
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Wilo bangun dari tidur nya, dia merasakan pusing dan saat dia melihat ke samping Wilo melihat Bryan yang tertidur dengan lelap.
"Aku mencintai mu" kata Wilo sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Wilo memejamkan matanya, kepalanya semakin terasa sakit sampai akhirnya dia mendengarkan suara bisikkan kata-kata yang membuat dia histeris.
Wilo mencoba untuk tenang, dia mencoba untuk tidak terpengaruh dengan semua kata-kata yang terus menerus berputar di kepala nya.
Tapi..
"Dasar anak Pelacr!"
"Gadis nakal tidak tau diri!"
"Kau pantas tidak mendapatkan kasih sayang ibu mu, jala*g itu membuang mu*!"
Aaaa !
Bryan yang tertidur di sebelah nya, dia masih belum terusik dengan apa yang Wilo lakukan.
Wilo mengigit tali itu, dan saat tali nya terlepas Wilo langsung bangkit dari tempat tidur dan mengambil pas bunga.
"Tidak! aku tidak di buang!"
"Aku bukan gadis nakal!"
"Kau gila!"
Terdengar kembali terdengar bisikan lagi.
"Tidak aku tidak gila!"
Prenkk !
__ADS_1
Wilo melemparkan pas bunga itu hingga membuat pecahan pas bunga itu berserakan di mana-mana.
"Aku tidak gila! tidak!" Wilo berteriak kembali.
Kata-kata Melisa terus terdengar di telinga nya, beberapa hari yang lalu Melissa di tangkap dan Wilo menemui nya untuk memberikan kesaksian.
Wilo melihat Mama nya dan suami baru nya yang menyalahkan Wilo atas apa yang terjadi pada Melisa, Sita bahkan menuduh Wilo yang tidak-tidak padahal dengan jelas semua bukti sudah membuktikan jika Melisa adalah dalang dari pembuatan Vidio itu.
"Jangan perpanjang masalah, jika kau masih mau mengganggap ku ibu mu maka cabut laporan untuk Melisa, jangan seperti ini lagi pula Melisa hanya bercanda dia sudah meminta maaf pada mu, Pikirkan lagi itu hanya masalah spele!"
Bayangkan Mama nya sendiri tidak percaya pada nya, dan lebih membela orang lain padahal jelas-jelas Wilo adalah korban.
Masalah spele? Apa Mama nya berpikir merusak kehidupan seseorang itu adalah masalah spele?, terang-terangan menonton seorang gadis saat di perko*A bahkan menyebarkan Vidio nya? itu spele?.
Melisa mengatakan permintaan maaf nya di hadapan banyak orang tapi setelah tidak ada orang dia tidak terlihat menyesal, bahkan terang-terangan Wilo mendengar kata-kata
kasar yang keluar dari gadis itu.
"Jala*g itu membuang mu, dia malu memiliki anak seperti mu, haha kau di buang! kau tidak di terima, dan kau gila lihat kau gila!"
"Tidak!!"
"Sayang" Bryan kembali kecolongan.
Tangan Wilo yang sudah dia ikatkan dengan tangan nya terlepas, dan kini Wilo kembali mengamuk sambil menyakiti diri sendiri.
Bryan bangkit, dia langsung memeluk Wilo agar tenang, tapi bukan nya tenang Wilo malah semakin berontak bahkan tak segan menyakiti nya.
"Aku tidak di buang! aku bukan gadis nakal! aku tidak gila" kata Wilo sambil berontak.
Bryan tak kuasa menahan kesedihannya dia memeluk Wilo dengan wajah sedih nya, dokter menyarankan untuk Wilo masuk ke wisma yang berisi gadis-gadis yang gangguan mental.
Tapi Bryan menolak, dia tidak mau jauh dari Wilo dia berpikir jika Wilo akan sembuh selama Wilo ada di dekat nya, tapi nyatanya Bryan salah kondisi Wilo semakin parah.
"Tangan mu berdarah sayang" Bryan melihat beberapa cakaran di tangan bahkan sampai berdarah.
"Aku gila?" tanya Wilo yang kini sudah kelelahan dan perlahan nada suara nya sudah merendah.
__ADS_1
"Tidak, kamu gadis baik" kata Bryan sambil menghujani wajah Wilo dengan banyak ciuman.
Wilo terlihat lebih lemah, tatapan mata nya kosong dan itu benar-benar menyakiti Bryan yang selama dua Minggu ini bahkan tidak pergi ke kantor karena ingin selalu menemani Wilo.
"Aku lelah"
"Kita akan tidur"
"Aku ingin ma_" ucap Wilo terhenti.
"Tidak ada pembicaraan seperti itu, aku mencintaimu, kamu akan sembuh" Bryan membawa tubuh Wilo kembali ke ranjang.
Bryan dengan lembut mengusap kepala Wilo, sampai akhirnya Bryan melihat mata Wilo yang terpejam.
Perlahan air mata nya jatuh, Bryan benar-benar tidak kuat melihat Wilo yang seperti ini, dia ingin Wilo sembuh.
"Apa aku harus mendengarkan apa kata dokter? tapi aku tidak bisa berjauhan dengan nya, aku mencintai nya."
Bryan mengambil ponselnya, dia menelpon Nobles.
"Astaga tuan ini masih jam 2 malam"
"Ya, persiapkan tiket ke kota A aku dengar di sana ada wisma yang bagus untuk istriku"
Tanpa mendapatkan penjelasan Nobles sudah paham, dia tau jika Wilo si nona muda memang mental nya terganggu.
"Baik tuan"
Tut.
Panggilan di putuskan sepihak, Bryan bangkit untuk mengambil p3k, dia membersihkan luka cakaran di tangan Wilo dengan penuh kehati-hatian.
Setelah selesai mengobati tangan Wilo Bryan langsung ikut berbaring, dia membawa tubuh Wilo ke pelukan nya, lalu mencium kening Wilo lembut.
"Ini bukan perpisahan, aku ingin yang terbaik untuk mu meski aku tidak ingin berjauhan dengan mu, maafkan aku"
🌹
__ADS_1
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