Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah

Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah
Menghadiri Persidangan


__ADS_3

Setelah melihat semua bukti yang ditunjukkan oleh Komandan Arif, Setyo pun mati kutu ia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Sialan, bagaimana Risa ketangkap basah pada saat akan mencuri dokumen penting di kantor Bagas?"


"Jika begini caranya, aku benar-benar akan masuk ke dalam penjara lagi."


Selagi Setyo terus saja melamun, datanglah Rindi. Ia pun memberanikan diri bertanya pada Komandan Arif.


"Maaf, Komandan. Kenapa papah saya di tangkap lagi?" tanya Rindi penasaran.


"Karena Papahmu membuat masalah lagi dengan Bagas. Ia memerintah kepada keponakannya untuk mencuri semua dokumen penting yang ada di kantor Bagas. Tapi orang suruhannya itu gagal karena kepergok langsung oleh, Bagas," ucap Komandan Arif menjelaskan pada Rindi.


"Apa benar seperti itu, pah?"


Namun pertanyaan dari Rindi tidak segera dijawab oleh Setyo, ia hanya diam tertunduk.


"Pah, kenapa diam saja? coba jawab pertanyaanku tadi, apa benar yang dikatakan oleh Komandan Arif?" tanya Rindi kembali.


"Iya Rindi, itu memang benar."


Akhirnya Setyo menjawab pertanyaan dari anak itu.


"Astaga papah, kenapa melakukan hal ini?" protes Rindi.


"Sudah diam kamu, tak usah banyak berkata lagi! aku tak suka dengan kata-katamu itu, pergilah dari sini!" Setyo


justru mengusir Rindi begitu saja.


"Ya sudah kalau papah maunya begitu, aku akan pergi sekarang."


Hingga akhirnya Rindi pun berlalu pergi dari kantor polisi tersebut tanpa menghiraukan Papahnya yang sebentar lagi akan mendekam kembali ke dalam penjara.

__ADS_1


"Seharusnya papah kalau ingin bertindak apapun itu dipikir dulu atau cerita dulu kek sama aku, tetapi dia bertindak sendirian akhirnya seperti ini kan?" batin Rindi kesal.


"Jika seperti ini lantas apa yang harus aku perbuat coba? aku tidak akan bisa menolong papah, apalagi kekuasaan Komandan Arif itu begitu besar," batinnya lagi.


"Ah bodoh amat, salah siapa tidak berkata padaku. Selalu saja mengambil tindakan sendiri. Tetapi jika papah masuk penjara lagi, lantas bagaimana dengan perusahaannya ya? aku sama sekali tidak tahu cara memimpin perusahaan," batinnya lagi.


Rindi terus saja mengeluh mengumpat di dalam hatinya setelah mengetahui kejadian yang menimpa pada Setyo. Dia sama sekali tak sedih atau khawatir, justru terus saja menyalahkan Setyo atas apa yang telah di lakukan olehnya.


Beberapa saat kemudian, ada satu undangan untuk Bagas segera datang ke kantor polisi. Saat itu juga ia datang bersama dengan Papah Broto.


Sesampainya di kantor polisi, Setyo langsung mengumpat begitu saja.


"Heh Bagas, jahat sekali kamu melakukan ini padaku? apa maksudmu sih?"


"Heh, Om Setyo. Nggak kebalik tuh," ejek Bagas tersenyum sinis.


"Bagas, nggak usah di layani orang seperti Setyo," tegur Broto.


"Nak Bagas, kamu tenang saja ya. Semua bukti sudah jelas dan sangat akurat jadi bisa untuk membuatnya mendekam di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama," ucap Komandan Arif.


Setyo kini tak bisa berkoar-koar lagi, dia diam saja setelah mendengar perkataan dari Komandan Arif. Wajahnya pucat pasi dan gemetaran tubuhnya.


