Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Di Tangkap Polisi Kembali


__ADS_3

Bagas merasa lega setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Komandan Arif barusan padanya. asaat itu pun juga iya pergi meninggalkan kantor polisi tersebut mengajak serta Risa.


"Risa, kamu dengar sendiri kan apa yang barusan dikatakan oleh Komandan Arif? ia adalah sahabat baik papahkuku jadi kamu tak perlu risau lagi tak perlu khawatir, karena kamu tidak akan mendapatkan hukuman hanya Om Setyo saja yang akan mendapatkan hukuman," ucap Bagas mencoba meyakinkan Risa karena saat ini wajah Risa terlihat sangat jelas begitu khawatir.


"Baiklah Tuan Bagas, saya percaya dengan apa yang barusan Tuan katakan," ucap Risa walaupun di dalam hatinya sedikit ada rasa ragu.


"Syukurlah kalau begitu, sekarang kamu fokus saja dengan kesehatan ibumu juga pekerjaanmu. Dan aku harap kesempatan kedua yang aku berikan padamu tidak kamu sia-siakan. Aku minta kamu jangan kecewakan aku kembali karena jika hal itu terjadi kamu membuat suatu kesalahan lagi aku tidak akan sebab-segan melaporkan ke polisi dan membuatmu di penjara dalam waktu yang cukup lama," ucap Bagas dengan pastinya.


"Baiklah Tuan, saya janji tidak akan mengecewakan Tuan kembali. s


Saya sudah sangat bersyukur karena saya tidak dilibatkan dalam kasus Om Setyo," ucap Risa seraya tertunduk lesu.


Tak berapa lama mereka pun telah sampai di pelataran kantor dan segera keduanya keluar dari mobil. Bagas menyerahkan kontak mobil kepada security untuk dibawanya ke tempat parkiran khusus mobil, sementara ia melangkah masuk ke dalam kantor.


*******


Sore menjelang, saatnya para pekerja kantor pulang ke rumah masing-masing. Dan saat ini Bagas pun pulang ke rumah. Sejenak ia melakukan ritual mandi sorenya setelah itu ia bersantai sejenak di teras halaman bersama dengan orang tuanya.


"Bagas, tumben kamu tidak ke restoran? biasa sepulang kerja kamu langsung ke restoran dulu?" tanya Mamah Eti.


"Sengaja mah, karena tadi Ais berpesan untuk tidak ke restoran dulu karena kebetulan di restoran itu sedang sangat ramai para pengunjungnya.Ia belum mau pulang masih lama katanya jadi ya aku belum ke sana mah. Nanti kalau Ais mau pulang pasti dia kirim pesan ke nomor ponselku mah," ucap Bagas.


"Lantas bagaimana pekerjaanmu di kantor Bagas, papah lihat sepertinya kok kamu terasa lelah sekali!" tanya Papah Broto penasaran.


"Ada sedikit masalah di kantor pah, bahkan aku barusan dari kantor polisi untuk menemui, Om Arif," ucap Bagas singkat.

__ADS_1


"Memangnya ada masalah apa kok sampai harus melibatkan Om Arif segala?" tanya Papah Broto semakin penasaran.


Bagas pun menceritakan bagaimana ia tak sengaja memergoki Risa sedang berusaha mencuri segala berkas dan dokumen penting yang ada di ruang kerjanya.


"Astaga bagaimana bisa ruanganmu bisa di bobol oleh sekretaris barumu itu Bagas? ini tidak bisa dianggap enteng loh," ucap Papah Broto menggelengkan kepalanya.


"Maka dari itu pah, semua berkas dan dokumen penting aku bawa pulang saja ke rumah karena sekarang ruang kerjaku tidak aman juga aku belum merenovasi pintu supaya pintunya tidak bisa di bobol lagi," ucap Bagas


Berbeda situasi di rumah Setyo yang saat ini Komandan Arif telah sampai di depan pintu gerbang rumah Setyo. Setyo begitu kaget dan memicingkan alisnya pada saat melihat kedatangan Komandan Arif dengan beberapa anak buahnya.


