
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah kejadian pengakuan itu kedua keluarga langsung menikahkan Ara dan Sean, dan baik Ara ataupun Sean keduanya hanya menurut saja karena mungkin ini yang terbaik untuk sekarang.
Kudanya sepakat menjalani kehidupan suami istri asalkan pernikahan nya tidak di ketahui banyak orang, Ara dan Sean tidak mau teman-teman sekolah nya tau karena hal itu akan membuat mereka menjadi cibiran orang.
Belum lagi bisnis Daddy nya, apa kata rekan bisnis keluarga nya jika Sean menikah di usia 18 tahun, tidak Sean tidak ingin menghancurkan nama baik keluarga nya.
"Kalian malam ini mau tidur di mana?" tanya Papi Nobles.
"Di rumah" sahut keduanya kompak.
"Rumah mana?" tanya Mami Jody.
"Rumah besar rumah ini" keduanya kembali menjawab dengan jawaban yang berbeda.
Membuat Dad Bryan dan Mom Wilo langsung berinisiatif untuk membiarkan putra nya menginap di rumah besan nya saja.
Setelah itu keluarga Sean pun pulang karena Zira meminta pulang, mereka juga ingin Sean terbiasa dengan lingkungan baru nya.
"Aku mau istirahat dulu" Ara bangkit dari sofa.
Dia sudah terbiasa dengan sikap cerewet Mami nya dan sikap posesif Papi nya, tapi saat ini Ara melihat Mami dan Papi nya yang masih kecewa dengan nya.
Ara tau kesalahan nya ini sangat sulit di maafkan karena itu dia memilih berdiam di kamar, Ara tidak ingin membuat Mami dan Papi nya semakin kecewa dengan melihat wajah nya.
"Aku juga mau istirahat" Sean ikut berdiri dan menyusul Ara.
Sean juga masih merasa canggung, apalagi wajah nya masih bonyok membuat dia sedikit malu.
__ADS_1
Mami Jody melihat ke arah Sean dan Ara yang sedang berjalan menaiki tangga, air matanya kembali menetes karena dia masih merasa sedih dengan apa yang terjadi.
"Mas" Mami Jody yang terisak memanggil sang suami.
"Apa aku melakukan hal yang benar?" tanya Papi Nobles sambil mendekati sang istri dan membawa tubuh istrinya ke pelukan nya.
"Aku takut Ara tidak kuat, dia masih terlalu muda untuk mengenal dunia pernikahan" Isak Mami Jody semakin menjadi.
Papi Nobles menenangkan istrinya, bukan hanya istrinya saja yang takut akan hal itu, sama dengan sang istri dia juga takut jika Ara dan Sean tidak mampu mempertahankan rumah tangga nya.
Keduanya sama-sama tidak saling mencintai, Ara dan Sean di paksa bersama karena satu kesalahan mereka, dan yang semakin membuat Papi Nobles takutkan adalah usia Ara yang masih sangat muda putri nya harus mengandung, dia takut.
.
.
.
Di kamar Ara terduduk di sofa minimalis yang ada di kamar nya, air mata nya terus mengalir tanpa di persilahkan.
"Aku telah mengecewakan kepercayaan mereka, aku tidak bisa menjaga diri" Isak Ara sambil menangis.
Sean yang sedang bermain ponsel terganggu dengan suara tangis Ara, dia menghela nafasnya panjang akhirnya yang dia takutkan terjadi di mana dirinya ketahuan telah merenggut kesucian Ara.
"Sampai kapan kau akan menangis?" tanya Sean santai.
Ara yang sedang menangis itu melirik ke arah Sean dengan wajah yang berderai air mata, dia tidak bisa menyangka jika dia bisa dalam satu ruangan dengan pemuda yang sangat dia benci.
"Ini semua salah kamu!" tuduh Ara sambil terisak.
"Salahku?" Sean menunjuk diri nya sendiri. "Jika saja kamu tidak meragukan ketangguhan ku mungkin kita tidak dalam situasi menyebalkan ini" lanjut Sean tidak mau di salahkan.
__ADS_1
"Tapi kamu yang awal nya mencium ku dan__" Ara tidak mampu melanjutkan nya.
"Dan aku tidak mendapatkan penolakan, kau bahkan memanggil nama ku dengan mendesaah, apa kau lupa itu nona Ara?" jawab Sean santai dengan senyuman miring nya.
Huh..
Ara berhenti menangis karena ucapan Sean tadi, dia beranjak dari sofa dan mendorong Sean dari ranjang nya.
Sean yang merasa di usir itu langsung menatap sinis Ara, dan tanpa ragu dia merebahkan tubuhnya di tengah-tengah ranjang, tangan dan kaki nya dia rentangkan agar Ara tidak bisa mendorong nya lagi.
"Ini ranjang ku!" kesal Ara.
"Ya, aku tau itu tapi setelah menikah kau harus siap berbagi ranjang dengan ku" tegas Sean santai.
"A_apa aku tidak mau! kamu tidur di sofa" ucap Ara tak mau kalah.
Sean melirik Ara yang terlihat kesal, lalu dengan santainya dia memejamkan matanya yang membuat Ara kesal bukan main.
Bukk !
Ara memukul bokong Sean berulang kali.
"Ara jangan bangunkan macan, jika kau ingin tidur ya tidur saja kenapa harus berisik dasar caper!" ketus Sean masih dengan wajah santai nya.
Dan hal itu membuat Ara mau tak mau mengalah, dia merebahkan tubuhnya di dekat Sean dan memejamkan mata nya dengan wajah yang seperti berhati-hati.
Kenapa aku tidak kembali melakukan nya bukan kah aku dan Ara sudah halal?. batin Sean dalam hati nya.
Sean membalikan tubuhnya untuk menatap Ara, tapi Ara membelakangi nya yang membuat Sean dengan senyuman miring nya langsung menarik baju Ara.
"Tidak mau!"
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