
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Mom" Sean tersenyum melihat Wilo yang membuka matanya.
"Hem" Wilo pura-pura terlihat pusing.
Sean memeluk Mommy nya lama, lalu mencium pipi sang Mommy lembut.
"Aku senang Mommy bangun, jangan pingsan lagi aku tidak suka Mommy seperti ini" ucap Sean setelah mencium pipi Mommy nya.
Wilo merasa merinding melihat perlakuan putranya yang benar-benar berubah 100% itu.
Sean yang nakal dan juga selalu membuat nya pusing tiba-tiba menjadi anak manis yang ketakutan saat melihat nya pingsan.
"Apa kamu khawatir dengan Mommy?" tanya Wilo sambil mengusap air mata di wajah sang putra.
Dengan cepat Sean mengangguk.
"Aku lebih senang Mommy yang marah-marah dan ingin mengingit ku" sahut nya lagi.
Wilo menggelengkan kepalanya, dia membenarkan posisi nya menjadi duduk lalu membawa tubuh putra nya ke pelukan nya.
Sean hanya diam dalam pelukan Mommy nya, jika Sean yang dulu mungkin dia akan menolak dan melakukan kenakalan lagi. Tapi untuk sekarang tidak lagi.
__ADS_1
Sean ketakutan saat melihat Mommy nya tidak bergerak, dia pernah mendengar jika ibu teman nya juga pingsan tapi tidak bangun pagi, teman nya kehilangan ibu nya dan Sean tidak mau hal itu terjadi pada nya.
"Jangan nakal lagi, kalau kau nakal tidak akan ada yang menyayangimu seperti Mommy. kamu paham sayang?" Wilo mengusap kepala sang putra dengan penuh sayang.
Sean lagi-lagi hanya mengangguk dalam pelukan Mommy nya, sampai akhirnya untuk pertama kalinya Sean tertidur di pelukan Mommy nya.
Wilo membiarkan putra nya tertidur, dia tau Sean cape karena dari tadi putra nya menangis.
"Mimpi yang indah sayang, Mommy menyayangi mu" bisik Wilo di telinga sang putra, lalu mengecup kening sang putra.
Wilo berjalan ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mengganti pakaian dia makan siang.
Siang berganti sore, Sean masih tertidur Wilo cukup kaget karena biasanya Sean hanya akan tertidur 1 sampai 2 jam saja.
Bryan baru datang dan di sambut dengan senyuman dan pelukan dari istrinya.
"Wajah mu terlihat ceria, apa hari ini putra kita membuat mu happy?" tanya Bryan sambil mencium pipi dan bibir istrinya.
"Coba tebak" balas Wilo dengan senyuman nya.
Bryan melingkarkan tangannya di perut sang istri, dia mencium aroma parfum istrinya.
"Tidak bisa menebak, aku hanya ingin memakan mu" kata Bryan sambil mengigit bahu terbuka istrinya.
Kebetulan Wilo memang memakai dress yang turun dan itu memperlihatkan bahu nya yang sangat putih.
__ADS_1
"Sean sudah berubah sayang, tadi aku mencoba trik nya dan berhasil Sean menangis karena takut saat aku pura-pura pingsan" jelas Wilo dengan senyuman nya.
Bryan senang mendengar itu, dia mendapatkan saran itu juga dari Veer, dia sering melakukan permainan pura-pura sakit untuk membuat Jane kembali perduli dengan nya.
"Bagus kalau begitu, itu tandanya tidak ada yang membuat kamu setres lagi. kita bisa program kehamilan" Bryan membalikan tubuh istrinya dan wajah keduanya bertatapan.
"Kau nakal, aku masih ingin mengurus Oma. lihat Oma sekarang di rumah sakit karena putra kita" Wilo melepaskan tangan Bryan di pinggang nya, dia masih belum memikirkan hamil kembali.
Kondisi Oma masih sakit, selain itu tidak ada bibi pembantu di rumah juga, dan Wilo juga perlu pengasuh untuk Sean.
"Oma baik-baik saja, kondisinya sudah mulai membaik besok Oma boleh pulang sayang" Bryan memegang tangan sang istri.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, aku juga mendapatkan orang yang bisa bekerja lama di sini, dia akan menjadi pengasuh Sean" lanjut Bryan.
Wilo menatap suaminya lalu tersenyum.
"Baiklah, kita akan program" akhirnya Wilo setuju.
"Terimakasih." kata Bryan memeluk istrinya.
"Aku yang terimakasih, Mas selalu buat aku nyaman dan merasa lebih baik. Makasih selalu ada di samping ku" Wilo semakin mendekap tubuh suaminya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1