"Untuk apa lagi komandan itu datang ke rumahku, bukankah kasusku sudah selesai?" batin Setyo penuh tanda tanya.


"Selamat sore Tuan Setyo, mohon maaf jika saya mengganggu waktu santai anda," sapa Komandan Arif tanpa seulas senyum pun.


"Selamat sore juga komandan, kiranya ada apa ya anda datang kemari? bukankah kasus saya sudah selesai beberapa hari yang lalu?" tanya Setyo penasaran.


Saat itu juga anak buah Komandan Arif mencekal lengan kanan dan kiri Setyo. Mereka membawanya paksa menuju ke mobil patroli polisi diikuti oleh langkah kaki Komandan Arif.


Rindi yang pada saat itu baru keluar dari rumahnya dan mencari keberadaan Setyo, ia begitu terkejut saat melihat Setyo dicekal oleh beberapa aparat polisi dan di bawahnya pergi.


Sebenarnya ada apa lagi, kenapa papah kok bisa ditangkap oleh polisi kembali?" gumamnya seraya melangkah cepat ke arah garasi mobil karena ingin mengikuti mobil polisi yang telah membawa Setyo pergi.


Sesampainya di kantor polisi, Komandan Arif menceritakan segalanya menjelaskan sedetail mungkin kepada Setyo.


"Komandan, saya sama sekali tidak terima dengan tuduhan yang dilakukan oleh Bagas karena saya sama sekali tidak memerintah siapapun untuk mencuri berkas atau dokumen penting yang ada di kantor Bagas."

__ADS_1


"Bahkan saya sama sekali tidak mengenal dengan yang namanya Risa. Siapakah itu Risa, yang mengaku-ngaku menjadi keponakan saya? seenaknya saja ia melemparkan kesalahan kepada saya yang tak tahu apa-apa."


"Saya bisa menuntut balik Bagas dan perempuan yang mengaku keponakan saya itu komandan."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Setyo, Komandan Arif hanya tersenyum sinis.


"Tuan Setyo, kenapa anda selalu saja perkilah dan banyak alasan padahal anda yang melakukan hal itu."


"Anda pikir bisa mengelabui kami pihak kepolisian. Karena kami tidak sebodoh yang kamu kira."


"Sebelum kami melakukan penangkapan terhadap anda, terlebih dahulu kami juga menyelidiki seluk-beluk tentang wanita yang bernama Risa tersebut."


"Dan kami menemukan bukti yang sangat kuat jika memang Risa adalah keponakan terdekat anda yakni anak dari kakak anda yang telah meninggal dunia."


"Semua kehidupan tentang keponakan anda dan anda sudah saya ketahui, jadi jangan coba-coba berkilah atau membantah lagi bahkan memberikan ucapan dusta kepada saya."


Saat itu juga Komandan Arif membeberkan semua bukti-bukti tentang Risa adalah keponakan terdekat dari Setyo. Dan juga bukti tentang kejahatan yang di lakukan oleh Risa.


Komandan Arif juga memperlihatkan bukti chat pesan pribadi ke nomor ponsel Risa. Dimana dirinya mengirim pesan pada Risa untuk meminta ia mencuri' semua dokumen penting yang ada di kantor Bagas.


Bahkan tanpa Setyo tahu, Komandan Arif menghubungi nomor ponsel Setyo dan saat itu juga nomor ponselnya di angkat, akan tetapi tidak ada sahutan.


"Tadi saya yang menelpon anda, Tuan Setyo. Dan nomor ponsel anda barusan adalah nomor ponsel yang sempat mengirim chat pesan kepada Risa."


"Anda sudah tidak bisa mengelak lagi karena semua bukti sudah mengarah pada anda."

__ADS_1


"Lagi pula anda dengan sengaja' mengancam banyak hal pada Risa bukan jika ia tak mau menjalankan perintah anda. Anda akan melakukan hal buruk pada ibu, Risa."


__ADS_2