Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Kecewa


__ADS_3

Esok hari menjelang, kebetulan hari libur. Ais memutuskan untuk tidak datang ke restorannya walaupun restoran buka setengah hari.


Selagi Ais asik duduk di teras halaman sembari memainkan ponselnya, datanglah juragan Wardi bersama Aan. Keduanya merasa terpana dan heran karena rumah Ais yang sekarang jauh lebih besar dengan rumah Ais yang dahulu.


"Lihatlah, ayah. Rumah Ais kini bagus ya, padahal baru beberapa bulan saja kita tidak bermain kemari, tetapi rumahnya sudah sangat berbeda," ujar Aan seraya terus menatap takjub rumah Ais.


Walaupun mini malus tapi kini di bangun dua lantai dan tatanannya sangat apik. Ais yang sedang asik bermain ponsel karena sedang chatingan dengan Bagas, sana sekali tidak menyadari kedatangan Juragan Wardi dan Aan.


"Ehem"


Ais pun menoleh ke sumber suara tersebut, ia kaget karena Juragan Wardi dan Aan sudah ada di depan matanya.


"Astaga, maafkan aku Juragan. Aku tidak tahu jika ada Juragan dan Aan datang aku terlalu fokus bermain ponsel. Mari silakan masuk Juragan-Aan," ucap Ais bangkit dari duduknya.


Keduanya langsung masuk dan duduk di ruang tamu, sementara Ais masuk ke dalam memanggil bibi untuk membuatkan minuman. Ia pun tak lupa memanggil Ayah Lukman yang kebetulan juga meliburkan diri.


"Wah... ada Wardi dan Aan, sudah lama ya kita nggak ketemu."


Ayah Lukman langsung menyayangi Juragan Wardi dan juga Aan.


"Bagaimana kabarmu, Lukman? sudah beberapa bulan juga kamu tidak pernah main ke rumahku sejak Ais terakhir kali tidak kembali bekerja menjadi sopir angkot," sapa Juragan Wardi.


"Alhamdulillah kabar kami sekeluarga baik, semoga kabarmu sekeluarga juga baik ya Wardi."


"Maafkan aku ya nggak pernah main, karena aku juga sekarang sudah sibuk sekali karena kebetulan mengelola sebuah restoran yang tak jauh dari rumah ini."


Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Ayah Lukman, Juragan Wardi pun merasa kagum.


"Lah... sekarang ayah dan anak ini sudah sama-sama sukses ya. Kemarin kami juga bertemu Ais di restoran yang sedang viral itu loh," ucap Juragan Wardi.

__ADS_1


Sejenak mereka pun bercengkrama panjang lebar, bahkan tanpa sungkan Ayah Lukman pun menceritakan budi baik calon menantunya yang bernama Bagas.


Dia menceritakan adanya restoran tersebut juga karena pemberian modal yang diberikan oleh Bagas.


Sedangkan restoran yang viral yang saat ini dikelola oleh Ais adalah hasil kerjasama Ais dengan seorang pengusaha ternama yakni Bu Ira.


"Wah jadi sebentar lagi Ais mau menikah ya, jangan lupa ya untuk mengundang kami ucap," Juragan Wardi.


"Pastinya kami akan mengundang kamu sekeluarga Wardi, karena bagaimanapun kamu juga pernah percaya dalam hidup kami," ucap Ayah Lukman.


Kini Aan sudah tidak penasaran lagi dengan status Ais, justru ia sekarang ini merasa kecewa dan sedih karena apa yang dipikirkannya ternyata salah.


"Aku pikir Ais telah putus dengan bosnya itu, tetapi malah ia akan menikah dua bulan lagi. Pupus sudah harapanku untuk bisa mendekati Ais kembali."


"Aku pikir untuk sementara waktu aku tidak mendekati Ais, menunggu ia putus dengan pacarnya tetapi perkiraanku malah salah."


"Hem, akunya saja yang bodoh. Mana mungkin Ais secepat kilat bisa menjadi sukses jika tidak ada dukungan materil dari seseorang. Kenapa aku tidak berpikir hingga sejauh itu ya?"


