Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Akhir Kisah


__ADS_3

Ais pun akhirnya menceritakan semuanya pada Juragan Wardi tentang yang dia tahu.


"Astaghfirullah aladzim, jadi yang menjadi wali nikah barusan itu bukan ayah kandung, Rindi?" tanya Juragan Wardi menatap ke arah Ais dan Bagas.


"Iya, Juragan. Karena saat ini Papahnya sedang di penjara untuk jangka waktu yang cukup lama," ucap Ais.


"Ini tidak bisa di biarkan saja, aku nggak mau anakku menikah dengan gadis penipu!" umpat Juragan Wardi kesal


Saat itu juga Juragan Wardi masuk ke acara pernikahan yang ternyata ijab qobul sudah dilaksanakan satu jam yang lalu.


Juragan Wardi menarik paksa tangan Aan dan membawanya menjauh dari Rindi. Ia menceritakan semuanya yang barusan di ceritakan oleh Ais kepada Aan.


"Ayah, tadi memang Ais sempat kaget pada saat melihat Rindi. Ia seperti kenal, dan pada saat Ais ingin mengatakan sesuatu, suaminya melarangnya. Malah mengajaknya pergi, mungkin merasa tak enak denganku," bisik Aan pada ayahnya.


Sementara gelagat Aan dan Juragan Wardi membuat curiga Rindi.


"Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan? kok menjauh dariku dan bisik-bisik seperti itu ya?" batin Rindi penasaran.


Tetapi ia tak enak jika akan menghampiri ayah mertua dan suaminya itu.


"Aan, ayah percaya dengan apa yang barusan Ais katakan. Sebaiknya kamu lekas bertindak sebelum semakin jauh melangkah. Ayah nggak mau kamu hidup dengan wanita pembohong seperti Rindi," bisik Juragan Wardi.


"Ayah, semua perlu bukti. Aku harus menyeledikinya dulu ke lapas, baru aku percaya sepenuhnya dengan apa yang barusan ayah katakan," bisik Aan.


"Ah, kelamaan! sudah begini saja, saat ini ayah akan langsung ke lapas mencari tahu. Kamu diam saja ya, tak usah mengatakan hal ini pada ibumu apa lagi pada, Rindi," bisik Juragan Wardi.


Saat itu juga ia pergi diam-diam di acara pesta pernikahan anaknya sendiri. Ia meminta beberapa anak buahnya untuk turut serta ke lapas.


'Ternyata Ais sudah pulang. Untung saja tadi aku sempat bertanya di lapas mana saat ini Papahnya Rindi di tahan," batin Juragan Wardi.


Perjalanan ke lapas hanya butuh beberapa menit saja. Kini Juragan Wardi dan beberapa anak buahnya telah sampai. Ia meminta izin untuk menjenguk Setyo.


"Maaf, anda siapa?" tanya Setyo memicingkan alisnya karena tak kenal dengan Juragan Wardi.


"Sebelum saya menjawab saya ini siapa, apakah anda kenal dengan wanita di foto ini?" Juragan Wardi balik bertanya seraya menunjukkan foto Rindi.


"Astaga, pak. Bukan kenal lagi, dia ini Rindi anak kandung saya dan anak semata wayang saya," ucap Setyo terkekeh karena merasa heran dengan pertanyaan dari Juragan Wardi.

__ADS_1


"Memang kenapa anda menanyakan tentang, Rindi? apakah ia telah berulah?" tanya Setyo tiba-tiba.


"Benar sekali, pak. Anak bapak telah menipu anak saya, ia saat ini menikah dengan anak saya dengan membawa seorang wali nikah yang dia katakan itu ayah kandungnya," ucap Juragan Wardi.


"Apa, jadi Rindi menikah? maaf, saya tidak paham dengan perkataan anda, pak?" tanya Setyo.


"Mungkin anak bapak membayar orang untuk berpura-pura menjadi ayahnya supaya bisa menikah dengan anak saya," ucap Juragan Wardi.


"Dari mana anda tahu saya ada di sini, sehingga anda tahu jika pria yang ada bersama Rindi bukan ayah kandungnya?" tanya Setyo penasaran.


"Itu tak penting darimana saya tahu. Saya hanya ingin meminta bantuan anda sebentar. Yakni anda datang ke acara pernikahan anak saya sekarang juga. Saya mohon, supaya permasalahan ini segera terselesaikan. Karena anak saya tidak percaya dengan apa yang saya katakan. Nanti saya yang akan meminta izin pada pihak kepolisian," ucap Juragan Wardi membujuk Setyo


"Baiklah, saya akan ikut bapak. Saya juga tidak terima dengan kelakuan Rindi yang sama sekali tidak menganggap saya ini papah kandungnya,' ucap Setyo.


Dia sudah sangat marah mendengar kebohongan yang telah di lakukan oleh Rindi. Dan saat itu juga, Juragan Wardi menghadap ke aparat kepolisian yang sedang bertugas. Untuk meminta izin mengajak Setyo sejenak.


Juragan Wardi tanpa ada rasa sungkan menjelaskan semuanya pada aparat kepolisian. Hingga aparat kepolisian tidak keberatan mengizinkan Setyo untuk sejenak ikut Juragan Wardi. Tapi dengan satu catatan, Setyo tetap dengan pengawalan dari pihak kepolisian.


Hingga saat itu juga, Setyo ikut Juragan Wardi ke resepsi pernikahan Rindi dengan di kawal beberapa aparat kepolisian. Sesampainya di acara pernikahan tersebut. Setyo langsung mendekati Rindi tanpa ada rasa malu walaupun banyak tamu undangan.


