Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Reuni #1


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini Sean dan Ara berniat reuni, keduanya sudah mengabari teman-teman nya untuk makan siang bersama di cafe favorit mereka semasa SMA.


Dan saat ini Ara sedang menunggu sambil makan cake, Sean juga duduk di sebelah nya dan melihat Ara yang sedari tadi tidak berhenti makan cake.


"Aku mau jus stroberi" kata Ara.


"Aku akan memesankan nya" balas Sean langsung berdiri.


Tapi langkah Sean terhenti karena dia melihat sosok yang di kenal nya, dia tak lain adalah Roy pria yang dulunya sempat menawarkan diri untuk menikahi Ara.


"Kenapa nggak jadi?" tanya Ara melihat Sean yang kembali duduk.


"Ngantri, nanti aja sekalian sama pelayan" balas Sean yang dengan sengaja duduknya dekat Ara.


Ara mendengar alasan tak masuk akal hanya mengangguk saja, dia tidak terlalu haus tapi saat melihat orang yang minum jus stroberi Ara seketika merasa ngiler.


Saat ini Ara memang sedang banyak ngidam, usia kandungan nya sudah masuk bulan ke empat, dan nafsu makan Ara pun sekarang lebih banyak.


"Ara, astaga kau semakin cantik" kata Malik yang tiba-tiba datang.


"Malik, kau juga terlihat lebih emm cool" Ara tersenyum kikuk karena mata Sean meliriknya tajam.


Roy juga datang, tapi satu hal yang membuat Ara bingung dan tatapan matanya terus tertuju pada gadis cantik di samping Roy.


"Dia istri ku Ara, kenalkan" kata Roy memperkenalkan istrinya.

__ADS_1


Istri!


Tentu saja Ara kaget dengan pengakuan Roy, dia tidak mendapatkan kabar tentang pernikahan teman nya itu dan itu cukup membuat Ara merasa banyak kehilangan berita.


"Kapan kalian Menikah?" tanya Ara.


Ekhem !


Sean mendeuhem mengingatkan jika dia tidak suka akan sikap Ara yang so akrab dengan pria lain.


Simon dan Nino juga kebetulan datang, keduanya hanya tersenyum geli melihat Sean yang posesif, keduanya tidak menyangka jika Sean dan Ara pada akhirnya akan saling bucin seperti ini.


Ara langsung mengulurkan tangannya, tapi dia merasa bingung karena istri Roy tidak menerima uluran tangan nya.


Dan keadaan semakin canggung saat istri Roy mengulurkan tangan nya dari arah yang berbeda, membuat Ara merasa bingung dan aneh.


"Aku Wininda Permatasari, panggil aja Ninda" kata Ninda sambil tersenyum dan tatapan matanya lurus.


"Lembut banget tangan nya, ehk maaf aku Ninda" Ninda tersenyum.


"Aku Arabella Elisa Nody, panggil aja Ara" balas Ara dengan wajah syok nya.


"Kami menikah dua bulan yang lalu" lanjut Roy menjelaskan.


Ara hanya mangut-mangut kecil, matanya masih melihat pada Ninda dan Sean yang melihat itu langsung mengalihkan topik pembicaraan nya menjadi ke arah makanan.


Mereka semua langsung memilih makanan, Malik, Nino dan Simon ketiga nya masih lajang, dan juga masih kuliah karena mereka termasuk ke dalam mahasiswa yang nilai nya di atas rata-rata dan juga malas belajar.


Sedangkan untuk Roy seperti Ara dan Sean, pria 23 tahun itu juga sudah mendapatkan gelar master nya, dan saat ini Roy sudah meneruskan bisnis Papa nya.

__ADS_1


Mereka mengobrol banyak, Ara meminta ijin pada Roy untuk mengajak ngobrol Ninda, dan Roy mengijinkan nya karena dia tau Ara tidak akan menyakiti Ninda.


"Aku tau Roy lama, kamu beruntung memiliki suami yang manis seperti nya" kata Ara mulai pembicaraan nya.


"Aku rasa tidak Ara, kamu yang beruntung memiliki Sean, karena di sini aku hanya lah istri bayangan saja" balas Ninda.


"Maksud kamu?" tanya Ara bingung.


"Aku hanya gadis buta Ara, Papa ku memberikan suntikan dana ke perusahaan Papa nya Roy dan kami menikah sebagai imbalan nya, aku tau Roy tidak benar-benar menginginkan pernikahan ini" jelas Ninda jujur.


Ara mendengar itu kaget, dia memegang tangan Ninda dan mengusap nya dengan lembut.


"Kamu tidak tau seberapa baik nya Roy Nin, percayalah Roy bukan pria seperti yang kamu pikirkan" kata Ara meyakinkan Ninda.


Dan mendengarkan ucapan Ara Ninda hanya tersenyum kecil.


"Aku kehilangan penglihatan ku sejak lahir Ara, aku tau berapa banyak orang yang tulus dan orang yang hanya terpaksa, semua itu memang tidak terlihat tapi aku merasakan nya" jelas Ninda mengusap tangan Ara.


Ara tidak bisa berkata-kata lagi, dia membayangkan jika dirinya dalam posisi Ninda apa dia bisa setegar itu? Ara rasa tidak.


"Ara apa kamu punya saran agar Roy mau menceraikan ku? aku takut membuat Roy kerepotan dan malu jika bersama ku terus" tanya Ninda.


"Mati, hanya itu cara yang paling cepat" celetuk Ara santai.


"Aku tidak mau mati Ara" sahut Ninda agak sewot.


Ara tergelak mendengar jawaban Ninda.


"Kau tidak ingin mati tapi ingin di ceraikan, kalau aku tidak akan pernah mau jadi janda enak saja lubang udah longgar di tinggalin, emang kita apaan gelas kaca yang sekali pakai langsung ganti?" Ara berkata dengan wajah yang seriusnya nya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2