
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Empat tahun berlalu..
"Sean!"
"No Mom"
"Hey awas ya, Mom akan bilang pada Ara kalau kamu yang merusak mainan nya, cepat mendekat dan minum obat nya" kata Wilo sambil menatap kesal putra nya.
Tapi Sean tidak mendengarkan dia malah berlari menjauh hingga ke teras depan, melihat itu Wilo hanya menghembuskan nafas nya panjang.
Inilah alasan dia tidak mau hamil cepat, Sean sangat nakal yang membuat nya sangat kesusahan untuk melakukan aktivitas kesukaan nya.
"Dasar anak Bryan" kesal Wilo sambil membawa gelas dan obat itu ke teras depan.
Dan sesampainya di teras depan Wilo kembali melihat Sean yang sedang mengganggu tukang kebun, Wilo tak bisa berkata-kata lagi putra nya itu memang sangat aktif.
"Ampun tuan muda, ampun" ucap tukang kebun yang sedang di sirami air oleh Sean.
"Haha, rasakan ini kau monster jelek!" Sean malah tertawa dan bermain air.
Sebenarnya Sean sedang sakit, dia batuk dan flu tapi karena bosan tidur terus Sean memilih bermain.
"Sean kemari! jangan nakal sayang" teriak Wilo di teras rumah.
"Tidak mau!" teriak Sean yang malah asyik bermain air sehingga baju nya basah.
Mobil tiba-tiba berhenti halaman rumah, Sean yang menyadari hal itu dia langsung menghentikan kenakalan nya dan berlari ke arah Daddy nya.
"Mana mainan ku Dad?" pinta Sean memperlihatkan wajah manis nya.
"Kau nakal lagi Son?" tanya Bryan pada sang putra.
__ADS_1
Sean menggelengkan kepalanya.
"No Dad, aku baik" sahut Sean sambil tersenyum.
"Lalu baju mu? kenapa basah?" tanya Bryan lagi.
Dan seperti biasnya Sean selalu punya alasan bagus, dia bilang kalau dia di semprot oleh tukang kebun.
"Kau bohong"
"No"
"Ya"
"Ayolah Dad, aku ingin mainan baru" kata Sean sambil berjalan bersama Daddy nya.
Usia Sean sekarang sudah lima tahun, dan seperti anak di usia lima tahun pada umumnya Sean sangat aktif sehingga membuat kedua orang tua nya pusing menghadapi tingkah nya.
"Kemari, dasar ya.. Mom bilang apa jangan main air kamu sedang batuk dan flu Sean" Wilo menatap kesal putra nya.
"Tidak mau minum obat Mom, itu pait" sahut Sean yang selalu punya seribu alasan.
"No!" teriak Sean menolak.
"Harus! ini bagus untuk kesehatan mu" kata Wilo lagi.
"Menurutlah, atau tidak akan ada mainan baru" kata Bryan lagi.
Hufh..
Sean mengembuskan napas nya kasar, dia membuka mulut nya dan kembali merasakan pahit di mulut nya yang membuat dia berontak dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.
"Pahit!" teriak Sean yang berlari.
Wilo yang melihat itu menggelengkan kepalanya, Bryan yang tau akan kenakalan putra nya itu memberikan usapan lembut di punggung istri nya.
__ADS_1
"Sabar sayang" kata Bryan.
"Anak kamu tuh Mas" Wilo mengembungkan pipi nya.
"Iya anak kita berdua kan bikin nya berdua" sahut Bryan yang membuat Wilo tersenyum kecil.
"Kamu dulu nakal gitu nggak sih?" tanya Wilo, keduanya berjalan masuk ke rumah.
"Nggak, aku dulu pendiam" sahut Bryan.
"Kalau kamu?" tanya balik Bryan.
Yang membuat Wilo mendeuhem, jelas dia sama dengan Sean yang sangat aktif, hanya saja Wilo tidak sampai membuat orang kesal seperti Sean.
Keduanya masuk ke kamar dan melihat kamar yang berantakan dengan mainan Sean.
"Sayang" Wilo prustasi.
"Sabar" Bryan mengusap tangan istrinya.
Wilo menarik nafasnya panjang, dan setelah itu dia di bantu suaminya membereskan mainan-mainan Sean yang berantakan di lantai.
"Kamu udah dapat pengasuh baru?" tanya Wilo.
"Belum, sulit untuk mencari pengasuh yang tahan dengan sikap putra kita" jelas Bryan.
Dan saat keduanya akan bersantai tiba-tiba terdengar suara teriakan putra nya..
"Mom Dad! dia nakal!" teriak Sean.
"Nyonya tuan, saya pamit" ucap bibi pembantu yang baru bekerja selama empat hari itu.
"Astaga! Sean!" teriak Wilo kesal bukan main melihat wajah bibi pembantu yang di lempari selay stroberi oleh Sean.
🌹
__ADS_1
Kenapa di percepat jawaban nya biar nggak monoton dan alur nya nggak gitu-gitu aja🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