Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Bertemu dengan Papa.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi tiba, Wilo terbangun karena mendengar suara orang mengobrol di luar ruangan nya, dan setalah beberapa menit dia bangun dia melihat Bryan yang masuk ke ruangan nya.


"Pagi my grils" sapa Brian sambil tersenyum.


My grils!


Wilo semakin di buat kaget dengan sikap Bryan yang semakin perhatian, apalagi tadi malam Bryan menyuapi nya dan terus mencium nya.


"Pagi too" balas Wilo agak kikuk.


"Mau makan?" tanya Bryan dia mengambil bubur hangat yang baru di pesan nya.


Semalaman Bryan tidur di ranjang sopa, dan Wilo tau itu dia juga kasihan pasti tubuh Bryan sakit-sakit sekarang ini.


"Kenapa kakak jadi perhatian seperti ini?" tanya Wilo, dia memang sudah memutuskan memanggil kakak, meski terkadang dia juga memanggil om-om pada Bryan.


"Apa kamu tidak nyaman?" tanya balik Bryan.


Padahal Bryan jelas-jelas bersusah payah untuk hal sekecil ini, dia bukan pria yang romantis ataupun mudah dekat dengan seorang wanita.


Bryan merasa kembali ke Bryan di masa lalu, di mana dia bawel dan periang sampai akhirnya dia menjadi Arogant karena cinta nya tak berbalaskan.


Wilo menggelengkan kepalanya.


"Aku nyaman, aku suka di perhatikan seperti ini" balasnya jujur.


Bryan tersenyum, lalu dia membantu Wilo untuk duduk lebih nyaman.


"Aku suapi ya" kata Bryan sambil tersenyum.

__ADS_1


Dan Wilo kembali mengangguk lagi, dia menerima suapan demi suapan dari Bryan.


Setelah selsai makan Wilo dan Bryan mengobrol ringan, Wilo menanyakan kenapa dia di rumah sakit dan Bryan beralasan jika Wilo sakit dan harus menginap di rumah sakit beberapa hari ke depan.


"Memang nya aku sakit apa?" tanya Wilo penasaran.


"Hanya kelelahan saja" balas Bryan bohong.


Tidak mungkin dia mengatakan jika Wilo memiliki penyakit mental yang cukup serius, salah mengartikan mungkin Wilo akan mengartikan sakit mental dengan gangguan kejiwaan karena semua berawal dari penyakit mental.


Dan Wilo yang mendengar penjelasan jelas merasa tidak percaya, mustahil jika orang kelelahan sampai harus di rawat inap sampai beberapa hari.


"Aku ingin pulang, dua hari bolos akan membuat ku ketinggalan pelajaran" sahut Wilo, mengalihkan topik pembicaraan.


Dia tidak betah di rumah sakit, dulu Wilo pernah tinggal di rumah sakit sendirian, saat itu dia tabrakan motor Wilo sendirian karena Mama dan Papa nya tidak menghampiri nya.


"Kita pulang siang, sekarang kamu istirahat saja" kata Bryan lagi.


Sekarang keduanya dalam perjalanan pulang, Wilo yang merasa sudah baikan merengek meminta untuk makan di restoran kesukaan nya.


Bryan tidak memiliki keberanian untuk menolak lagi, dia memilih menuruti semua keinginan Wilo selagi apa yang Wilo inginkan itu tidak lah menyulitkan nya, bagaimanapun Bryan masih dalam tahap belajar untuk mencintai Wilona.


"Aku akan duduk di kursi ujung sana" kata Wilo dia berjalan sendiri.


Bryan yang masih harus memarkirkan itu hanya mengangguk, dia melihat Wilo yang berlari dengan riang masuk ke restoran mewah itu.


"Dia terlihat sangat nakal tapi terlihat lucu di saat bersamaan." gumam Bryan sambil tersenyum.


Wilo melihat Bryan dari kejauhan, dan dia dengan sengaja berteriak memanggil Bryan dengan panggilan baru nya.


"Sayang! aku di sini" teriak Wilo sambil melambaikan tangan nya.


Bryan mendeuhem pelan saat melihat tingkah Wilo, dia masih harus terbiasa dengan sikap Wilo yang masih labil.

__ADS_1


Mengabaikan beberapa orang yang menatap aneh padanya, Wilo tidak perduli dengan apa kata orang tentang nya, meski dia mendengar orang-orang terlihat menjelekan nya karena berhubungan dengan pria dewasa.


Wilo memanggil pelayan dan mulai memesankan untuk nya dan untuk Bryan, dan setalah itu keduanya duduk menunggu selama beberapa menit sampai akhirnya makanan nya datang.


"Suka nggak?" tanya Wilo.


Bryan hanya mengangguk, dan mulai makan.



Wilo makan sambil melihat gerak gerik Bryan, sampai akhirnya mata nya menangkap sosok yang sangat dia kenal.


"Papa!" Wilo meremas ujung kaos nya.


Sadar akan wajah Wilo yang menjadi berbeda Bryan langsung memegang tangan Wilo, dia juga melihat kedatangan seorang pria yang tak lain adalah mertuanya.


"Jangan di lihat jika itu membuat mu sakit, aku ada bersamamu jangan takut" kata Bryan masih dengan memegang tangan Wilo.


Dan di saat bersamaan juga Pak Santoso melihat Wilona yang sedang makan bersama seorang pria, dia melepaskan pegangan tangan dari istrinya.



(Ekspresi Wilo saat melihat Papa nya)


"Wilona Adisty!" panggil nya sedikit berteriak.


"Pa_" ucap Wilo terhenti.


Plakkkk !!


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2