Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Tidak Neko-Neko


__ADS_3

Hari berikutnya, Ais dan Bagas berbicara lebih serius lagi.


"Sayang, kamu kan sudah setuju jika kita secepatnya menikah. Lantas prosesi tunangan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Bagas memastikan.


Karena ia tak ingin memutuskan semuanya sendiri saja.


"Mas Bagas, aku tidak ingin yang mewah. Cukup kedatanganmu dan orang tuamu saja itu sudah cukup. Dan tak usah membawa banyak barang seperti yang sering aku lihat di acara prosesi pertunangan," ucap Ais.


"Apa kamu yakin, aku akan melakukan segalanya asal kamu bahagia. Jika kamu ingin prosesi pertunangan kita mewah dan di hadiri banyak orang, aku juga siap kok,' ucap Bagas.


"Tak usah Mas Bagas, janganlah membuang uang untuk hal yang tak berguna. Terpenting kan niatnya saja, datang kemari dengan orang tua Mas Bagas, tinggal bawa cincin saja untuk tanda atau simbol. Menurutku itu sudah cukup. Jika tak ada pertunangan juga menurutku nggak apa-apa bukan?"


Ais memang tipe gadis yang tak neko-neko. Ia seorang gadis yang sederhana dan juga tak menuntut macam-macam dari pasangannya.


Hanya satu yang utama baginya yakni seorang pria yang setia dan tanggung jawab. Ia selalu memimpikan ingin punya suami yang sifatnya seperti Ayah Lukman. Yang begitu tanggung jawab dengan keluarganya. Walaupun ia bukan orang kaya, tetapi ia begitu tanggung jawab.


"Ya sudah, jika begitu nanti aku akan katakan pada orang tuaku tentang hal ini," ucap Bagas.


**********


Beberapa hari kemudian, Bagas dan orang tuanya datang ke rumah Ais untuk prosesi lamaran dan penentuan hari baik untuk pernikahan Ais dan Bagas.


"Pak Lukman, kami datang kemari mewakili anak kami untuk mengikat Ais dan menentukan hari baik untuk pernikahan anak kita berdua," ucap Broto.


"Sesuai keinginan Ais, kami datang hanya berdua tanpa mengajak siapapun. Tetapi nanti jika acara pernikahan, pasti sanak saudara kami akan datang semua karena kebetulan kami ini memiliki banyak kerabat dan saudara," ucap Broto.


Acara pertunangan begitu sederhana, hanya di saksikan oleh beberapa tetangga sekitar rumah Ayah Lukman dan juga memanggil Pak RT setempat. Dari pihak Bagas juga hanya orang tua serta bibi dan security serta sopir pribadi keluarga mereka.

__ADS_1


Acara pertunangan yang dilakukan sangat sederhana tersebut tidak memakan waktu lama karena mereka hanya membicarakan seputar pertunangan dan hari baik yang telah mereka pilih untuk kelak melangsungkan pernikahan.


"Ais-Pak Lukman, kami telah menentukan untuk hari pernikahan yang terbaik untuk Ais dan Bagas yakni di bulan Januari tepatnya di awal Januari," ucap Broto.


"Berarti masih ada waktu empat bulan untuk mengurus semua yang di butuhkan untuk pernikahan," ucap Broto.


Mendengar apa yang di katakan oleh Broto, Ayah Lukman begitu terharu mendengarnya. Ia sama sekali tidak pernah bermimpi jika akan mempunyai menantu yakni mantan majikannya sendiri.


"Tuan besar-nyonya besar, saya sebagai orang tua Ais sangat mengucap rasa syukur dan berterima kasih. Karena anak saya akan di pinang oleh Den Bagas."


"Ini suatu kehormatan bagi kami yang hanya kasta bawah. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih."


"Kami tidak muluk-muluk, tidak menginginkan pesta mewah untuk acara pertunangan ini ataupun untuk acara pernikahan kelak."


