
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak Wisma Bryan akhirnya bisa membawa Wilona pulang, Wilo sudah sembuh meski penyakit mental Nya masih bisa kembali menyerang tapi setidaknya untuk saat ini Wilo bisa menahan diri nya.
"Apa kita akan pulang sekarang?" tanya Wilo saat ini keduanya sedang naik taksi.
"Seperti nya tidak, aku membeli apartemen di dekat sini, bagaimana kalau seminggu ini kita menghabiskan waktu bersama?" Bryan menjawab dengan senyuman nya.
"Aku mau, aku sangat merindukan mu" Wilo tersenyum.
Keduanya berpelukan dan mengobrol ringan, melupakan bapak supir yang menonton keromantisan keduanya.
Setelah sampai di gedung apartemen Bryan langsung membawa Wilo ke apartemen nya, keduanya berjalan masuk.
"Waw! aku kira kau tidak membawa istri kecil mu itu Bryan" Veer tiba-tiba datang dari arah dapur.
Wilo yang baru melihat Veer terlihat bingung, dia melirik Bryan meminta penjelasan.
"Dia teman ku sayang, aku membeli apartemen ini lewat dia" jelas Bryan.
Wilo hanya mangut-mangut kecil, dan Veer mengajak berkenalan.
"Wilona" kata Wilo menjabat tangan Veer.
"Veer Gerald, aku pemilik gedung Apartemen ini" kata Veer sambil tersenyum penuh kepercayaan diri.
Bryan melirik Veer dengan tatapan tak suka, Veer tau itu apalagi dia masih belum melepaskan tangan Wilona.
dan saat keduanya saling melirik tiba-tiba Willy datang dengan penampilan kacau nya dia keluar dari kamar.
"Sial Veer minuman itu membuat ku mabuk" kata Willy berjalan mendekati teman-teman nya.
__ADS_1
Tadi Willy dan Veer memang mabuk-mabukan di apartemen baru Bryan, mereka berpikir Bryan tidak akan secepat ini membawa pulang Wilona.
Wilo melihat Willy yang oleng, dia takut dan memegang tangan suaminya, bukan hanya itu Wilo juga memeluk suaminya.
"Sayang bukan kah dia tuan William yang terkenal itu, aku melihat nya di tv, dulu aku ingin menjadi model tapi tidak terpilih" bisik Wilo di telinga suaminya.
Bryan menyembunyikan Wilo di balik tubuhnya, dua teman nya ini sangatlah mengganggu nya, karena Bryan berniat membuat malam ini menjadi malam yang sangat indah.
"Veer bawa bocah ini ke unit mu, aku dan istri ku punya urusan" kata Bryan dengan wajah dingin nya.
"Oh urusan? apa itu di ranjang?" Veer malah menggoda Bryan.
"Veer!" nada bicara Bryan sudah naik.
Dan mendengar itu Veer tertawa.
"Oke aku pergi, selamat bersenang-senang Bryan" Veer keluar bersama Willy yang mabuk.
Setelah selsai keduanya ke kamar, seperti pengantin baru yang masih malu-malu Wilo nampak canggung saat berada di satu ruangan yang sama dengan Bryan.
Bagaimana pun keduanya sudah tidak dalam satu ruangan selama 4 bulan, dan selama itu juga hubungan keduanya hanya dalam tatap muka itu pun dua Minggu sekali tidak setiap hari.
"Aku benar-benar merindukan mu sayang" Bryan berjongkok di depan kaki Wilo.
Wilo tersenyum kecil, dia juga merindukan suaminya.
"Apa kita akan menghangatkan tubuh?" tanya Wilo.
"Apa hal seperti itu harus di bicarakan?" tanya balik Bryan.
Wilo mengangguk cepat.
"Harus, aku selalu menantikan malam-malam ini sejak lama, kamu tau setiap malam aku selalu menganggap guling adalah diri mu, aku memeluk guling dan mencium guling" jelas Wilo.
__ADS_1
Dan penjelasan itu jelas membuat Bryan tergelak, dia tidak percaya gadis nakal nya yang selalu bar-bar dan juga menantang nya ternyata bisa berubah menjadi gadis yang lucu seperti ini.
Cup..
Bryan dengan secepat kilat memberikan kecupan di pipi Wilo.
"Em sayang kamu menggodaku ya?" Wilo bangkit dari duduknya.
"Aku hanya mencium mu sayang" balas Bryan sambil menaikan sebelah alisnya ke atas, dia melihat apa yang akan di lakukan Wilo.
Wilo membuka semua pakaian nya, lalu melemparkannya ke sembarangan arah.
"Aku akan membuat mu kelelahan malam ini" kata Wilo sambil berjalan mendekati Bryan, tangan Wilo membuka kancing kemeja Bryan dan dengan gaya centilnya Wilo mengusap dada Bryan.
"Apa ini tangtangan?" tanya Bryan.
Wilo terkekeh pelan, lalu menggelengkan kepalanya.
"Bukan tangtangan tapi ini keharusan, kita harus membayar rasa kesepian kita selama 4 bulan ini" kata Wilo sambil melemparkan kemeja yang baru terlepas itu ke sembarang arah.
Keduanya saling menatap satu sama lain, Bryan menarik pinggang Wilo agar merapat dengan tubuhnya, Wilo dengan gaya bar-bar nya mengecup leher Bryan.
"Oh gadis hot ku sudah kembali" Bryan mengusap pipi Wilona.
"Aku merindukan mu, Om tua" bisik Wilo dengan nada menggoda nya.
Pelan tapi pasti bibir keduanya menempel, dan keduanya berciuman dengan penuh gairah hingga mengeluarkan suara decakan di kamar nya.
kerinduan membuat keduanya sama-sama tidak terkendali, Bryan dan Wilo melebur menjadi satu dan saling berbagi kehangatan di ranjang panas nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1