Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
63. Keributan di pasar dan Mira si ahli Alcemy


__ADS_3

setelah masalah yang terjadi di depan gerbang masuk kerajaan Boswer banyak penduduk yang menundukkan kepala terhadap Juli.


sedangkan disisi kerajaan Boswer.


Tokkkkk.... Tokkk....


"Yang mulia ada berita buruk." ucap penasehat raja.


Raja Albert yang saat ini sedang enak-enakan dengan pelayan kerajaan pun menjadi kesal karena dia di ganggu saat sedang enak-enakan.


"sialan. memang berita buruk apa? apa berita seorang ibu tidak terima anaknya ku pakai? bila itu maka lupakan kau menganggu ku saja." ucap raja Albert.


penasehat itu pun segera berkata.


"Tidak bukan itu yang mulia. berita buruk itu adalah ad seorang pemuda yang memiliki prajurit sangat kuat dan mereka membunuh seluruh penjaga gerbang masuk kerajaan." ucap penasehat itu.


raja yang mendengar itu pun terkejut dan berkata.


"Apa kau tau dari mana anak pemuda itu?" ucap raja Albert.


penasehat itu hanya menggelengkan kepala dan berkata.


"Hamba tidak tau yang mulia. tapi diliat dari pakaian dan kereta kuda milik nya, pemuda itu adalah bangsawan tingkat tinggi yang mulia. bahkan kereta kuda miliknya lebih mewah dari kekaisaran." ucap penasehat itu.


Raja yang mendengar itu terkejut dan tersenyum jahat.


"Kumpulkan semua prajurit kita akan menyerang dia setelah ia pergi dari kerajaan ini." ucap raja Albert.


"Baik yang mulia" ucap penasehat itu.


raja Albert tidak menyadari bahwa sebelum dia menyerang Juli. Juli yang akan duluan mendeklarasikan perang terhadap raja Albert.


kembali ke sisi Juli saat ini.


Juli terus mencari penginapan untuk mereka beristirahat ia telah mencari selama 25 menit tidak ketemu. akhirnya dia pun bertanya pada penduduk disitu dan Juli terkejut ketika mendengar itu.


"Dikerajaan ini tidak memiliki penginapan tuan. raja selalu menyuruh orang-orang yang datang ke kerajaan ini menginap di kerajaan nya." ucap seorang kakek-kakek tua yang sedang berjualan bersama cucu nya.


"Kenapa raja melakukan itu?" tanya Juli.


"Raja melakukan itu untuk menangkap para wanita dijadikan pemuas nafsu nya dan para pria akan ia bunuh." ucap kakek-kakek itu menundukkan kepalanya karena kecewa dengan raja yang sekarang.


Juli yang mendengar itu pun semakin geram dengan raja kerajaan ini.


lalu Juli pun berkata.


"Kakek boleh kah saya menginap di rumah mu? saya ingin mengistirahatkan anak saya serta kakak saya." ucap Juli.


Kakek itu pun berkata.


"Tapi Tuan. rumah saya sangat lah tidak layak." ucap kakek tua itu.


Juli hanya tersenyum dan berkata.


"Tidak masalah kakek. nanti saya akan membayar nya." ucap Juli.


Kakek itu pun awalnya menolak tapi Juli terus memaksa nya akhirnya kakek itu menerima Juli menginap di rumahnya.


lalu Juli berkata.


"Baiklah kakek bisa masuk ke kereta kuda saya bersama cucu kakek dan saya ingin berbelanja dulu untuk makan malam dirumah kakek." ucap Juli.


Kakek itu pun hanya mengangguk dan berkata.


"Berhati-hati lah nak. jangan sampai kau bertemu dengan para bangsawan." ucap kakek itu.


Juli hanya mengangguk dan menyuruh prajurit membawa kakek itu bersama cucunya kerumah kakek itu.


prajurit itu pun membungkuk pada Juli dan segera pergi.


Juli juga telah memberi tahu Akiho dan Akiha.


dan mereka juga paham dan mengajak kakek itu mengobrol.


sedangkan disisi Juli saat ini dia berjalan menuju ke arah pasar.


selama menuju ke pasar Juli selalu membeli sayur-sayuran serta daging untuk mereka makan malam.


