Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Curahan hati Wilona.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Wilona Adisty!" panggil nya sedikit berteriak.


"Pa_" ucap Wilo terhenti.


Plakkkk !!


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Wilo sampai membuat sudut bibir Wilo sedikit mengeluarkan darah.


Bryan melihat itu seketika tangan nya mengepal, dia berbalik ingin menghajar pak Santoso tapi melihat Wilo yang menunduk membuat dia memilih mendekati Wilo.


"Sayang" Bryan yang tau kondisi Wilo langsung memeluk tubuh istrinya.


"Dasar anak tidak tau diri! sudah Papa bilang kalau kamu mau jadi anak nakal jangan pernah menemui ku! anak dan ibu sama saja sama-sama pelacur!" bentak pak Santoso.


"Untung saja aku sudah blokir kartu kredit nya sayang, lihat kan sudah aku bilang kalau anak mu itu bukan hanya nakal tapi juga sudah segila ini, dia melayani Om-om, dan kamu tau kan kemarin kaca rumah kita juga di rusak oleh nya" Lidya ibu sambung Wilo memanasi.


"Dasar anak tidak tau diri kau selalu membuat ku malu! kamu hanya bisa merepotkan ku saja!" lanjut Pak Santoso lagi tak berperasaan.


Wilo tersenyum kecut mendengar semua yang di tuduhkan papa nya pada nya, tubuhnya sekali lagi bergetar tapi Wilo tidak bisa diam, dia melepaskan pelukan Bryan dan mendekati Papa nya.


"Apa? Papa malu punya anak seperti aku? apa tadi kata Papa? aku merepotkan? hahaha" Wilo tertawa hambar.


Bryan membiarkan Wilo melampiaskan ke sedihan nya, dia ingin tau reaksi orang tua Wilo akan ungkapan hati Wilona.


"Di sini aku adalah yang di rugikan, kalian berdua bahagia dengan kehidupan baru kalian, sedangkan aku? aku seorang diri! aku di tinggalkan oleh orang tua ku di saat usia ku masih tiga tahun, mereka meninggalkan ku di saat aku membutuhkan mereka!" Wilo menjeda ucapan nya.

__ADS_1


Perlahan air mata nya mengalir tanpa di minta, Wilo menatap penuh kecewa pada pria yang seharusnya bisa mengajari nya apa arti cinta dan kasih sayang.


"Aku di lahirkan tapi tidak di inginkan, aku di besarkan tapi dengan lewat tangan seorang pria tua yang sekarang sudah pergi meninggalkan juga, sedangkan dua manusia yang membuat ku hadir ke dunia ini? kemana mereka? hah! mereka pergi mencari kebahagiaan nya sendiri! aku sendirian Pa! aku seorang diri aku anak kalian tapi aku seperti orang asing! kenapa? kenapa apa salah ku sehingga kalian membuang ku seperti sampah yang tidak ada harga nya?"


Tangis jeritan hati Wilo mengundang beberapa orang untuk melihat, dan sekarang Wilo di kelilingi oleh beberapa orang yang nampak iba padanya.


Sadar menjadi bahan tontonan Bryan berniat membawa Wilo pergi, tapi langsung di tahan oleh Pak Santoso.


"Dengarkan aku baik-baik, kehadiran mu adalah kesalahan baik aku dan Sita kita sudah semampu kita untuk bertahan tapi kita memang tidak sepaham" pak Santoso berkata dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


Tapi perduli apa Wilo akan semua itu? yang dia sesalkan adalah kenapa dia harus di lahirkan jika sebenarnya kehadiran nya tidak di harapkan, kenapa mereka tidak menggugurkan nya saat masih di dalam kandungan Mama nya saja.


"Persetan dengan semua itu, aku tidak meminta perhatian kalian sedikitpun, aku hanya ingin pengakuan tapi kalian tidak mau menerima ku jadi jangan salahkan aku kalau aku menganggap orang tua ku mati! karena selama 19 tahun hidup ku aku tidak pernah mendapatkan cinta kasih dari seorang ibu ataupun seorang Ayah." tegas Wilo sambil mengusap air mata nya.


Wilo melirik Bryan, dia masuk ke pelukan suaminya lalu mendongkak kan wajah nya untuk menatap suaminya.


Bryan mencium kening Wilo, gadis pemberani yang berani mengatakan unek-unek kekesalan nya di depan orang yang membuatnya merasakan rasa sakit itu, lalu Bryan menatap tajam pak Santoso.


"Karena kau telah mencampakkan Wilona jadi mulai saat ini aku putuskan kalau Wilona hanya milik ku, dan kau juga mantan istri mu tidak berhak menemui nya tanpa persetujuan ku, camkan itu Tuan Santoso Adhitya!" tegas Bryan sambil memberikan tatapan tajam nya.


Dan setelah itu Bryan membawa Wilo dari keramaian itu, sebelum itu dia juga menyimpan kartu nama nya di dekat piring karena dia tidak bisa berlama-lama di tempat itu.


Wilo sedang terpukul dan Bryan bisa merasakan itu, tubuh istrinya bergetar hebat dan Bryan sangat menyesalkan dirinya karena menuruti keinginan Wilo makan di restoran mewah itu.


"Jangan tinggalkan aku" kata Wilo sambil memeluk Bryan.


"Tidak akan, peluk lah selagi itu bisa membuat mu tenang" balas Bryan.


Wilo memeluk tubuh Bryan lama, perlahan dia bisa mulai tenang dan berhenti menangis karena dia memiliki sandaran tidak seorang diri lagi.

__ADS_1


"Halo!"


"Kau tau perusahaan X?"


"Ya tuan."


"Berapa saham yang kita miliki di sana?"


"40 persen tuan"


"Tarik kembali, dan pastikan tidak ada yang mau membantu nya"


"Baik tuan."


Tut!


"Jangan khawatir, aku ada bersamamu kamu tidak akan sendirian lagi"


Cup..


Cup..


Bryan memberikan hujan kecupan di kepala Wilo.


"Mulai saat ini siapapun yang berani membuat mu menangis aku akan menghancurkan nya! aku janji."


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2