
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kak Jody perut mu semakin besar, his aku merasa ngeri" Wilo terus melihat perut besar Jody.
"Nona juga akan seperti ini, lihat saja lima bulan lagi pasti akan besar" jelas Jody.
Kandungan Jody sudah 9 bulan, dan beberapa hari lagi Jody akan melahirkan baby nya yang ternyata berjenis kelamin perempuan.
"Iya, tapi aku terlihat kecil" balas Wilo sambil mengusap perut nya.
Ya perut Wilo memang terlihat kecil, padahal jelas-jelas usia kandungan Wilo saat ini sudah masuk ke bulan ke empat.
"Nona ini" Jody memberikan buah yang sudah di kupas.
"Terimakasih kak" kata Wilo menerima buah di piring yang sudah di potong-potong kecil itu.
"Sama-sama nona" balas Jody sambil ikut makan.
Oma tersenyum melihat dua ibu hamil di depan nya, untuk beberapa bulan ke depan Jody memang tinggal di Bryan, di rumah Jody tidak ada siapa-siapa.
Nobles dan Bryan yang sama-sama sibuk bekerja membuat Oma cemas akan kedua ibu hamil itu, dan maka dari itu Oma membuat Jody tinggal di rumah ini agar Oma bisa memastikan jika kedua ibu hamil itu aman bersama nya.
"Oma senang kalian akur seperti ini" Oma mengeluarkan suara nya.
"Aku juga senang punya teman ibu hamil" kata Wilo.
"Saya yang lebih senang nyonya, nona. saya tidak sendirian lagi" timpal Jody.
Ketiga nya mengobrol kecil, sampai akhir nya Jody menjerit sakit yang membuat Oma dan Wilo kompak kaget.
__ADS_1
"Nyonya aduh sakit!" Jody menjerit.
"Oma aduh ada air, kak Jody ngompol" Wilo ikut menjerit.
"Panggil dokter" Oma bangkit dari duduknya.
Wilo ingin menelpon dokter tapi tidak jadi karena Oma mengatakan akan memakai mobil sendiri.
Jody di bopong oleh Bibi pembantu dan supir, Wilo ikut sibuk membawa persiapan yang sudah di siapkan dari jauh-jauh hari itu.
Sepanjang perjalanan Jody terus mengeluh sakit, dan ini pertama kalinya Oma melihat Jody yang terus mengeluh, yang Oma tau Jody adalah gadis yang berani.
"Nyonya, huh.. saya tidak tahan" Jody memejamkan matanya.
Tapi buru-buru di siram air oleh Oma di wajahnya.
"Jangan tidur, ini berbahaya Jody tahan sebentar ini akan segera sampai" kata Oma sambil mengusap kepala Jody.
Jody mencoba untuk tenang, tapi rasa sakit membuat dia terus mengeluh sakit.
"Kak Jody apa sangat sakit?" tanya Wilo sambil mengigit bibir nya.
Jody membalas nya dengan wajah menahan sakit, dan sekali lagi hal itu membuat Wilo semakin ketakutan.
"Kak Jody terlihat kesakitan, ya ampun aku takut melahirkan, hiks bagiamana ini" batin Wilo ketakutan.
Satu jam berlalu..
Nobles baru sampai karena baru di telpon oleh Oma, dia tidak keburu masuk ke ruangan bersalin karena Jody meminta di temani oleh Oma.
"Ya Tuhan selamatkan anak dan istriku, aku mohon selamatkan keduanya karena hanya mereka yang aku punya." batin Nobles yang tidak henti-hentinya mendoakan keselamatan anak dan istrinya.
__ADS_1
Sedangkan Wilo dia memeluk Bryan, Wilo nampak ketakutan apa lagi tadi Wilo sempat ikut menemani Jody dan Wilo melihat bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anak nya.
"Kamu kenapa?" tanya Bryan merasa istrinya terlihat gelisah.
"Aku takut melahirkan, ternyata melahirkan sakit, kak Jody menangis aku takut" balas Wilo sambil memeluk suaminya.
Cup..
Bryan memberikan kecupan di pipi sang istri, lalu mengusap lembut kepala sang istri.
"Tidak akan menakutkan, kamu pemberani aku tau itu, aku selalu bersamamu jadi jangan takut apapun karena selama kamu bersama ku kamu aman" kata Bryan menenangkan.
Wilo mendongkak kan wajahnya ke atas, dia menatap suaminya dengan wajah yang terlihat sendu.
"Mama juga melahirkan aku, mungkin saat itu Mama juga merasakan apa yang kak Jody rasakan, perjuangan nya saat melahirkan seorang bayi dan bertarung di antara hidup dan mati hanya untuk satu kehidupan" Wilo menjeda ucapan nya.
Dia terdiam sebentar, Bryan tidak menjawab dia ingin mendengar apa lagi yang istrinya ucapkan.
"Aku terlalu kejam jika aku mengabaikan Mama karena bagaimanapun Mama adalah wanita yang melahirkan ku, sayang.. apa kamu mau mengantarkan aku ke rumah Mama? aku ingin melepaskan semua nya, kebencian dan rasa sakit hati ku, aku ingin memperbaiki keadaan setidaknya aku tidak terus menerus memiliki perasaan jelek akan sebuah hubungan ibu dan anak" lanjut Wilo lagi.
Bryan tidak bisa berkata-kata, istri kecil nya sudah dewasa, meskii tu terlalu cepat untuk Wilo bisa berdamai dengan perasaan nya tapi Bryan bangga karena Wilo bisa memahami sebuah hubungan.
"Aku akan mengantar mu, aku bangga pada mu" sebagai apresiasi nya Bryan memberikan ciuman di bibir Wilona.
Ekhem !
Deheuman itu membuat Wilo dan Bryan melirik, dan mereka melihat Nobles yang terlihat sebal pada mereka.
"Bisakah kalian tidak berciuman di depan ku, istri ku sedang melahirkan dan kalian malah membuat aku bernafsu untuk mencium istriku" Nobles berkata dengan wajah kesal nya.
"Maaf" kata Bryan dan Wilo bersamaan, tapi jelas tidak ada penyesalan di wajah keduanya karena Bryan ataupun Wilo sama-sama senang.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