
"kami adalah pasukan tuan muda Yuuzaki Juli yang dimana itu merupakan tunangan anda jadi perintah anda adalah perintah tuan muda juga" ucap Ichiro.
Natasha yang paham pun hanya mengangguk "kalian angkat kepala kalian dan untuk saat ini kalian tidak perlu melakukan apapun" ucap Natasha.
"baik nona" ucap Ishi dan Ichiro.
lalu Ichiro berbalik dan mendekat ke arah raja Leo dan Philip.
"raja Leo mulai lah membahas masalah ini biar para pahlawan bisa berlatih lagi dan tidak mengecewakan nona muda" ucap Ichiro yang menyebutkan nona muda Elena/ adik nya Juli.
raja Leo yang paham mengangguk kepala "baik tuan saya akan lakukan" ucap raja Leo. karna Ishi dan Ichiro lah yang membuat prajurit dan pahlawan nya menjadi kuat seperti sekarang.
lalu rapat pun dimulai dan ke-3 wanita dari kerajaan ASURA sudah akrab dengan Natasha dan mereka membahas Juli.
kembali ke sisi Juli saat ini dia telah sampai di dimensi nya Dewi Artemis.
"Dewi Artemis apa yang akan kita mulai sekarang?" tanya Juli.
"baiklah kita akan memulai dari dasarnya saja dulu" ucap Dewi Artemis lalu ia menjelaskan dasar sihir dari sihir elemen hingga non elemen.
"untuk sekarang kau coba rasakan mana alam yang ada disini dan kumpulkan"ucap Dewi Artemis.
__ADS_1
"baiklah" ucap Juli.
lalu Juli pun memulai merasakan dan mengumpulkan mana yang ada disekitar.
1 hari...
1 Minggu...
1 tahun....
10 tahun....
100 tahun...
Juli pun telah melakukan menyerap mana yang ada disekitar selama 100 tahun yang dimana kapasitas mana nya saat ini melebihi 100 juta yang termasuk angka tidak normal bagi manusia yang memiliki mana begitu banyaknya.
lalu Juli pun membuka mata nya dan melihat ke sekeliling nya dan merasakan bahwa tubuhnya lebih ringan dari sebelumnya dan lebih bertenaga.
ketika Juli menikmati perubahan pada tubuhnya dia mengedar suara Dewi Artemis.
"sungguh anak dari pasangan Monster, kau menyerap mana selama 100 tahun dan memiliki kapasitas mana 100 juta. itu sungguh gila untuk dewa kuno tingkat rendah saja hanya mendapatkan 10 juta mana dalam 100 tahun menyerap mana dan 50 juta mana untuk dewa terkuat" ucap Dewi Artemis kagum dan takut dengan kejeniusan Juli.
Juli yang mendengar itu pun hanya menatap nya datar dan berkata "bisa kau hentikan berkata pasangan Monster kau menghina orang tua ku" ucap Juli datar dan kesal.
"baiklah-baiklah aku tidak akan mengatakan nya lagi" ucap Dewi Artemis.
"untuk sekarang kau istirahat lah dulu sehabis itu kita akan mengolah mana mu lagi untuk menjadi lebih murni" ucap Dewi Artemis lalu menghilang.
Juli yang melihat Dewi Artemis menghilang hanya berkata "seperti jelangkung saja datang tak diundang pulang minta kotakan" ucap Juli.
lalu Juli beristirahat sambil mengingat teman-temannya dulu.
"apa kabar yaa mereka? apakah mereka akan berusaha lagi untuk mengejar ku biar tidak ketinggalan?" ucap Juli.
lalu Juli pun tertidur karena ia merasakan pelatihan ini sangat membosankan.
setelah Juli tertidur selama beberapa jam dia pun terbangun dan melihat Dewi Artemis yang sedang duduk bersila.
"apa kau sudah siap latihan selanjutnya?" ucap Dewi Artemis.
karena di dimensi ini Juli tidak akan merasakan lapar jadi dia tidak perlu makan.
"baiklah mari mulai lagi" ucap Juli.
"baik kita mulai selanjutnya adalah mengolah mana mu Menjadi lebih murni, ini berguna untuk memperbanyak kapasitas mana mu menjadi 100x lipat dan juga berguna untuk memperkuat serangan sihir mu. ketika kau mengeluarkan sihir tingkat rendah maka daya serang nya setara tingkat tinggi" ucap Dewi Artemis menjelaskan.
"baiklah aku paham lalu bagaimana memulainya?" ucap Juli.
"kau hanya perlu memfokuskan seluruh mana mu ke arah jantung dan isi ketika habis lakukan itu terus hingga jantung mu sanggup menahan sakit nya" ucap Dewi Artemis.
"tapi-" ucap Dewi Artemis terhenti ketika melihat Juli sudah melakukannya.
tiba-tiba Juli termuntah darah yang sangat banyak.
"bodoh aku belum selesai menjelaskan nya bodoh apa bila kau lakukan tanpa bantuan mana orang lain maka bisa meledakkan organ mu" ucap Dewi Artemis marah.
"Holy Tecnique ; holy regenerasi" ucap Dewi Artemis yang mulai mengobati organ dalam Juli yang rusak sangat parah apa bila itu manusia bisa dijamin sudah mati dari tadi.
ketika sudah selesai mengobatinya dia pun mengistirahatkan Juli karena dia pingsan.
"sungguh bodoh, anak sama ibu sama saja selalu masa bodo terhadap bahaya". ucap Dewi Artemis yang merupakan pelatih orang tua Juli dulu. sebelumnya yang melatih orang tua Juli juga 5 dewa kuno tapi itu hanya dewa Hercules, Dewi Artemis , dan tang xu. sedangkan untuk Dewi Clarisha dan Dewi anthena mereka berdua masih kecil. mereka berdua Menganti posisi orang tua mereka dulu.
Bersambung....
****
Maaf yaa kako cerita kali ini membosankan karena puasa jadi bingung mikirnya.
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 yaa
kasih komen yaa buat beri aku saran.
see you next time dan bye bye
__ADS_1