
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Wilo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuh nya, dan dia melihat Bryan yang tengah bersandar di ranjang dengan mata terpejam.
Tapi bukan itu yang menyita perhatian Wilo, baju Bryan yang sedikit tertarik ke atas membuat Wilo bisa melihat perut Bryan.
"Sadar Wilo dia hanya kasihan, jangan menyukai orang yang hanya bersikap baik karena terpaksa" gumam Wilo mengingatkan dirinya akan ucapan Bryan tadi malam.
Jujur saja Wilo kecewa saat mengetahui jika orang yang dia anggap kakak dan teman ternyata hanya iba pada nya.
"Kenapa lama?" tanya Bryan ternyata tidak benar-benar tidur.
Wilo tidak menjawab, dia mengambil baju yang ada paper bag, lalu kembali masuk ke kamar mandi.
Bryan menghembuskan nafasnya kasar melihat sikap Wilo yang hanya bisa membuat nya sesak nafas.
Sampai akhirnya sebuah dering ponselnya membuat Bryan mengangkat telpon nya.
"Halo!"
"Kau di mana? mana cucu Oma yang cantik hah? jangan bilang kau menculik nya!"
"Astaga Oma tidak seperti itu, aku dan Wilo tadi malam keluar dan sekarang kami di apartemen"
"Waw ternyata banyak peningkatan, bagus kau memang harus banyak menghabiskan waktu berdua"
Bryan menggelengkan kepalanya, kenapa Oma nya sangat bersemangat untuk hubungan nya padahal dirinya bahkan masih belum bisa menerima.
Pun sama dengan Wilo, menurut Bryan Wilo masih muda dan masih bisa memikirkan masa depan nya, dia rasa menjadi suami bukan cara yang benar, Bryan malah berpikir untuk menjadikan Wilo sebagai adik nya saja.
"Oma tidak seperti itu!"
__ADS_1
"Iya tau, kalian tadi malam gol berapa kali? butuh obat kuat? obat perangsang? Oma punya bisa membelikan nya dari tempat langganan Oma"
Hufh..
"Sudahlah Oma, bye!"
Tut !
Bryan membanting ponselnya dengan kasar ke ranjang, dan saat dia akan mengumpat dia melihat Wilo yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat sedih.
Wilo berdiri di dekat jendela hingga ada bayang-bayang di wajahnya.
"Ada apa lagi?" tanya Bryan berjalan mendekati Wilo.
Wilo tidak menjawab, dia malah duduk lemas dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
"Hey? kenapa" tanya Bryan merangkup kedua pipi Wilo dengan lembut.
Wilo menatap Bryan, lalu menggelengkan kepalanya.
Wilo berhenti menangis ragu-ragu dia menatap Bryan dan keduanya bertatapan selama beberapa menit, tanpa di duga dia mengalungkan tangannya di leher Bryan.
"Berikan aku kehidupan yang aku inginkan" ucap Wilo sambil mendekatkan wajahnya.
Bukan hanya wajah saja tapi bibir keduanya kini menempel yang membuat Bryan melotot.
Wilo pikir dengan cara seperti ini dia akan bisa mendapatkan perhatian lebih, dia ingin hidup dengan kasih sayang, dan mungkin dengan merelakan kesucian nya Wilo akan mendapatkan sedikit perhatian bukan rasa iba lagi.
"Wilona!" geram Bryan.
"Kau pria normal bukan?" Wilo mencium bibir Bryan beberapa kali.
Bryan mengerejapkan matanya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Wilo, gadis itu benar-benar tidak terkontrol, Wilona sangat nakal dan terkesan agresif.
__ADS_1
"Wilona Adisty! apa yang kau lakukan!"
Dan saat itulah Wilo menghentikan apa yang dia lakukan, tanpa berkata apapun dia langsung berdiri dan saat akan berjalan tangan nya di tahan oleh Bryan.
"Kau mau kemana lagi!"
"Aku mau ke apartemen ku, aku bisa hidup tanpa kalian."
"Kau istriku! dan aku suami mu"
"Oh ya?" Wilo membalikan tubuhnya dan menghadap Bryan.
"Kau suamiku dan aku istri mu tapi kenapa aku tidak merasa jika aku adalah seorang istri?" Wilo menatap tajam Bryan.
Pertanyaan itu seolah menampar Bryan, dia memang ingin menghentikan semuanya, dia tidak bisa menerima Wilo sebagai istrinya tapi mungkin dia bisa menerima Wilo sebagai adik nya.
"Tidak semuanya bagus dengan hal itu, kamu masih kecil" kata Bryan memperhalus ucapan nya.
Dia tau emosi Wilo tidak boleh di buat naik, Wilo memiliki penyakit mental dan itu tidak baik untuk nya.
Wilo mengangkat sebelah alisnya ke atas, lalu tersenyum kecut.
"Kau bilang aku kecil? tapi kenapa kau mau menikahi gadis kecil ini?, kau di paksa? hey tuan kau bukan anak kecil seperti ku bukan? kau bisa menolak kan!" Wilo geram mendengar omong kosong Bryan.
Dia tau Bryan menolak nya.
"Wilona!" Bryan melepaskan tangan nya dari tubuh Wilo.
"Aku benar-benar ingin di perhatikan tidak bisa kah kau paham! aku ingin menjadi sesuatu yang berharga di mata seseorang, aku ingin_" ucap Wilo terhenti.
Hemphh !!
Bibir Wilo di bungkam dengan sebuah ciuman.
🌹
__ADS_1
Jeng jeng !
Tinggalkan jejak ya, mohon dukungan nya biar Author nya semangat crazy up nya🤗