Aan pun merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh Rindi, hingga ia dapat menyimpulkan jika pria yang ada di hadapannya sekarang yang sedang mengenakan seragam nara pidana adalah ayah kandung Rindi.


Belum juga Aan berkata, Setyo sudah mengeluarkan emosinya tanpa malu di hadapan para tamu undangan.


"Rindi! kemari kamu, dasar anak durhaka! adanya papah di hukum di dalam penjara itu juga karena ulahmu! tetapi malah kamu menikah tanpa ada papah! dan mana wali nikah yang kamu sewa untuk menjadi Papah palsumu, hah?" bentak Setyo lantang.


Mendengar perkataan lantang dari Setyo, seorang pria paruh baya yang di sewa oleh Rindi untuk menjadi wali nikah akan kabur, tetapi ia langsung di cekal oleh dua anak buah Juragan Wardi.


"Rindi, pernikahanmu tidak sah! karena bukan papah yang menjadi wali nikahmu! cepat sini kemari, dasar anak durhaka!" bentak Setyo.


Namun Rindi tetap bersembunyi di balik punggung Aan. Hingga Aan pun menyingkir.


"Rindi, katakan apakah memang benar dia itu papah kandungmu?" tanya Aan tegas seraya menunjuk ke arah Setyo.


"Siapa bilang, aku sama sekali tidak mengenalnya. Ia itu yang papah kandungku," kilah Rindi.


"Astaga... Rindi! kamu tak akui papah?" ucap Setyo lantang.

__ADS_1


"Rindi, jika kamu tidak kenal dia. Kenapa kamu langsung ketakutan dan bersembunyi di punggungku? dan ia juga yang kamu sebut papah kandungmu, ia juga akan kabur! mengaku saja Rindi! semua sudah tahu!" ucap kentang Aan.


"Apa yang harus aku akui karena memang aku tak kenal narapidana itu. Aku takut karena ia tiba-tiba kok menghampiriku, aku takut ia menyakitiku," ucap Rindi berkilah lagi.


"Pak, katakan yang sebenarnya! anda ini siapa? jika bapak bohong, saat ini juga kami tangkap dan kami penjarakan!" ancam salah satu aparat kepolisian kepada pria paruh baya yang mengaku papah Rindi.


"Ja-ja-jangan...Pak Polisi. Saya mohon ampuni saya, baiklah saya akan mengaku. Memang saya di bayar oleh Mba Rindi untuk menjadi wali nikahnya dengan alasan ayah kandungnya sudah meninggal. Tetapi ia tidak punya surat kematian. Dan ia tak sempat mengurus karena pernikahan sudah mepet," ucap pria paruh baya tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari pria paruh baya itu, sudah terungkap kebohongan dari Rindi. Semua tamu undangan mencemooh kelakuan Rindi. Bahkan Setyo sudah tak mau ada di acara pesta itu. Ia meminta para aparat kepolisian yang mengawal dirinya untuk segera kembali ke lapas. Bahkan ia tak berkata apapun pada Juragan Wardi dan Aan.


Seperginya Setyo, Aan pun segera mengambil tindakan.


"Untuk semua yang hadir, tolong jangan pergi dulu ya. Kalian akan menjadi saksi bahwa sekarang juga aku talak Rindi di hadapan kalian semua. Dan saat ini juga Rindi sudah bukan lagi istri sah aku. Dan kamu Rindi, cepatlah kamu pergi dari sini dan jangan pernah melihatkan wajah kamu di depanku!" bentak Aan.


"Tidak, aku tidak terima dengan talak yang kamu ucapkan tadi! kita baru menikah, masa iya kamu talak aku begitu mudahnya," ucap Rindi.


"Aku juga tidak terima dengan kebohongan yang kamu lakukan! apa mau aku tempuh jalur hukum dengan kebohonganmu ini, hah! cepat kamu pergi dari sini, karena aku sudah muak melihat wajahmu itu!"


Dengan sangat terpaksa, Rindi pergi dari acara resepsi pernikahannya sendiri. Semua orang mencemooh tindakannya.


Esok harinya, Aan dan Juragan Wardi datang ke rumah Ais. Karena kebetulan Ais belum pergi untuk honeymoon, hingga Aan masih bisa bertemu hanya untuk mengucapkan terima kasih karena telah memberitahukan tentang Rindi.


**********


Beberapa bulan kemudian, Rindi menerima buah dari segala perbuatannya. Ia melahirkan tanpa ada seorang suami. Dan karena tak ingin terbebani dengan tanggung jawab merawat anak, ia pun memutuskan membuang bayi laki-laki yang baru ia lahirkan di sebuah pematang sawah.


Tetapi naas, tindakannya kepergok oleh beberapa warga. Dan saat itu juga Rindi di bawa ke kantor polisi. Rindi akhirnya mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama. Sementara bayi tersebut di bawa ke panti asuhan karena tidak ada yang mau mengadopsinya.


Berbeda dengan kehidupan Ais dan Bagas. Setelah beberapa bulan lamanya mereka menikah. Akhirnya kini Ais hamil dan di nyatakan jika saat ini Ais sedang mengandung anak kembar.


Kini sudah tidak ada lagi hambatan atau rintangan dalam kehidupan Ais dan Bagas. Mereka saat ini sedang menantikan kelahiran si kembar.


"***********T A M A T***********


Terima kasih untuk para readers yang telah setia menyimak karya remahan author ini. Doa yang terbaik untuk kalian semuanya.


Jika berkenan baca juga karya remahan author yang lain🀭🀭🀭😍😍😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2