
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kurang ajar!" Bryan meninju meja saat melihat Vidio yang di kirimkan Nobles.
"Siapa penyebar Vidio itu?" tanya Bryan terlihat marah besar.
"Menurut info itu di kirim oleh siswi dari sekolah nona Wilo, tuan" jelas Nobles.
Dia mendapatkan Vidio itu dari istrinya, dan ya Oma sudah tau bahkan sekarang Oma sudah jalan ke sekolahan Wilo.
"Cari tau siapa orang nya dan laporkan pada polisi, kalau perlu cari tau di mana keluarga nya tinggal! kau paham maksud ku bukan?"
Nobles mengangguk, dia kembali ke ruangan nya, sedangkan Bryan sekarang ini dia tengah mengendarai mobilnya ke sekolah Wilo.
Tak butuh waktu lama Bryan sampai di sekolah Wilo, dia melihat kerumunan anak-anak dan karena penasaran Bryan melihat ke kerumunan itu.
"Astaga sayang" Bryan langsung membawa Wilo ke pelukan nya.
Melindungi Wilo dari tumpukan kertas dan botol-botol yang di lempar teman-teman nya itu.
Vidio nya sudah tersebar di internet, Wilo menjadi bahan tertawaan karena sobekan itu hampir membuat Wilo memperlihatkan bagian sensitif nya.
"Kau tidak apa?" tanya Bryan mengeratkan pelukannya.
Wilo mengelengkan kepalanya, dia hanya merasa pusing tapi entah kenapa melihat Bryan pusing nya itu menjadi tidak terlalu.
Bryan membawa Wilo pergi dari sekolahan, bersamaan dengan itu Mela dan Dewi juga sedang di marahi Oma dan Jody.
"Kalian teman atau apa? kenapa teman malah jadi lawan" tanya Oma tajam.
"Maaf nek, tapi kami khilaf" Dewi menyahut takut.
"Iya, kami benar-benar khilaf Nek" timpal Mela.
__ADS_1
"Halah orang salah biasa kalau bilang khilaf, nanti juga di ulangi" cerocos Oma kesal.
"Sini telinga kalian, dasar ya anak-anak nakal" Oma menjewer telinga Mela dan Dewi.
Dia sudah mendengar pengakuan dari Mela dan Dewi akan apa yang terjadi pada Wilo, dan cukup miris Oma menyayangkan kenapa orang yang Wilo anggap teman bisa menjadi lawan seperti kedua gadis di depan nya.
"Aduh nek sakit" kata Dewi meringis.
"Jody tambahin jeweran nya, biar tau rasa kalau sama teman itu harus saling sayang, membagi dan juga pengertian, bukan sebaliknya" lanjut Oma.
Jody ikut menjewer Mela dan Dewi hingga akhirnya jeweran itu terhenti karena Oma meminta Dewi dan Mela untuk ikut makan siang di restoran.
🌹
Bryan meminta Nobles untuk membuat semua orang menghapus Vidio itu, karena jujur saja sebagai seorang suami dia tidak terima istrinya di perlakuan seperti itu.
Dan dengan di bantu kepolisan semua nya terasa mudah, Vidio itu dengan cepat bisa terhapus dan kini Melisa menjadi buronan karena dia melarikan diri saat akan di tangkap di rumah nya.
Perusahaan Papa nya Melisa pun takalah mendapatkan imbasnya, perusahaan itu menjadi bangkrut dalam hitungan beberapa hari saja, dan tentu nya itu semua karena Bryan yang membalas rasa sakit hati istrinya.
Bahkan untuk akhir-akhir ini Wilo juga terapi psikoterapi, hanya saja Bryan mengatakan jika dokter itu hanya dokter umum yang membantu Wilo agar tubuhnya kembali feat lagi.
"Sayang makan ya, aku suapin" Bryan datang dengan piring berisi makanan kesukaan Wilo.
"Aku sakit apa sih?" tanya Wilo bingung.
"Nggak sakit, hanya kelelehan aja"
"Kelelahan tapi obat nya bikin ngantuk"
"Semua obat emang begitu sayang, udah sekarang makan dulu ya" Bryan menyuapi Wilo dengan telaten.
"Pas bunga nya baru terus ya"
Bryan mendeuhem, pertanyaan itu agak sedikit membuatnya terkejut karena dia takut Wilo akan tau jika setiap malam Wilo selalu mengamuk.
__ADS_1
Gangguan mental yang Wilo miliki telah merambat ke kejiwaan, Wilo mudah terbawa emosi saat dia membayangkan beberapa hal yang membuat nya terluka, dan sepanjang malam Bryan harus bisa menjaga Wilo agar tidak menyakiti diri sendiri.
Wilo menerima suapan nya, dia makan sambil menatap wajah tampan suaminya yang selalu setia menemani nya di saat dia butuh pelukan dan sandaran.
"Aku cinta kamu" kata Wilo sambil mengunyah makanan nya.
Bryan tidak menjawab, seperti biasnya dia selalu gengsian tapi tetap memberikan perhatian tanda cinta nya.
"Jawab dong" kata Wilo sambil menutup bibir nya tidak mau menerima suapan nya lagi.
"Makan lagi, buka mulut nya" kata Bryan sambil memberikan suapan lagi.
"Bilang I love you dulu" kata Wilo sambil menutup bibir nya.
Hufh..
Bryan menyimpan piring nya, lalu menarik tangan Wilo yang menutupi bibir nya.
"I love you, sudahkan?"
"Cie ngaku cinta kan?"
"Ayo makan lagi"
"No, udah kenyang"
Bryan menghela nafasnya, Wilo yang sedang sakit sekarang bersikap layak nya seorang bayi.
"Minum obat nya" Bryan mengambil minum dan obat.
Wilo mau tak mau meminum nya, dia tidak tau obat apa yang di berikan Bryan, Wilo hanya tau obat itu untuk membuat nya menjadi lebih semangat.
"Apa reaksi nya kalau dia tau setiap malam nya dia selalu mengamuk? ya Tuhan sembuhkan lah istri ku." batin Bryan.
🌹*
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