Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Bujukan rayu Ara


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Saat ini Ara dari Sean sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kotanya, keduanya sedang memilih-milih beberapa pakaian untuk pergi ke California.


Melihat Ara yang sedang sibuk membuat Sean kembali memiliki ide konyol untuk menggoda Ara.


"Ara beli baju haram ya, kita juga harus ngerasain ranjang go internasional" kata Sean mesum.


"Ogah, kalau mau buka ya buka aja ngapain pake baju haram ngabisin duit aja" sahut Ara sedikit sewot.


"Oh jadi kalau nggak pakai juga nggak papa ya? berarti kamu mau dong kalau nanti malam kita kikuk?" tanya Sean dengan wajah sumringahnya.


Sontak saja hal itu membuat Ara memutar bola matanya malas, Sean selalu memiliki cara agar Ara masuk ke dalam perangkapnya.


"Jangan suka nolak, tadi malam aja kamu kelihatan su__" ucap Sean berhenti karena Ara mengeluarkan suaranya lagi.


"Diam nggak! atau aku pulang ya" kesal Ara.


"Baiklah, maaf" Sean akhirnya menyudahi kekonyolannya.


Dan keduanya kembali memilih-milih lagi pakaian, juga barang-barang lainnya yang keduanya perlukan untuk kuliah nanti.


Setelah selesai berbelanja akhirnya keduanya pun memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran yang ada di mall, dan saat sedang makan keduanya melihat beberapa teman sekolahnya salah satunya adalah Roy dan Malik.


Kangen banget makan bareng kalian canda dan tertawa yang selalu hadir dalam kebersamaan kita. batin Ara.

__ADS_1


Dalam hatinya ada kerinduan untuk kedua sahabatnya tapi Ara tahu kalau Sean tidak menyukai Malik dan Roy, maka dari itu dia memilih untuk diam dan tetap makan.


Ara ada mau membuat keributan yang nantinya akan memperkeruh suasana yang sudah mulai membaik, dia tidak mau egois dan membuat Sean marah.


Bahkan saat kita bertemu pun kamu tidak menyapaku Ara apa kamu sudah melupakan kenangan bersama sahabat-sahabat mu ini. batin Malik yang melihat keberadaan Ara.


Sedangkan untuk proyek sendiri pemuda itu nampak fokus pada makanannya, seperti yang diinginkan oleh Ara dan Sean dia tidak akan pernah mengganggu lagi keduanya.


Rasa kecewa di hatinya masih tersimpan, Roy yang berniat baik ingin menjadi pelindung Ara dia ditolak oleh Ara sendiri dan lebih memilih Sean dari pada dirinya.


"Ara itu teman-teman mu" Sean membuka suaranya.


"Hem" menyahut pelan.


"Kau saya ingin menyapa mereka?" tanya Sean.


Yang mana hal itu membuat Ara melirik Sean dengan wajah seriusnya.


"Hem, aku rasa menyapa saja itu tidak masalah asalkan tidak ada sentuhan kontak fisik" balas Sean.


"Seriously?" tanya Ara memastikan.


Dan hanya dijawab dengan anggukan kecil oleh Sean, membuat Ara tersenyum dan langsung berdiri lalu berjalan mendekati kedua temannya.


"Hy Roy, Malik" sapa Ara dengan senyumannya.


Roy dan Malik nampak bingung berekspresi, keduanya terdiam tapi yang jelas mata keduanya sama-sama melihat pada sosok gadis yang menyapa keduanya ramah.

__ADS_1


"Kalian masih marah? aku sangat merindukan kalian, Miss you friend" lanjut Ara dengan wajah berkaca-kaca.


Melihat wajah berkaca-kaca Ara membuat Roy dan Malik merasa sedih, keduanya berniat memberikan pelukan tapi baru saja keduanya mendekati Ara Sean langsung menghalangi keduanya.


"Tidak ada pelukan, hargai aku yang sebagai suami Ara" tegas Sean.


"Ayolah, aku hanya ingin memeluk kedua sahabatku hanya itu" kata Ara memohon.


Sean menghela nafasnya panjang, dia mundur dan membiarkan Ara memeluk kedua sahabatnya.


"Kami juga sangat merindukanmu, queen" kata Malik sendu.


Roy hanya diam tidak mengatakan sesuatu karena dirinya masih canggung.


"Jangan lama-lama" celetuk Sean dengan wajah dinginnya.


Ara akhirnya melepaskan pelukannya dan tersenyum pada kedua teman nya.


"Kita makan bersama ya" kata Ara.


"Kami akan__" ucap Roy berhenti karena Malik menyala ucapannya.


"Tentu saja, kita sudah lama tidak makan bersama ini akan sangat seru" Malik berkata dengan wajah bersemangat.


Dan pada akhirnya mereka pun makan bersama meski pada awalnya Sean tidak setuju, tapi karena melihat wajah Ara dan juga bisikan yang Ara ucapkan di telinganya membuat Sean mau tak mau akhirnya setuju.


"Aku akan menambah ronde nya jika kamu mau mengikuti keinginan ku, Sean tampan"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2