
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Ara" panggil Sean saat baru terbangun dari pingsan nya.
"Sean, akhirnya kamu sadar" Dad Bryan mendekati tempat Sean berbaring
"Dad, Ara mana?" tanya Sean yang tak melihat keberadaan Ara.
Dad Bryan tak langsung menjawab, dia memberikan putra nya minum dulu lalu membiarkan Sean terdiam sebentar.
"Dad" Sean merasa perasaan nya tak enak.
"Ara ada di ruangan sebelah" jelas Dad Bryan.
"Ruangan sebelah?" Sean masih bingung.
Dad Bryan menghela nafasnya panjang, lalu dia pun menjelaskan jika setalah Sean di rawat beberapa jam Ara juga mengalami musibah, dimana kandungan Ara saat ini mulai melemah.
Sean yang mendengar kabar buruk tentu saja langsung panik, dia langsung meminta untuk ditempatkan di ruangan yang sama dengan Ara.
Butuh waktu untuk bisa mendapatkan ijin untuk Sean bisa satu ruangan dengan Ara, beruntun Sean tidak memiliki penyakit menular ataupun yang lain nya sehingga Dokter memberikan ijin selagi orang yang masuk ruangan nya bisa menjaga kebersihan nya.
"Honey" panggil Sean lembut.
__ADS_1
Saat ini Sean sudah satu ruangan dengan Ara, sedangkan yang lain nya menunggu di luar ruangan karena mereka ingin Ara dan Sean punya privasi sendiri.
"Ara" panggil Sean lagi.
Merasa di panggil perlahan Ara membuka matanya, dia melihat Sean yang ada di depan matanya lengkap dengan perban di area kepalanya.
"Kamu terluka?" tanya Ara memegang perban itu.
Awww !
Sean sedikit meringis sakit karena luka nya memang masih terasa.
"Apa sangat sakit? maaf" Ara menatap Sean dengan wajah penuh sendu.
"Hey jangan minta maaf, ini akibat dari kecerobohan ku kamu tidak salah" sahut Sean sambil mengusap lembut pipi Ara.
"Harusnya aku bisa berpikir positif tentang mu" Ara masih menyalahkan diri sendiri.
"No" Sean menggelengkan kepalanya.
Ara menatap Sean lalu tangan nya terulur untuk mengusap lembut lengan besar Sean.
"Aku kesal saat mengetahui kamu memiliki sekertaris wanita, dan bukan hanya itu saja kamu juga pergi bersama wanita aku cemburu" Ara mengatakan alasan mood nya menjadi meledak-ledak.
"Mereka tak secantik dirimu, percayalah aku hanya akan selalu mencintai mu" Sean menatap Ara dalam.
__ADS_1
Yang mana hal itu semakin membuat Ara merasa bersalah, perubahan mood dan kemarahan yang tak jelas membuat Ara harus merasakan sakit ini, kandungan nya melemah karena sikap Ara.
Di luar ternyata Mom Wilo, Dad Bryan, Mami Jody dan Papi Nobles sedang mengintip, mereka mendengarkan obrolan antara Ara dan Sean yang ternyata semuanya terjadi karena masalah wanita.
"Kebiasaan, kenapa nggak cari yang cwo saja" kesal Mom Wilo.
"Iya, cwo banyak kenapa harus cewek udah tau Ara sedang hamil dan mood ibu hamil itu nggak bisa di tebak" timpal Mami Jody ikut kesal.
"Nobles yang memilih sekertaris itu" tidak mau di salahkan Dad Bryan cari aman dengan mengambinghitamkan besan nya.
Dan ya Nobles mengakuinya karena sekertaris itu memang pilihan nya, tentunya dia pilih bukan karena cantik saja tapi sekertaris baru Sean memiliki kecerdasan dan lulusan terbaik dari universitas terkenal.
"Ck, pantas saja si aki tua ternyata" Mom Wilo menatap acuh pada besan nya.
"Mata keranjang udah tuwir juga" timpal Mami Jody takalah kesal pada keputusan suaminya yang mencarikan sekertaris baru untuk Sean.
Papi Nobles hanya bisa diam mendengar semua gerutuan dua wanita matang itu, dia sama sekali tidak membela diri karena menurut nya apapun yang dia katakan sekarang hanya akan membuat istri dan besan nya semakin kesal.
Baru tau sekertaris baru nya wanita saja mereka sudah seperti ini apalagi kalau tau wanita itu bohay, janda lagi. batin Papi Nobles merinding membayangkan kemarahan kedua wanita itu.
Nobles bodoh, aku mendengar suara hati mu, apa aku bilang saja kalau sekertaris baru nya Sean itu pernah naksir Nobles, haha seperti nya akan seru perang antara suami dan istri. batin Dad Bryan sambil tersenyum menyeringai.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1