Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Bakso rusuk kepiting


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti yang dijanjikan tadi Ara dan Sean sekarang sedang berada di pinggiran taman kota, tepatnya di gerai yang menjual bakso rusuk terpedas yang sedang viral.


Keduanya memilih duduk di taman karena Ara menginginkan udara yang asri, sedangkan Sean merasa kepanasan karena payung yang menjadi pelindung nya dari panas matahari terlalu kecil.


"Ara kita pindah saja di sini sangat panas" kata Sean.


"Tidak, aku mau makan di sini" balas Ara keukeh.


"Tapi bagian ku kepanasan" keluh Sean lagi.


Ara menggelengkan kepalanya mendengar setiap keluhan yang terlontar dari bibir pemuda di depannya, ingin rasanya dia menyumpal mulut Sean dengan sambal extra pedas di depannya.


Sean benar-benar berisik seperti remaja yang ketakutan kulitnya hitam karena terkena sinar matahari, dan itu benar-benar membuat kesenangan Ara terganggu.


"Kamu kalau mau nggak panas pergi saja ke restoran di ujung sana" tunjuk Ara ke arah restoran di seberang jalan yang lumayan jauh.


"Dan membiarkan Kamu duduk di sini sendiri seperti remaja?" tanya Sean sewot.


"Memangnya kenapa? aku kan memang masih muda" sahut Ara tak kalah sewot dari Sean.


"Ck.." Sean berdecak kesal karena tidak mampu menjawab pertanyaan Ara.


Dan keduanya terus berdebat dengan tempat yang keduanya duduki, Sean yang tidak mau kepanasan dan Ara yang ingin melihat dunia luar.


Dua perbedaan yang berbeda tapi terpaksa bersama karena sebuah keadaan mungkin hal itulah yang bisa digambarkan dari keduanya.


Selang beberapa menit dari percekcokan dua sejoli itu datanglah pelayan yang membawa buku menu, membuat perdebatan di antara keduanya pun seketika terhenti.


"Mau pesan apa Kak?" tanya pelayan yang berdiri di dekat meja yang ditempati Ara dan Sean.


"Bakso rusuk kepiting extra pedas" sahut keduanya kompak.


"Minumnya?" tanya pelayan lagi.


"Es teh manis dingin dan dan teh tawar panas" lagi-lagi keduanya menjawab kompak.

__ADS_1


Pelayan yang mendengar jawaban kompak dari Ara dan Sean terlihat salah tingkah, dia merasa Ara dan Sean adalah pasangan yang sangat cocok.


"Itu aja kak?" tanya pelayan lagi memastikan.


Membuat Ara dan Sean seketika melirik ke arah si pelayan itu.


"Iya!" ucap keduanya lagi lagi dan lagi lagi kompak.


Pasti lagi berantem dasar anak muda bikin jiwa jiwa jomblo aku meronta saja. batin si pelayan menggerutu.


Setelah kepergian pelayan itu Sean dan Ara kembali diam, keduanya tidak mengobrol ataupun berdebat sampai akhirnya pesanan mereka pun tiba.


Ara yang melihat bakso rusuh kepiting di mangkuk langsung mengambil pesanannya itu, lalu ia pun menambahkan kuah cabai lagi di mangkuk miliknya.


"Ara jangan banyak-banyak nanti kamu sakit perut" kata Sean ngeri saat melihat buah merah milik Ara.


"Biarin yang sakit kan aku bukan kamu" seperti biasa arah jawab sedikit sewot.


Awas aja kalau nanti malam nyuruh nganter ke kamar mandi. batin Sean menggerutu kesal.


Keduanya mulai makan dan selama makan tidak ada obrolan apapun di antara keduanya, baik Ara ataupun Sean keduanya hanya fokus makan dan sesekali terdengar suara Ara yang kepedasan


Dua gelas minum milik Ara sudah habis karena dia sangat kepedasan, sedangkan milik Sean masih ada satu setengah gelas lagi, hal itu membuat Ara tersenyum jahat dan langsung mengambil gelas milik Sean.


"Dasar pelit, kan bisa pesan lagi itu aja repot"santai Ara dengan wajah tak berdosa.


"Kalau bisa pesan lagi kenapa harus ngambil minumanku?, jangan-jangan.." Sean tidak melanjutkan ucapannya lagi, tetapi Sean tersenyum misterius menatap ke arah wajah Ara.


Yang mana hal itu membuat wajah bersemu merah, tentu dia paham apa yang ada di dalam pikiran mesum Sean.


Dasar Sean mesum, pasti dia mikir yang aneh-aneh. gerutu Ara dalam hati.


.


.


.


Malam harinya setelah selesai makan malam keluarga Ara dan Sean kembali ke kamarnya, dan keduanya kembali fokus dengan ponsel masing-masing

__ADS_1


Sampai akhirnya Ara merasakan rasa sakit di perutnya, membuat Sean yang melihat itu langsung berkata..


"Makanya makan itu harus sesuai sama porsinya bukan kayak orang kelaparan" cibir Sean sambil tersenyum meledek.


"Diam kamu bukannya tolongin juga ini malah ngeledek, emang dasar suami nggak berperasaan" kesal Ara menatap tajam Sean.


"Dan kamu istri yang jahat karena sudah buat suaminya puasa seminggu" balas Sean tak mau kalah.


"Ogah" Ara langsung berdiri.


Sean ikut berdiri dan saat Ara ingin melangkah ke kamar mandi Sean pun langsung memberikan parfum miliknya pada Ara.


"Nih biar gak bau" ucap Sean sambil tertawa.


"Kalau bisa pop nya aku kasih ke kamu ya" kesal Ara sambil menatap tajam suami bahlul nya.


"Jorok dasar" jijik Sean sambil bergedik ngeri.


"Biarin" sewot Ara sambil menutup pintu kamar mandi dengan kasar karena kesal.


Sean yang melihat pintu kamar mandi tertutup seperti kata tawa nya pecah, entah kenapa dia sangat menyukai perdebatan kecil antara dirinya dan Ara.


Menurutnya hal itu lebih baik dibandingkan dengan seminggu kemarin, di mana dirinya dan arah hanya berbicara di saat ada banyak orang saja, dan di saat berdua keduanya malah asik sendiri.


1 jam berlalu entah berapa kali arah keluar masuk dan keluar masuk dari kamar mandi, Sean yang melihat itu hanya melihat dan diam, Sampai akhirnya dia melihat Ara yang terduduk lemas di lantai dengan wajah pucatnya.


"Kan aku bilang juga apa jangan banyak makan pedas, enak kan rasanya bolak-balik ke kamar mandi" kata Sean sudah seperti seorang ayah yang memarahi anaknya.


"Sean tolong ambilin air minum dong yang anget " pinta Ara dengan suara lemas nya


"Iya aku ambilkan asal boleh kan nanti malam__" ucap Sean terhenti karena Ara berteriak.


"Seannnn !" teriak Aramarah, kesal karena Sean memanfaatkan keadaan.


Haha..


Sean berlari ke luar kamar dengan tawanya, Ara yang terduduk lemas hanya bisa menatap kepergian Sean dengan wajah kesalnya.


🌹

__ADS_1


Pelan-pelan saja😁


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2