"Ternyata memang semua ini karena dukungan dari Bagas itu. Aku lihat Pak Lukman sangat memuji calon menantunya itu."


Setelah cukup lama berada di rumah Ais, akhirnya Juragan Wardi dan Aan pun berpamitan pulang.


Sepanjang perjalanan pulang, Aan hanya diam saja ia tak berkata sama sekali. Juragan Wardi bisa menebak apa yang sedang saat ini Aan pikirkan.


"Sudahlah, An. Tak perlu kamu kecewa ataupun kamu sedih, anggap saja jika Ais itu bukanlah jodoh kamu. Pasti suatu saat nanti kamu akan menemukan gadis yang lebih baik dari Ais."


"Bukankah dari beberapa bulan lalu, ayah telah mengatakan hal ini padamu. Pada saat kamu bercerita jika Ais menjalin hubungan dengan bosnya itu."


"Kenapa kamu masih saja berharap pada Ais? seharusnya sejak saat itu kamu memutuskan untuk move on dari Ais dan membuka hatimu untuk gadis lain."

__ADS_1


Aan tidak merespon apa yang dari tadi Juragan Wardi katakan, dia hanya diam dan diam saja.


Bahkan hingga sampai di rumah pun Aan masih tetap dia tidak mengatakan apapun. Bu Warsem yang sempat melihat raut wajah Aan yang murung menjadi penasaran.


"Ayah, kenapa pulang-pulang Aan wajahnya ditekuk seperti itu?" tanya Bu Warsem.


"Nggak apa-apa kok, mungkin dia lagi lelah saja," ucap Juragan Wardi akan berlalu pergi tetapi langkahnya di hentikan oleh Warsem.


"Nggak apa-apa bagaimana? wajahnya terlihat murung sekali seperti itu kok. Kenapa sih ayah tidak mau bercerita padaku, kenapa juga menyembunyikan hal ini padaku?" terus saja Warsem memojokkan Juragan Wardi dengan serentetan pertanyaan.


Hingga pada akhirnya, Juragan Wardi bercerita panjang lebar.


"Oalah, gara-gara gadis bar-bar itu toh? Walaupun misalnya Ais itu sendiri, sampai kapan pun aku tidak akan pernah setuju! Untung saja dia sudah punya calon suami dan sebentar lagi akan menikah."


"Dengan begitu aku nggak usah khawatir kalau Aan sampai dekat dengan Ais. Nanti aku carikan gadis yang cantik yang sifatnya tidak bar-bar seperti Ais.'


"Ayah tenang saja nggak usah khawatir, ibu punya banyak kenalan gadis cantik dan berpendidikan setara Aan yang kuliahan. Nggak seperti Aus yang cuma lulusan SLTA saja."


Mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya tak lantas membuat hati Juragan Wardi menjadi senang. Ia malah hanya menggelengkan kepalanya seraya berlalu pergi dari hadapan istrinya yang sangat cerewet itu.


"Seorang ibu kok ya nggak peka dengan perasaan seorang anaknya. Hanya harta tahta saja yang ada di otak istriku. Kasihan juga Aan, mungkin jika sejak awal istriku tidak pernah kasar pada Ais, cerita lain."


"Bisa saja mereka saat ini telah bersama dan berbahagia. Hem entahlah, karena jodoh itu sebuah misteri dari Yang Maha Kuasa."


"Jika di kejar ia malah menjauh, tetapi jika tidak di kejar ia malah mendekat. Benar-benar kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa nantinya."


Gerutu Juragan Wardi di dalam hatinya. Ia pun masuk ke dalam kamarnya seraya menatap ke langit-langit kamar dan pikiran sejenak traveling. Hingga lambat laun pandangannya meredup dan ia tertidur pulas di pagi hari.


Berbeda dengan Aus yang saat ini sedang kedatangan tamu yang tak lain adalah Bagas yang akan mengajak Ais dan si kembar untuk sejenak healing.

__ADS_1


__ADS_2