"Setyo, kenapa diam? kamu pasti takut kan akan masuk penjara lagi? makanya kalau mau bertindak itu di pikir sebab dan akibatnya. Seharusnya kamu itu bersyukur, waktu itu di penjara hanya beberapa bulan saja. Bagas pikir itu untuk membuat jera dirimu, tapi bukannya jera malah kamu melakukan hal yang lebih parah. Dan aku pastikan kini Bagas tak akan memberikan ampun lagi," ucap Broto.


Untuk sementara waktu, Setyo di tempatkan di sel sementara. Lagi pula Komandan Arif juga akan sejenak bercengkrama dengan Bagas dan juga Broto.


"Arif, terima kasih ya. Kamu selalu saja menolong anakku di saat ia alami permasalahan seperti ini." Ucap Broto seraya menepuk bahu Arif.


"Tak usah sungkan, Broto. Apa yang aku lakukan ini belum seberapa di banding dengan jasa orang tuamu dulu yang selalu ada untuk membantu orang tuaku," ucap Arif.


"Sudahlah, Arif. Semua itu tak perlu di bahas lagi, orang tuaku pasti tulus ikhlas bahkan mereka saat ini sudah tenang di alam sana. Dan tak berharap kamu membalas segala budi baik mereka," ucap Broto.

__ADS_1


Ternyata hubungan Arif dan Broto begitu erat karena Arif merasa berhutang budi dengan mendiang orang tua Broto.


Dulu kala orang tua Brotolah yang merawat Arif pada saat ia sempat hilang. Dengan susah payah juga orang tua Broto mencari keberadaan orang tua Arif.


Hingga saat ini Arif tak akan melupakan kebaikan orang tua Broto.


Setelah cukup lama Broto dan Bagas bercengkrama dengan Komandan Arif. Mereka pun berpamitan pulang.


*******


Esok harinya diadakan suatu sidang untuk menentukan masa tahanan bagi Setyo dan pada saat akan diadakan sidang tersebut tidak terlihat batang hidung dari Rindi.


"Ke mana Rindi, kenapa dia tidak datang kemari? apa dia sudah tidak peduli denganku sama sekali padahal aku ini Papahnya," batin Setyo celingukan ke kanan dan ke kiri.


Bahkan Setyo meminta pada hakim untuk sejenak menunda persidangan menunggu sampai anaknya datang terlebih dahulu.


Namun sudah sampai dua puluh menit menunggu tidak juga datang Rindi hingga pada akhirnya persidangan pun segera dimulai.


Persidangan dihadiri hanya oleh beberapa orang saja seperti Bagas, Broto dan juga Risa sebagai seorang saksi.


Sebelum persidangan dimulai terlebih dahulu hakim meminta saksi untuk segera maju ke depan mengatakan apa yang ia tahu. Saksi tersebut adalah Risa, ia pun mengatakan banyak hal di depan hakim tanpa ada yang di tutupi lagi.


Bahkan ia juga memperlihatkan bukti chat pesan ancaman dari Setyo padanya.


Setelah cukup lama Risa berkata di depan persidangan, ia pun di perintah untuk kembali ke tempat duduknya dan pada saat ia melangkah akan duduk, Setyo menatapnya dengan tatapan membunuh. Risa pun segera mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Lihat saja Risa, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Selepas aku keluar dari penjara ini orang yang pertama aku datangi adalah dirimu. Dan aku pastikan kamu akan membayar dengan harga yang mahal atas apa yang telah kamu lakukan padaku, bahkan bukan hanya dirimu saja tetapi ibumu pun akan menjadi target balas dendamku," batin Setyo.


Pengacara dari Bagas pun juga memberikan barang bukti yang akurat tentang kejahatan Setyo, sementara dari pihak Setyo tidak ada satu pengacara pun atau pembela yang datang untuk membantu dirinya di persidangan tersebut.


Karena beberapa pengacara yang dihubungi oleh Setyo untuk membantunya mereka menolaknya. Tidak bersedia untuk membantu dirinya karena mereka tahu jika Setyo melakukan kesalahan yang sangat fatal.

__ADS_1


"Sialan, Bagas menggunakan pengacara sedangkan diriku hanya seorang diri tanpa ada yang membela pastinya aku akan kalah," batin Setyo.


__ADS_2