Juli juga selalu memberikan uang lebih pada para penduduk.


para penduduk pun berterima kasih pada Juli.


saat ini Juli sedang duduk di sebuah warung yang menjual makanan ringan dan Juli ingin makan sebentar sebelum kembali ke rumah kakek sebelumnya.


saat sedang makan Juli melihat ada seorang anak pemuda yang menarik seorang gadis dari anak salah satu penduduk.


"Ayo ikut aku dan layani aku malam ini. bila tidak aku akan membunuhmu dan keluarga mu." ucap pemuda itu.


"Tuan tolong lepaskan anak saya. saya mohon saya akan mengganti kan dia untuk melayani tuan." ucap ibu anak itu.


pemuda itu yang mendengar kata ibu-ibu itu pun tersenyum ke arah ibu itu.


"Kau memiliki tubuh yang sangat bagus juga. baiklah kau akan melayani para bawahan ku dan anak mu akan melayani aku." ucap pemuda itu.


ibu dan anak gadis itu terkejut ketika mendengar itu.


para bawahan pemuda itu pun segera menarik anak dan ibu itu karena mereka sudah sangat tidak tahan.


"Ayo cepat ikut lah, kami sudah tidak tahan." ucap salah satu bawahan pemuda itu tersenyum mesum.


"Tuan tolong lepaskan anak saya. saya akan melayani tuan tapi lepaskan anak saya." ucap ibu itu menangis.


"Ibu tolong aku Bu." ucap anak gadis itu menangis karena di paksa oleh pemuda itu.


Juli yang melihat itu pun tidak tahan dan segera melemparkan garpu dan pisau yang dia gunakan untuk makan.


Sringgg...


JLEBBBBB....


garpu dan pisau itu pun menancap pas di leher para bawahan pemuda itu hingga mati.


pemuda itu yang melihat ada yang berani menyerang bawahannya pun berteriak marah.


"Siapa yang berani menyerang bawahan ku? apa kalian ingin mati haa?" ucap pemuda itu.


tiba-tiba ada suara terdengar membalas perkataan pemuda itu.


"Mati? hal lelucon apa yang kau katakan?" ucap Juli keluar dari warung itu sambil menuju ke arah tempat anak dan ibu itu.


semua orang pun melihat ke arah suara itu dan terkejut dengan wajah tampan milik Juli.


"Tampan." ucap semua wanita yang ada disana.


Juli yang mendengar itu hanya diam saja dan berjalan menuju ke arah anak dan ibu itu.


"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya Juli sambil mengulurkan tangannya ke arah anak dan ibu itu untuk menolong mereka berdiri.


anak gadis itu menjadi salah tingkah saat memegang tangan Juli.


"Ka-ka-ka-kami tidak apa-apa tuan." ucap gadis itu malu.

__ADS_1


sedangkan ibu nya hanya diam dan berkata.


"Terima kasih tuan sudah menolong kami." ucap ibu itu sambil membungkuk.


Juli hanya mengangguk dan berbalik ke arah pemuda itu.


"Si-si-siapa kau kenapa kau sangat berani dengan ku? apa kau tidak tahu siapa aku? aku adalah anak bangsawan Duke di kerajaan ini." ucap pemuda itu.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Cuiiihhhh.... pantas saja kau sampah ternyata bangsawan dari kerajaan sampah ini juga." ucap Juli berludah di wajah pemuda itu.


pemuda itu yang merasa di Rendah kan pun marah dan maju menyerang Juli.


"Bajingan mati saja kau." ucap pemuda itu maju menyerang Juli menggunakan sihir.


Juli yang melihat itu hanya diam di tempat.


BOAMMMMMM....


ledakan akibat sihir pemuda bangsawan itu.


"Rasakan itu dasar bajingan tidak tahu diri." ucap pemuda itu dikira nya Juli akan mati akibat sihirnya.


"Tidak tahu diri? apa kau sedang bercanda di hadapan ku?" ucap Juli yang baik-baik saja bahkan pakaian nya tidak robek sedikit pun.


"Ka-ka-ka-kau kenapa baik-baik saja? sihir ku adalah serangan terkuat di academi." ucap pemuda itu ketakutan.


Juli yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata.