"Sudah di pinang dan di nikah saja kami sudah sangat bahagia dan bersyukur, Tuan Besar-Nyonya Besar."


"Ayah, jangan memanggil orang tuaku formal seperti itu. Dan jangan memanggil aku Den lagi. Sudah aku katakan panggil sewajarnya saja," ucap Bagas menegur Ayah Lukman.


"Ya Pak Lukman, panggil kami nggak usah pake embel-embel Nyonya dan Tuan. Kesannya itu bagaimana begitu, yang Bagas katakan itu benar," ucap Broto.


"Pak Lukman, kami tidak pernah melihat seseorang untuk dari seberapa harta yang mereka punya. Tapi yang kami lihat itu adalah sisi baiknya."


"Makanya kami sanggat mendukung penuh pada saat Bagas mengatakan suka pada Ais. Karena kami melihat kebaikan yang terpancar pada diri Ais."


"Harta itu bisa di cari, Pak Lukman. Tetapi untuk sifat baik dan sopan itu sangat jarang di cari pada gadis jaman sekarang."


"Bahkan yang sering kami temui gadis-gadis sekarang itu hanyalah pandai memoles diri tapi tidak memoles hati."

__ADS_1


"Tapi sejak kami bertemu dengan Ais, ia bagi kami berbeda dengan gadis lain. Apa lagi dengan sifat anak kami yang dulu sangatlah pemarah."


"Kami sangat kaget, pada saat Bagas dengan mudahnya menghilangkan sifat pemarahnya sejak dekat dengan Ais."


"Kehadiran Ais itu berdampak positif bagi anak kami. Makanya kami selalu mendukung penuh hubungan mereka berdua hingga ke jenjang pernikahan."


Semua tetangga Ais begitu kagum pada Ais. Karena selama ini mereka melihat sifat Ais memang begitu ceroboh walaupun baik dan suka menolong.


Mereka yang hadir di acara pertunangan itu memuji Ais di dalam hati mereka apa lagi Pak RT. Jarang sekali ada seorang majikan menimang bawahannya.


Bahkan sifat majikannya ini sangat bijaksana dan ramah tamah tidak sombong.


"Beruntung sekali Ais mendapatkan calon suami yang sangat kaya raya juga tampan sekali. Apalagi kedua orang tuanya tidak sombong dan baik seperti ini. Suatu teladan yang pantas di tiru, dan semoga saja kelak anak gadisku bernasib baik seperti Ais," batin Pak RT.


"Ais memang ceroboh suka haha hihi dan anaknya. Tetapi ia suka sekali membantu, di tengah kondisi keuanganmya saja susah. Aku juga tak pernah melupakan kebaikanmu, Ais. Dimana di saat kamu sendiri butuh uang itu untuk bayar sekolah adik-adikmu, tetapi kamu dengan suka rela memberikan padaku untuk biaya rumah sakit anakku waktu itu. Dan bahkan kamu tidak berharap uang itu kembali. Mungkin ini balasan dari kebaikanmu dan ayahmu, hingga kamu berjodoh dengan anak orang kaya," batin salah satu tetangganya.


Di lingkup masyarakat di desanya, Ais memang terkenal suka sekali bercanda dan suka usil. Tetapi ia juga suka membantu segala kesusahan para tetangganya.


Makanya lingkup masyarakat sangat peduli dengan kehidupan Ais. Seperti sekarang ini banyak yang dengan senang hati, hadir untuk menghadiri acara pertunangan Ais.


*********


Satu hari sudah berlalu dari acara pertunangan tersebut. Kini Ais dan Bagas menjalankan aktifitas seperti sediakala.


Sejak pertunangan ini, Ais sering mengirimkan masakan ke rumah Bagas untuk kedua orang tuanya.


Bahkan tiap kali kedatangan Ais sangat di sambut baik oleh Eti. Ia sangat sayang pada Ais seperti pada anaknya sendiri. Karena memang dari dulu ia menginginkan seorang banyak perempuan.

__ADS_1


__ADS_2