
Kolonel tersebut langsung mengangkat telpon dari Setyo.
"Hallo Tuan Setyo, ada apa ya?"
"Begini, pak. Saya butuh bantuan dari bapak, dan saya tidak akan sungkan untuk memberikan tanda jasa berupa yang jika bapak mau bantu saya."
"Memangnya apa yang bisa saya bantu ya, Tuan Setyo?"
Saat itu juga Setyo menceritakan segalanya pada Kolonel tersebut. Dan ia pun setuju untuk membantu Setyo, apa lagi ia adalah salah satu kaki tangan Setyo yang ada di kepolisian.
Pagi menjelang, Setyo dan Rindi langsung menyambangi kantor polisi. Dan Rindi menceritakan semuanya pada Kolonel polisi tersebut. Dan saat itu juga para aparat kepolisian datang menyambangi Ais yang kebetulan sudah ada di kantor Bagas.
Ais terhenyak kaget pada saat dirinya tiba-tiba saja di tangkap oleh para aparat kepolisian tanpa ada satu katapun. Kebetulan Bagas melihat proses penangkapan tersebut, ia pun langsung menelpon Komandan Arif sahabat baik Papah Broto untuk membantu kasus Ais.
Setelah itu Bagas langsung melajukan mobilnya ke kantor polisi untuk mengikuti Ais yang di bawa paksa oleh para aparat kepolisian.
"Main tangkap saja tanpa di jelaskan duduk permasalahannya. Ini namanya nggak benar, sama saja seperti penculikan!"
"Seharusnya sesuai dengan prosedur hukum, menunjukkan surat penangkapan dan menjelaskan apa permasalahannya!"
Selama dalam perjalanan, Bagas terus saja menggerutu kesal dengan para aparat kepolisian tersebut.
Tak berapa lama mereka telah sampai di markas kepolisian yang tidak begitu besar, karena ini adalah cabang markas yang kecil.
__ADS_1
Tanpa ada rasa gentar Bagas menghampiri para aparat polisi yang telah menangkap paksa Ais dan menghardik mereka.
"Hai Pak, kenapa main tangkap orang begitu saja tanpa menunjukkan bukti surat penangkapan serta menjelaskan apa kesalahan orang yang kalian tangkap ini?" tegur Bagas.
"Hai anak muda, kalau ngomong itu yang sopan ya pada aparat hukum! apa kamu mau ditangkap juga seperti gadis ini?" ucap Kolonel salah satu kaki tangan Setyo.
"Saya tidak takut sama sekali Pak, lihat saja perbuatan bapak ini sudah saya laporkan pada Komandan Arif. Sebentar lagi ia akan datang kemari, anda siap-siap saja akan dicabut jabatannya atau bahkan bisa dipecat begitu saja karena melakukan hal yang di luar dari tugas anda sebagai seorang aparat polisi," tantang Bagas pada Kolonel tersebut.
"Kamu cuma orang biasa tapi gayanya seperti orang yang berkuasa. Mana mungkin Pak Arif kenal dengan pemuda seperti dirimu," ucap Kolonel tersenyum sinis.
'Baiklah, kita tunggu saja untuk beberapa detik lagi. Karena saat ini Komandan Arif sedang dalam perjalanan menuju kemari," ucap Bagas.
Dan baru saja di katakan, Komandan Arif benar-benar datang bersama dengan beberapa anak buah pilihannya. Si Kolonel langsung salah tingkah dan raut wajahnya langsung menciut.
"Om Arif, kekasih saya telah di tuduh macam-macam oleh Rindi tanpa bukti yang akurat. Dan para polisi itu juga menangkap tanpa ada surat penangkapan serta tanpa ada penjelasan sama sekali pada kekasih saya. Intinya main tangkap saja, Om," ucap Bagas.
"Heh, kamu jangan berusaha membela pacarmu yang kampungan ini Bagas. Karena gara-gara ia, anakku bahkan pernah masuk rumah sakit karena alami cedera pinggang. Dan semalam, pacarmu yang barbar itu telah menyerang Rindi di sebuah toilet restoran," ucap Setyo dengan percaya dirinya.
"Nona Ais, apa benar yang di tuduhkan pada anda ini?" tanya Komandan Arif.
"Itu semua fitnah, Komandan. Saya sama sekali tak menyerang terlebih dahulu. Pada saat di lobi kantor, gadis manja itu jatuh sendiri. Dan pada saat dibl toilet restoran, ia yang tiba-tiba menyerang saya terlebih dahulu. Hingga saja melakukan perlawanan,' ucap Ais.
"Bohong! kamu yang telah menganiayamu dengan kasar!' bentak Rindi.
__ADS_1
"Om bisa lihat dia bukti rekaman video CCTV yang saya bawa ini. Nanti om bisa tahu apakah pacar saya yang berbohong ataukah Rindi. Dan saya inginkan jikaemsng pacar saya yang salah, silahkan saja untuk di proses. Dan jika pacar saya benar, saya putuskan untuk menuntut balik Om Setyo dan Rindi dengan tuduhan laporan palsu dan juga pencemaran nama baik," Ucap Bagas seraya menunjukkan dua bukti rekaman video CCTV yang ada di lobi kantor dan di toilet sebuah restoran.
Belum apa-apa Rindi sudah terlihat sangat panik dan cemas. Karena ia tahu dengan adanya bukti rekaman video CCTV tersebut jelas akan membuat dirinya kalah untuk bisa menyeret Ais ke ksmur hukum.
"Aduh, bagaimana ini? kok bisa Bagas dapat rekaman video CCTV, jika seperti ini aku akan susah untuk menjebloskan Ais ke dalam penjara."
"Papah juga pasti akan marah besar padaku jika tahu akan hal ini. Tali aku sudah tidak bisa berkutik lagi. Aku sudah mati kutu di buatnya."
Rindi terus saja menggerutu di dalam hatinya, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Setelah Komandan Arif melihat dua rekaman video CCTV tersebut. Ia pun berkata panjang lebar pada Setyo.
"Tuan Setyo, apa anda siap menerima konsekuensinya dengan tindakan pelaporan yang anda lakukan barusan? apa lagi Kolonel ini tidak ada surat penangkapan secara resmi. Jadi ia asal tangkap saja, ini juga akan saya kenai sanksi."
"Anda bisa lihat sendiri bukti rekaman video CCTV yang di bawa oleh Nak Bagas ini."
Dan saat itu juga Komandan Arif segera memerintahkan salah satu anak buah pilihannya untuk memutar ulang rekaman video CCTV tersebut baik yang di lobi kantor maupun di toilet restoran.
Mata Setyo terbelalak tak percaya setelah melihat sendiri bagaimana kelakuan anak gadisnya yang ia pikir sangat sopan dan berpendidikan.
"Astaga, aku tidak menyangka jika anak gadis yang aku percaya sekali. Justru bertindak barbar, sungguh memalukan!"
"Jika seperti ini, aku akan terkena kasus sendiri. Sebaiknya aku minta maaf saja pada Bagas dari pada aku di penjara."
__ADS_1
Batin Setyo mulai ketakutan akan masuk kedalam penjara. Ia pun diam saja tak berani berkata lagi setelah melihat rekaman video CCTV tersebut.