Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Kenakalan Sean


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Wilo mengaga melihat Sean yang berdarah di tangan nya, dan jangan lupakan pecahan kaca yang berasal dari jendela kamar tamu itu.


Tidak bisa berkata Wilo memilih menyelamatkan sang putra yang utama, Sean hanya diam saat di obati sang Mommy.


Setelah selesai mengobati Sean dengan obat merah Wilo menyimpan obat merah nya di tempat semula, dan meninggalkan Sean dan Ara berdua di ruang bersantai.


"Geser" kata Sean sinis.


"Nggak" sahut Ara takalah sinis.


"Kau memang pengganggu, pulang sana ke rumah mu!" kesal Sean.


"Tidak akan, Papi ku bersama Daddy mu dan aku di sini karena Daddy mu" kata Ara dengan wajah kesal nya.


Sean tidak menjawab lagi, dia menjawab dengan sebuah gerakan tangan nya yang malah mencubit paha putih Ara.


Awww !


Ara meringis sakit.


"Sakit!"


"Rasakan itu"


Awwww !


Kali ini giliran Syaka yang meringis sakit karena cakaran di leher nya yang di berikan Ara.


"Kau!" Sean berdiri.

__ADS_1


Dia berniat menjambak rambut Ara lagi tapi langsung terhenti karena suara teriakan di dapur.


"Sean!!!!!" teriak Wilo.


"No Mom, dia yang memulai" Sean kembali duduk.


"Dia yang memulai, bukan aku" balik Ara.


Wilo menatap kedua anak kecil itu, lalu mengelus wajah cantik Ara.


"Ara sayang masuk lah ke kamar Mami, tidur siang bersama Mami" kata Wilo.


Ara mengangguk, dia berlari pergi ke kamar tamu untuk tidur siang, dari pada Wilo harus melihat Sean dan Ara terus bertengkar akan lebih baik kalau keduanya di pisahkan.


Kini tinggallah Sean dan Mommy nya berdua, Sean melihat Mommy nya yang terlihat kesal padanya.


"Ada sarang lebah Mom, aku melempari sarang lebah dengan batu tapi kaca nya malah pecah dan membuat aku terluka " kata Sean santai.


"Bagaimana dengan sarang lebah nya?" tanya Wilo.


Wilo benar-benar harus ekstra sabar menghadapi putra nya yang luar biasa baik nya ini.


"Jangan lakukan ini lagi, dengarkan Mom kamu ingin merusak sarang lebah dan tangan mu malah terluka, kau tau sayang ini karena niat mu yang jelek yang ingin menghacurkan rumah para lebah, mereka sama ingin memiliki kehidupan sama seperti mu. di dalam sarang itu mereka juga memiliki ayah bunda dan teman-teman nya." jelas Wilo panjang kali lebar.


Tapi bukan nya mendengarkan atau terharu Sean malah bangkit dari sopa dan berjalan pergi meninggalkan Mommy nya.


"Mommy belum selesai bicara" Wilo mengikuti langkah putra nya.


"Aku mengantuk" Sean pura-pura menguap.


"Oke, Mommy akan tidur bersama mu" Wilo masih mengikuti sang putra.


Sampai akhirnya sampai di depan pintu kamar Sean, Wilo dan Sean sama-sama terdiam di depan pintu.

__ADS_1


"Aku akan tidur sendiri Mom" ucap Sean santai.


"Why?" tanya Wilo.


Tapi Sean tidak menjawab, di memilih masuk kamar dan menutup pintu kamar nya.


Huh..


Kalau seperti ini terus yang ada tensi nya naik lagi, Wilo harus bisa menahan emosi nya karena sekali dia marah bisa di pastikan Wilo akan kembali ke penyakit lama nya.


Akhir-akhir ini Wilo sudah memang melakukan konsultasi lagi pada dokter lama nya, karakter Sean yang kenakalan di atas rata-rata membuat Wilo sedikit ketakutan akan masa depan putra nya nanti.


Wilo takut jika Sean seperti ini terus putra nya akan menjadi pribadi yang kasar di masa depan, dia takut putra nya tidak bisa menahan emosi nya seperti sekarang-sekarang ini Sean selalu melakukan hal-hal yang di luar pikiran anak kecil.


Menyakiti orang lain, Sean selalu acuh saat menyakiti orang dan itu membuat Wilo cemas jika Sean bukan hanya mirip dengan nya, tapi juga kejiwaannya.


"Mas cepat pulang, Sean memecahkan jendela dengan batu dan wajah nya benar-benar sangat santai, aku takut." kata Wilo cemas.


Dia menelpon Bryan karena Wilo tau putra nya hanya akan takut pada suaminya.


"Tenanglah, Sean akan aku beri pengertian saat pulang nanti, jangan lupa minum obat"


"Hem, baiklah.. semangat kerja nya dan cepat pulang."


"Aku mencintai mu"


"Aku juga"


Setelah panggilan itu terputus Wilo memejamkan mata nya sebentar lalu melihat ke luar jendela kamar nya.


Suara suami nya selalu bisa membuat nya nyaman, Wilo tidak bisa membayangkan akan jadi apa dirinya tanpa suami nya.


"Sean, Mommy sangat menyayangimu nak"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2