"Ohhhh....sihir terkuat di academi? sepertinya menarik." ucap Juli yang memiliki rencana.


pemuda itu hanya diam ketakutan.


"Mau lihat sihir kuat kah?" ucap Juli.


lalu Juli mengucapkan sebuah mantra sihir.


"Fire Tecnique ; Fire ball." ucap Juli.


lalu muncullah bola api seukuran bola golf yang berwarna hitam.


pemuda itu yang awalnya ketakutan pun menjadi sombong dan berkata.


"Hahahaha....apa itu sihir terkuat?" ucap pemuda itu tertawa.


Juli yang melihat itu hanya tersenyum dan menjentikkan jarinya.


Tikkkk...


WOSHHHH....


bola api itu pun berubah menjadi besar seukuran ban mobil.


pemuda itu yang melihat menjadi ketakutan lagi dan menyesal telah menghina Juli barusan.


"Tu-tu-tuan tolong jangan bunuh aku. aku akan membayar berapa pun." ucap pemuda itu.


Juli berkata dengan dingin.


"Apa kau bisa membayar nyawa orang yang telah bunuh diri akibat ulah mu?" ucap Juli.


pemuda itu hanya diam saja tidak menjawab.


Juli yang melihat itu pun semakin kesal dan melepaskan api nya ke pemuda itu.


Swoshhhhh...


BOAMMMMMM...


"hanya sampah yang sombong dengan kekayaan saja sudah berlagak." ucap Juli lalu berbalik ke arah ibu dan anak gadis yang sebelumnya.


"Baiklah masalah disini sudah selesai waktunya aku kembali dan lain kali kalian harus berhati-hati terhadap pria." ucap Juli ingin pergi.


tapi sebelum Juli pergi dia ditahan oleh anak gadis itu.


"Tuan kalo boleh tau siapa nama tuan?" ucap gadis itu.


Juli pun berbalik dan berkata.


"Juli. Yuuzaki Juli." ucap Juli sambil tersenyum kecil.


gadis kecil itu terpesona dengan wajah Juli saat tersenyum.


dan dia berkata.


"Salam kenal Tuan Juli. nama saya Mira." ucap wanita itu menundukkan kepalanya.


Juli hanya mengangguk dan ingin pergi tapi sebelum pergi dia terkejut dengan ucapan Mira.


"Tuan Juli. aku mohon jadikan aku istri mu." ucap Mira.


Juli yang mendengar itu terkejut dan hampir jatuh lalu Juli berbalik dan berkata.


"Apa yang kau katakan Mira? aku sudah memiliki istri." ucap Juli serius.


Mira yang mendengar itu pun terkejut dan berkata lagi.


"Jadikan aku istri ke-2 mu tuan Juli." ucap Mira.


Juli pun berkata.


"maaf aku sudah memiliki istri kedua." ucap Juli.


Mira pun terkejut dan berkata lagi.


"Ketiga?" ucap Mira.


"sudah ada." ucap Juli.


"ke empat?" ucap Mira.


"Sudah ada juga." ucap Juli.


"Lima?"ucap Mira.


"ada." ucap Juli.


"enam?"ucap Mira.


"Ada juga " ucap Juli.


Mira yang mendengar itu pun terkejut bukan main dan berkata.


"Jadi kau memiliki berapa istri Juli?" ucap Mira sedikit kesal.


Juli dengan santai berkata.


"15 istri dan 6 anak." ucap Juli.


Mira terkejut bukan main dan bukan hanya Mira bahkan semua orang yang mendengar itu juga terkejut.

__ADS_1


"li-li-li-lima belas." ucap Mira syok.


Juli hanya mengangguk saja.


lalu Mira berkata lagi.


"Jadi kan aku yang ke 16." ucap Mira serius.


Juli yang mendengar itu diam dan berkata.


"Aku tidak bisa menentukannya sekarang. bila kau ingin menjadi istri ku maka buatlah aku jatuh cinta pada mu dan ijin kepada istri ku yang lain." ucap Juli serius.


Mira yang mendengar itu pun mengangguk setuju dan berkata.


"Baiklah akan aku lakukan." ucap Mira serius.


Juli hanya menghela nafas dan berkata.


"Terserah kau saja." ucap Juli.


