Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Permasalahan Rindi


__ADS_3

Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa tinggal satu bulan lagi pernikahan Ais dan Bagas. Hati Bagas sudah tak sabar lagi untuk bisa cepat ke pelaminan.


"Sayangku cintaku yang bla em bla em. Apa sebaiknya kita percepat saja ya pernikahan kita?" Bagas genit menaik turunkan alisnya seraya terkekeh.


"Ist, memangnya kenapa Mas Bagas?" tanya Ais memicingkan alisnya.


"Karena aku sudah tidak sabar lagi untuk mengajakmu honeymoon," ucap Bagas mencolek hidung Ais.


"Hem, pikiran ke arah itu-itu melulu dech," rajuk Ais.


"Ya sudah pikiran aku sudah nggak ke itu-itu lagi tapi ke ini-ini saja ya." Bagas kembali lagi mencolek hidung Ais.


"Mas, perasaan dari awal kita pacaran. Mas suka banget dech sebentar-sebentar mencolek hidungku?"


Bagas menghela napas panjang," Ais sayangku cintaku kasihku pujaanku, kenapa sih protes mulu dech."


Ais pun kemudian terkekeh, melihat sikap calon suaminya yang kini lebih suka bercanda di banding sebelumnya pada saat mereka masih bagaikan Tom dan Jerry.


Berbeda situasi yang sedang di rasakan oleh Rindi. Ia justru sekarang sedang frustasi, karena pergaulan bebasnya berdampak pada dirinya saat ini hamil satu bulan.


"Bagaimana ini, aku hamil seperti ini? sedangkan para pria yang pernah berkencan denganku tak ada satupun yang mau menikahiku."


"Apa sebaiknya aku kembali lagi bertanya pada mereka satu persatu ya. Semoga saja kali ini ada satu diantara mereka yang mau bertanggung jawab dengan kehamilanku ini."


Saat itu juga Rindi pergi untuk menyambangi beberapa pacarnya. Pertama ia pergi ke sebuah apartement mewah milik seorang pria seusia Bagas. Belum juga Rindi berkata, pria ini sudah mengusirnya terlebih dahulu.


"Untuk apa kamu datang kemari? apa belum cukup dengan apa yang aku katakan padamu kemarin? aku tidak mau menikahi dirimu. Karena apa yang kita lakukan atas dasar suka sama suka. Lagi pula pada saat aku melakukan itu, kamu sudah tidak perawan. Bisa jadi itu anak pria lain," ucap pria itu lantang.


Tanpa pikir lama, pria itu meminta security untuk menguair Rindi.

__ADS_1


"Pak, lain kali jangan ceroboh seperti ini. Lihatlah, kecerobohan bapak membuat orang asing ini masuk! cepat bawa ia pergi dan pastikan supaya ia tidak masuk ke apartementku lagi!' perintah pria itu pada security


Saat itu juga Rindi di usir dari pelataran apartement milik pria kaya itu.


"Ya ampun, aku belum juga mengatakan satu patah kata. Malah sudah di usir seperti ini. Dasar pria tidak bertanggung jawab, mau enaknya saja!"


Dengan sangat terpaksa, Rindi pergi meninggalkan apartemeny mewah itu. Ia pun melanjutkan perjalanannya ke rumah pria yang kedua yang juga pacarnya.


Di rumah pacar keduanya, Rindi harus alami hujatan dan hinaan. Karena ternyata pacar ke dua Rindi ini sudah mempunyai seorang istri.


"Heh, aku sudah tahu siapa kamu! wanita murahan yang suka sekali goda laki orang! giliran hamil yang di kejar laki aku! pergi sana kamu dari sini, dan awas ya kalau kamu datang lagi aku akan nekad untuk bertindak kasar padamu;" bentaknya dan langsung menutup pintu gerbang dengan membantingnya membuat Rindi sempat terlonjak kaget.


