
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari-hari Bryan harus bisa bar dengan mood Wilo yang berubah-ubah, kadang bagus dan kadang buruk.
Seperti sekarang ini Wilo yang merengek meminta di belikan rujak, Wilo datang ke kantor suaminya hanya untuk di belikan rujak.
"Seharusnya kamu menelpon saja" kata Bryan sambil memijat pelipisnya.
"Nunggu lama, lagian aku maunya sekarang" kata Wilo sambil duduk di sopa.
Huh..
"Jangan salahkan Oma, Oma tadi tidur siang aku nggak mau ganggu Oma" lanjut Wilo melihat wajah kesal suaminya.
Bryan menghela nafas nya panjang, dia mengambil ponselnya dan saat akan menelpon ponsel nya malah di ambil Wilo.
"Siapa yang bilang kamu harus nelpon?" Wilo menyimpan ponselnya di sopa.
"Sayang" Bryan tidak suka sikap Wilo.
"Aku hamil anak mu, dan baby kita mau kamu yang beli bukan bang Nobles" lanjut Wilo yang membuat Bryan kembali menghembuskan nafas nya kasar.
"Baiklah, tunggu aku" mau tak mau Bryan mengalah.
Wilo tersenyum dan mengembalikan ponselnya.
"Aku mau nya mangga muda, kedondong, sama bakso ya" Kata Wilo sudah seperti nyonya besar.
"Ada lagi?" tanya Bryan.
Dan membuat Wilo terdiam sebentar, sampai akhirnya dia menggelengkan kepalanya.
"Cepat kembali karena aku merindukan mu" lanjut nya sambil tersenyum.
Cup..
__ADS_1
Seperti biasa Wilo mendapatkan kecupan di bibir nya, dan setelah itu Bryan keluar dari ruangan nya meninggalkan Wilo sendirian.
Wilo bangkit dari sopa nya, dia mengambil ponselnya dan duduk di kursi kebesaran suami nya.
"Oh empuk nya, ternyata begini rasanya menjadi Bos" gumam Wilo sambil tersenyum.
Wilo memainkan kursi nya hingga kursinya menjadi berputar-putar.
"Uh sayang kita beruntung memiliki Papa yang kaya" ucap Wilo sambil mengusap perut nya yang sudah memiliki perubahan menjadi agak buncit.
Kandungan Wilo sudah memasuki bulan ke tiga, rasa mual nya memang sudah hilang tapi Wilo sekarang selalu merasa ketakutan untuk membiarkan suaminya bekerja, jujur saja Wilo takut kehilangan Bryan.
Kehamilan membuat Wilo suka makan, bahkan pagi ini Wilo di kagetkan dengan berat badan tubuhnya yang naik lagi menjadi 56 kg, padahal sebelumnya Wilo selalu stay di 47 kg.
Tok.. tok..
Suara pintu mengalihkan perhatian Wilo, Wilo membalikan kursi nya hingga orang yang datang tidak melihat nya.
Wanita cantik itu masuk, dia menarik kursi dan duduk tanpa di persilahkan, dia juga tau kalau Bos nya itu sangat dingin jadi wanita itu tidak terlalu heran kalau kursi nya terbalik.
"Tuan saya membawa berkas yang anda minta tadi" jelas wanita itu.
"Tuan saya menyimpan nya di meja" lanjut wanita itu.
Dan tidak mendapatkan jawaban, sehingga membuat wanita itu langsung beranjak dari kursi dan langsung berjalan mendekati bos nya.
"Tuan!"
"Kamu!"
Wanita itu kaget melihat Wilo, dan sama hal nya dengan Wilo yang kaget.
"Vio?"
"Ya ini aku, kamu di sini lagi ngapain?" tanya wanita itu.
Wilo bangkit dan membawa Violetta ke sopa, keduanya duduk di sopa.
__ADS_1
Violetta adalah teman Wilo saat di Wisma, keduanya sama-sama memiliki penyakit depresi, Vio korban pemerkosa*n kekasih nya sendiri dan hamil.
"Ini perusahaan suami aku, mana baby kamu? kok kerja?" tanya Wilo.
"Baby ku sama kakek nenek nya, aku kerja buat keperluan anak ku" jelas Vio.
Wilo mangut-mangut paham keduanya mengobrol banyak, sesekali keduanya tertawa karena mengingat moment keduanya saat di wisma dulu.
Vio tidak menyangka jika Wilo yang dia kenal karena selalu mengamuk itu ternyata adalah istri Bos nya, dia memang mendengar Wilo yang selalu mengatakan jika dia sudah menikahi pria tampan tapi Vio tidak menyangka jika pria itu adalah Bryan Adams Steep, Bos di tempat bekerja nya.
Obrolan keduanya harus terhenti karena kedatangan Bryan, Vio keluar karena takut mengganggu lagi pula pekerjaan nya juga banyak.
"Siapa tadi?" tanya Bryan sambil menyuapi Wilo rujak.
"Vio, dia teman aku saat di Wisma yang aku bilang hamil besar itu loh." sahut Wilo sambil membuka mulut nya lagi.
Wilo makan rujak sambil di suapi Bryan, hingga akhirnya rujak nya habis dan Wilo merasa kekenyangan.
"Itu baso nya nggak?" tanya Bryan.
"Nggak dulu, masih kenyang" sahut Wilo sambil mengusap perut nya.
Bryan hanya mengangguk, dia sudah terbiasa dengan Wilo yang banyak mau nya tapi setelah di turuti Wilo tidak memakan nya, dan hanya melirik makanan nya saja.
Sore nya keduanya pulang, dan saat di jalan Wilo tak sengaja melihat kedai yang menjual bunga, Wilo ingat Mela dia baru dua kali ziarah ke kuburan Mela dan kebetulan jalan nya satu arah dengan tempat peristirahatan terakhir teman nya itu.
"Permisi" Wilo yang di berikan uang membeli bunga sendiri.
"Silahkan di pilih Mbak, bunga nya segar dan masih ba__" ucap si ibu penjual bunga itu terhenti.
"Wilona.." panggil nya dengan pelan.
Wilo yang sibuk memilih bunga itu melirik ke samping, dan dia melotot saat melihat siapa pemilik kedai bunga itu.
"Kamu!" Wilo menjatuhkan bunga yang di pegang nya.
"Apa kabar Wil, Mama mencari mu.."
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