Mira hanya mengangguk dan mengajak Juli kerumahnya.


"Sayang mari ke rumah ku dahulu." ucap Mira.


Juli yang mendengar itu pun kaget dengan panggilan Mira.


"Kenapa kau memanggilku sayang?" ucap Juli datar.


Mira hanya tersenyum dan berkata.


"karena aku akan manjadi istri mu juga." ucap Mira.


Juli hanya diam saja ditarik ke rumah Mira.


sedangkan ibu Mira hanya tersenyum melihat anaknya bahagia setelah sekian lama.


"Akhirnya kau menemukan orang yang kau cintai nak." ucap ibu Mira tersenyum melihat anaknya menarik Juli.


setelah beberapa lama akhirnya Juli dan Mira pun akhirnya sampai di rumah sederhana tingkat 2 yang terkesan sangat rapi.


ketika memasuki rumah Juli kagum dengan banyak sekali botol-botol Elixir yang terpajang di setiap lemari.


"Apa kau seorang Alcemy Mira?" tanya Juli.


Mira hanya mengangguk dan berkata.


"Aku seorang Alcemy tingkat ahli sayang." ucap Mira bangga seakan-akan ingin pamer pada Juli.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Aku juga seorang Alcemy." ucap Juli.


Mira tidak terkejut dengan hal itu dan dia berkata.


"Pasti sayang hanya di tingkat menengah saja kan?" ucap Mira tersenyum.



{Ilustrasi Mira}


Juli menggelengkan kepala dan berkata.


"Aku ditingkat Grandmaster alcemy." ucap Juli.


Mira yang mendengar itu sangat terkejut dan bertanya lagi.


"Ka-ka-ka-kau ditingkat Grandmaster sayang? apa sayang tidak membohongi ku?" ucap Mira.


Juli hanya menggelengkan kepala dan berkata.


"Aku tidak berbohong bila tidak percaya maka aku akan buat kan Elixir tingkat sempurna." ucap Juli.


Mira hanya mengangguk dan menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan.


"bahan-bahan nya sudah siap sayang." ucap Mira.


Juli hanya mengangguk dan memulai membuat Elixir nya.


tidak membutuhkan waktu lama Juli pun hanya memakan waktu 5 menit saja membuat Elixir tingkat sempurna.


"Sudah jadi." ucap Juli memperlihatkan Elixir tingkat sempurna nya pada Mira.


Mira yang melihat itu terkejut dan kagum pada Juli.


'Tidak hanya kuat ternyata dia juga jenius.'batin Mira.


Huppppppp.....


Mira langsung memeluk Juli dan berkata.


"Tidak salah aku memilih mu menjadikan suami ku." ucap Mira.


Juli hanya diam dan berkata.


"Kau belum resmi menjadi istri ku. kau juga belum membuat aku jatuh cinta dan lagian kamu belum ijin sama istri ku yang lain." ucap Juli.


Mira hanya diam saja dan tetap memeluk Juli.


lalu Juli pun berkata.


"Baiklah Mira aku harus kembali dulu untuk membawa sayur yang telah aku beli buat makan malam anak ku serta kakak ku." ucap Juli.


Mira yang mendengar itu pun berkata.


"Boleh aku ikut?" ucap Mira.


Juli menggelengkan kepalanya dan berkata.


"Tidak. aku sedang jadi incaran kerajaan aku tidak ingin menyusahkan mu. setelah urusanku selesai aku akan menjemputmu untuk meminta ijin pada istri ku." ucap Juli sambil mengelus kepala Mira.


Mira yang mendengar itu kecewa dan hanya mengangguk saja lalu berkata.


"Baiklah tapi sayang harus berhati-hati." ucap Mira.


Juli hanya mengangguk dan berkata.


"Serahkan saja padaku karena di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ku." ucap Juli tersenyum tipis.


Mira hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Kalo begitu aku pergi dulu." ucap Juli.


"berhati-hatilah lah sayang. jangan sampai kenapa-napa." ucap Mira.


Juli hanya mengangguk dan menyuruh 100 pasukan bayangannya berlevel 25.000.000 untuk menjaga Mira dan ibu nya.


Bersambung...


***


jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.

__ADS_1


see you next time dan bye bye.


__ADS_2