Wanita itu langsung mengunci pintu gerbangnya dari dalam sambil tetap mengoceh tak jelas juntrungannya.


"Aku pikir tamu sialan, ternyata pelakor yang ingin meminta pertanggung jawaban pada suamiku."


Dia kali Rindi alami penolakan dari kedua pacarnya.


"Ah, jangan patai semangat dulu. Aku harus usaha lagi ke rumah pacar ketigaku pasti ia mau bertanggung jawab."


Rindi tak kenal lelah berusaha untuk mencari pertanggung jawaban dari rumah ke rumah beberapa pacarnya.


Pada saat sampai di rumah pacarnya yang ke tiga. Ia juga kami penolakan.


"Rindi, kamu pikir aku ini bodoh? aku di minta tanggung jawab untu kehamilanmu? sedangkan aku tahu itu bukanlah anakku."


"Dengan begini aku jadi tahu kamu ini wajnita seperti apa dan bagaimana."


"Aku pikir kau ini baik, dan tidak banyak tingkah. Tapi setelah aku tahu tentang kehamilan dirimu ini justru aku malah menyesal telah sempat kenal denganmu."

__ADS_1


"Asal kamu tahu ya, Rindi. Aku ini sudah di vonis bakalan tidak punya anak. Karena aku ini mandul. Ternyata kamu melakukan bukan hanya dengan aku."


"Bahkan pada saat kita berhubungan, kamu sudah tidak perawan bukan. Semoga kecewa diri ini, tapi ya sudah lah mau bagaimana lagi.'


"Apa masih kurang dengar pada saat aku mengatakan padamu, kita putus dan kamu jangan ganggu hidup aku lagi. Carilah pria yang benar-benar ayah kandung dari anakmu ini."


Mendengar akan hal ini, Rindi pun kembali kecewa dan ia pergi berlalu begitu saja.


"Harapanku tinggal pada ke pacar ke empat aku."


Rindi melajukan mobilnya ke rumah pacar ke empatnya yang ternyata pria paruh baya sepadan dengan papahnya sendiri.


"Rindi, aku melakukan hubungan denganmu kan pasti memberikan uang. Aku di sini bayar loh padamu, bukan gratisan seperti pacar-pacar mu yang lain. Aku nggak mau menikahi dirimu. Sana pergi dari sini sekarang juga, jangan sampai aku hilang kendali dan berbuat kasar padamu!"


Hingga pada akhirnya, Rindi pun kembali kecewa untuk yang ke empat kalinya.


"Aku pikir mereka tidak tahu apa yang aku lakukan, dengan punya pacar lebih dari satu. Karena aku selalu menyembunyikan hati diri dari pacar-pacarku," baton Rindi.


Rindi melajukan mobilnya arah pulang karena ia sudah tidak bisa lagi mencari cara untuk bisa memperoleh pertanggungjawaban dari ke empat pacarnya.


"Jika sudah begini tidak ada jalan lain lagi selain aku lakukan aborsi. Jika baru satu bulan pasti tidak akan terlalu sulit Karena masih sangat kecil."


Rindi masih saja berbuat jahat, iys ingin membuang janin yang tak berdosa dan tak tahu apa-apa. Tetapi ia melakukan sendiri karena ia tak ingin mengeluarkan banyak uang untuk membayar jasa tukang aborsi.


Rindi melompat-lompat tinggi supaya janinnya rontok. Rindi juga minum minum minuman yang bersoda di campur dengan obat-obatan warung..


Namun dua usaha ini tidaklah menempuh hasil yang baik. Karena kandung tetap sehat pada saat ia periksa lagi kandungannya.


Rindi tak menyerah begitu saja, ia mencari cara lain yakni minum jus nanas muda, namun malah ia muntah.

__ADS_1


Berbagai cara di lakukan oleh Rindi untuk menggugurkan kandungannya tetapi tetap saja janin kuat di dalam kandungan Rindi.


__ADS_2