
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Maafkan aku" kata Wilo pelan.
Dia merasa putus asa, dalam pikiran nya Wilo terus mendengar bisikan untuk mengakhiri hidupnya.
Bryan masih menangis di pelukan Wilo.
Mungkin ini lebay tapi Bryan merasa gagal di saat dia melihat Wilo yang bunuh diri di depan nya, padahal saat Oma nya mengancam nya untuk bunuh diri Bryan selalu acuh.
Tapi kenapa dengan Wilo dia berbeda? Bryan merasa sedih dan takut di saat bersamaan.
"Aku pikir aku hanya akan merepotkan kalian saja, aku tidak memikirkan hal lain karena hidup ku memang tidak pernah di harapkan" lanjut Wilo jujur.
"Kamu tidak merepotkan ku, aku menginginkan mu" kata Bryan masih memeluk Wilo.
Dia tidak melepaskan pelukan nya karena takut Wilo kembali nekat lagi.
"Terimakasih" balas Wilo sambil tersenyum kecil.
Dia merasa di sayangi, meski Wilo juga tidak tau perasaan apa yang di miliki Bryan untuk nya, tapi melihat Bryan yang menangisi nya membuat Wilo merasa di inginkan.
Wilo menatap Bryan keduanya bertatapan selama beberapa detik sampai akhirnya bibir keduanya menempel.
"Jangan nekat lagi, aku ada bersamamu apapun masalah mu ceritakan pada ku" Kata Bryan.
__ADS_1
"Maaf, aku janji tidak akan melakukan nya lagi" balas Wilo.
"Dan jika ini terjadi lagi aku akan marah pada mu" kata Bryan.
Membuat Wilo terkekeh pelan.
"Aku penasaran melihat mu marah" ucap nya dengan nada manja.
Dan melihat itu membuat Bryan gemas dan langsung menyesap bibir manis di depan nya, Wilo membalas nya dan tanpa ragu Wilo mengalungkan tangannya di leher Bryan, keduanya berciuman untuk beberapa saat.
Hemphh...
Saling berbalas ciuman, sampai akhirnya tangan Bryan mulai tidak bisa diam dan menyentuh berapa titik favorit nya.
Tanpa sadar keduanya sudah saling menginginkan, Bryan menyesap bibir itu perlahan manis bibir Wilo seketika membuat gairah nya menjadi keluar.
"Jangan katakan pada Oma masalah ini, Oma pasti akan sedih." kata Wilo saat ciuman nya terlepas.
Bryan mengangkat sebelah alis nya ke atas, lalu semakin mendekatkan wajah nya dengan wajah Wilo.
"Kalau aku tidak mau?" tanya nya dengan nada menggoda.
"Aku akan membuat mu menyesal" sahut Wilo sewot.
"Oh ya? memang nya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bryan lagi, dia terkekeh pelan merasa gemas dengan sikap Wilo.
Tanpa ragu Wilo membuka dua kancing piyama nya, dan Wilo tersenyum.
__ADS_1
"Lihat ini, aku tidak akan membiarkan ini menjadi milik mu selama satu Minggu" kata Wilo sambil tersenyum menyebalkan.
Alih-alih takut Bryan malah langsung memegang nya dan meremas nya dengan senang, tapi tidak dengan Wilo yang menahan geli.
"Uh" Wilo mengeliat.
"Jadi siapa yang kalah?" tanya Bryan sambil tersenyum menyeringai.
"Aku, hufh uhh aku" Wilo semakin tidak bisa bertahan.
Pelan tapi pasti tubuh keduanya membuka pakaian nya, Bryan membawa tubuh Wilo keluar dari kamar mandi dan merebahkan nya di tempat tidur nya.
Keduanya kembali bertatapan selama beberapa detik, sampai akhirnya bibir keduanya kembali menyatu dan Wilo kembali merasakan tusukan nya.
Hemphh!
Wilo membusungkan dada nya, di masih belum terbiasa dengan ini meski sebenarnya keduanya sudah beberapa kali melakukan nya.
"Kenapa makin besar?" tanya Wilo.
"Ini hukuman mu, dia menghukum mu" balas Bryan sambil mempercepat ritme nya.
Dan permainan panas pun baru di mulai.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1