Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Masih berlarut


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sean dengan senantiasa menjaga Ara selama dua hari ini, Ara sangat syok dengan keguguran nya dia bahkan menyalahkan diri nya karena dia yang memakai hak tinggi baby nya harus pergi sebelum di lahirkan.


Ara sudah pulang kembali ke Penthouse nya, baik Ara atau pun Sean sama sekali tidak memberikan kabar ini karena keduanya tidak mau orang tuanya cemas dengan kabar ini.


Jessy, Kelly, Ronal dan Jeff hampir dua hari ini selalu ke Penthouse Ara dan kembali menerima penolakan karena kondisi Ara masih down, mereka hanya bisa mengirimkan kata-kata penyemangat agar Ara dan Sean bisa kembali ceria seperti biasnya.


"Halo Ara, Mami sangat merindukan mu sayang, pulang lah" kata Mami Jody.


Ara sedang menelpon Mami nya, lebih tepatnya Mami Jody menelpon Ara.


"Aku akan pulang setelah libur Mam, mungkin dua bulan lagi" jelas Ara.


"Itu masih lama sayang, bagaimana kalau Mami ke sana, Papi sedang cuti lama dan Mami ingin bertemu dengan anak Mami" balas Mami Jody yang sangat merindukan putrinya.


Ara dan Sean memang belum pulang selama satu tahun ini, seharusnya Ara dan Sean pulang beberapa hari lagi tapi karena kondisi Ara tangis memungkinkan membuat Sean dan Ara memutuskan tidak pulang.


Keduanya tentu saja tidak mau membuat keluarga nya khawatir, bahkan saat mendengar suara Mami nya Ara merasa ingin menangis dia ingin memeluk Mami nya dan mengatakan betapa tersiksanya dia sekarang karena kehilangan calon baby nya.


"Tidak Mam, Ara akan pulang dan Sean, mungkin bulan depan" kata Ara akhirnya.


"Baiklah sayang, Mami tunggu kamu"

__ADS_1


Dan setelah mengobrol sebentar panggilan itu akhirnya terputus, Ara menyimpan ponselnya lalu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.


Air mata nya kembali mengalir karena rasa sesak di dada nya, Ara masih terpukul atas kepergian calon baby nya.


"Ara ayo makan, kamu belum makan dari pagi" kata Sean lembut.


Dari tadi Sean memang duduk di ranjang menemani Ara, dia juga mendengarkan obrolan Ara dan mertua nya.


"Nggak mau, aku masih belum lapar" balas Ara menolak.


"Tidak mungkin Ara, aku tau kamu pasti lapar jadi aku harap kamu makan sekarang" tegas Sean.


Ara menggelengkan kepalanya, dia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh nya agar Sean tidak melihat nya terus.


Sean beranjak dari ranjang, dia keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah dapur minimalis nya.


Setelah beberapa menit Sean kembali datang dengan makanan kesukaan istrinya, bukan hanya makanan saja Sean juga membawa jus stroberi kesukaan sang istri.


"Tidak apa jika tidak mau makan, tapi satu hal yang harus kamu tau anak kita akan semakin sedih jika tau Mommy nya tidak mau makan dan terus menyalahkan diri nya sendiri" kata Sean.


Dan setelah mengatakan itu Sean makan tanpa memperdulikan Ara yang masih bersembunyi di balik selimut, Ara menangis di balik selimut sampai akhirnya dia merasakan sakit di perut nya.


Tangan Ara mengusap perut nya yang saat ini terasa lapar, Ara memejamkan mata nya perlahan lalu membuka mata nya.


Sean benar aku tidak boleh sedih lagi, anak ku tidak suka melihat Mommy nya menangis, ya aku harus makan agar aku kembali sehat. batin Ara.

__ADS_1


Ara membuka selimut nya dengan langkah pelan dia berjalan mendekati Sean yang sedang makan di sofa dan tanpa ragu Ara mengambil piring yang ada di tangan Sean.


"Ara aku sedang makan" kata Sean.


Bukan nya menjawab Ara malah duduk di pangkuan Sean dan memeluk Sean, Ara mencium dada Sean dan menghirup aroma tubuh suaminya.


"Maaf" ucap Ara pelan.


Sean tersenyum, dia mengusap punggung Ara dengan lembut dan penuh cinta.


"Kamu tidak salah sayang, ini adalah takdir mungkin Tuhan lebih sayang pada calon baby kita" kata Sean bijak.


Ara hanya mengangguk kecil, dia mengeratkan pelukannya dan mencium harum tubuh suaminya karena saat ini Ara sangat membutuhkan pelukan hangat ini.


"Aku akan menyuapi mu, duduk lah" kata Sean.


"Baik lah" Ara melepaskan pelukan nya dan duduk di samping Sean.


Sean mulai menyuapi Ara, dan keduanya makan dengan Ara yang di suapi oleh suaminya, meski sulit Sean mencoba ikhlas, dia tidak mau membuat Ara semakin sedih jika tau kenyataan nya jika Sean juga masih menyesal atas ketidaktahuan nya akan kehamilan Ara.


Aku akan menghapus kesedihan mu, maafkan aku yang masih belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu, aku janji. batin Sean sambil menatap Ara yang sedang makan.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2