
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Satu Minggu setelah itu pagi-pagi sekali Ara masuk ke dalam kamar mandi.
Ralat bukan hanya Ara tapi asa juga Sean yang nampak duduk di atas klosetnya, matanya melihat Ara yang sedang sibuk dengan gelas kecil itu.
"Semoga dua garis" ucap Ara penuh harap.
"Apapun hasilnya tidak akan merubah cintaku Ara, tenanglah kita bisa melakukan nya berulang kali agar cepat mendapatkan hasil" kata Sean santai.
Ara tersenyum mendengar ucapan suaminya, dia langsung berbalik dan memberikan ciuman mesra di bibir suaminya.
"Aku beruntung memiliki suami seperti mu, I love you" kata Ara sambil tersenyum.
Bagi Ara menikah dengan Sean bukan musibah seperti yang Ara bayangkan sebelumnya, sikap dewasa Sean benar-benar membuat Ara nyaman, bahkan Ara sampai tidak bisa mengenali jika Sean yang saat ini sedang bersamanya adalah Sean yang sama dengan Sean yang 16 tahun lalu selalu menjambak rambut nya.
Sikap Sean 99% berubah, dan perubahan itu tentunya membuat Ara senang bukan main dan membuat Ara sangat bersyukur karena memiliki Sean dalam hidupnya.
"Aku juga beruntung memiliki istri yang hebat seperti mu" balas Sean sambil tersenyum.
Dan setelah menunggu lima menit akhirnya Ara mengambil tespec itu, sebelum melihat hasilnya Sean dan Ara sudah sepakat untuk berlapang dada akan apapun hasilnya.
Perlahan tangan Ara membuka kepalan tangan nya, dan matanya melihat ke arah tespec yang ada di tangan nya.
"Bagiamana?" tanya Sean.
__ADS_1
Ara diam, dan setelah itu memberikan tespec nya pada Sean.
"Dua garis" ucap Sean melihat dengan seksama.
Itu artinya..
Sean dan Ara saling berpandangan, keduanya larut ke dalam perasaan haru akan tanda dua garis merah itu.
"Aku hamil" tangan Ara mengusap ke perut nya.
Sean tidak menyahut, dia mendekati Istrinya dan membawa Ara ke keluar dari kamar mandi setelah itu Sean langsung mencium pipi Ara mesra.
"Kita akan menjadi orang tua" kata Sean sambil tersenyum.
"Hem, panggilan kita akan menjadi Mommy Daddy" balas Ara senang.
Nadi adalah nama anak pertama Ara dan Sean, keduanya menamakan Nadi karena bayi Ara dan Sean tidak tau jenis kelamin anak nya.
Dan sampai sekarang baik keluarga Sean dan keluarga Ara keduanya sama-sama tidak mengetahui akan kehamilan pertama Ara, mereka hanya tau Ara susah hamil dan mereka tak masalah dengan hal itu.
"Tentu, Nadi akan sangat bahagia karena ada yang akan menggantikan nya setelah kepergian nya" balas Sean lagi.
"No, Nadi akan selalu menjadi bayi pertama kita, dan tidak akan pernah tergantikan" timpal Ara membenarkan.
Sean mengangguk, dia mencium bibir Ara lembut yang membuat Ara langsung membalas ciuman itu juga dengan lembut, dan ciumaan itu cukup lama.
"Kita cek ke dokter kandungan ya, setelah itu kita kabari semua keluarga kita" ucap Sean.
__ADS_1
"Tidak jangan sekarang, dua bulan lagi kita pulang kan aku rasa lebih baik kita berikan kejutan ini pada mereka nanti agar mereka senang" balas Ara mengusulkan.
Dan Sean hanya membalas dengan anggukan kecil, dia setuju dengan usul Ara yang akan memberitahu kabar kehamilan Ara saat pulang nanti.
Drett..
Tiba-tiba ponsel Sean terdengar.
Sean mengangkat telpon nya yang ternyata dari Jeff, Ara tidak menimbrung karena dia pikir Jeff membicarakan masalah cafe.
Sampai akhirnya Sean kembali duduk di dekat Ara dan Sean menyudahi obrolan telpon nya.
"Ada apa?" tanya Ara.
"Jeff dan Jessy melakukan nya, dan mereka di grebek polisi" jelas Sean.
"Baguslah, mereka akan menikah dengan cara itu" kata Ara santai.
"Hem, tapi ada masalah sayang, orang tua Jessy menuntut Jeff karena tidak terima" jelas Sean.
"Tidak apa itu ujian cinta mereka" balas Ara lagi.
Sean menggelengkan kepalanya melihat Ara yang masih santai, karena harus memeriksa kandungan Ara akhirnya Sean dan Ara pun memilih mandi, keduanya bercinta sebelum akhirnya mereka pergi ke rumah sakit.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1