
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Beberapa bulan berlalu..
Wilo dan Bryan sudah membawa Sean ke psikolog anak, tapi hasil nya tidak ada yang membuat mereka harus khawatir.
Kenakalan yang di lakukan Sean adalah piur kemauan nya, bukan karena gangguan mental lain atau pun hal-hal yang berbau kejiwaan lain nya.
Sean anak yang pintar karena di sekolah Sean juga mendapatkan nilai bagus, hanya saja kenakalan Sean tidak mau berhenti dan itu mungkin poin utama yang harus di ubah.
Peran sebagai orang tua yang kini di jalani Wilo sangat berat, bagiamana pun dia menikah muda dan melahirkan di usia 20 tahun meski sekarang Wilo sudah berusia 26 tahun, bantuan Bryan sebagai kepala keluarga membuat Wilo merasa terbantu karena Bryan selalu bisa membuat nya tenang di saat dia mengeluh.
Hoekkk..
Suara orang muntah itu mengundang perhatian Sean yang sedang bermain di ruang tamu.
Oma masih di rumah sakit karena ulah nya, Sean membuat Oma jatuh dan karena itu dia di hukum tidak keluar rumah.
Bahkan makan pun Sean harus mengambil sendiri ke meja makan, tidak ada pembantu membuat Sean sadar jika dia tidak bisa melakukan banyak hal sendiri apalagi Mommy nya masih merajuk.
"Mommy are you oke?" tanya Sean di balik pintu.
Tidak ada sahutan, Sean yang melihat pintu di kunci itu mulai mengetuk pintu nya keras.
"Mommy buka!" teriak Sean.
Ceklek...
Pintu terbuka dan Sean melihat Mommy nya yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Mom sakit?" tanya Sean.
Wilo tidak menjawab, dia masih kesal karena putra nya telah menyakiti Oma buyut nya. Wilo merasa gagal karena Sean sangat nakal karena mengikuti gen nya.
Andai saja Sean tidak nakal mungkin Oma tidak celaka, Oma kesakitan di rumah sakit karena kepalanya terbentur sangat keras, dan Sean? putra nya seperti biasa dia cuek dengan apa yang dia lakukan.
"Mom" Sean mengikuti kemana Mommy nya melangkah.
Dan Wilo masih mengabaikan putra nya itu, dia berjalan ke arah kamar nya dan setelah itu Wilo memilih tiduran di ranjang karena dia benar-benar lemas.
Sean juga ikut masuk, dia bahkan naik ke ranjang dan memeluk Mommy nya dengan erat.
"Lepaskan Mommy, keluarlah dan lakukan apapun yang kamu mau" kata Wilo.
"No Mom, aku akan menjaga Mommy" sahut Sean masih memeluk Mommy nya.
Huh..
Wilo ingin kesal tidak bisa, rasa sayang nya mengalahkan segalanya termasuk rasa kesalnya pada sang putra.
Sean yang mendengar perintah Mommy nya memilih menurut, beberapa hari di jauhi Mommy nya membuat Sean sedikit sedih karena tidak ada yang membuatkan nya puding mangga lagi.
Setelah mengambil minum untuk Mommy nya Sean kembali ke kamar, Wilo menerima air itu dan meminum nya sedikit.
"Makasih" kata Wilo lalu kembali tiduran lagi.
Sean melihat Mommy nya yang masih lemah, dia memijat tangan Mommy nya berharap Mommy nya akan kembali sehat setelah di pijat.
"Mommy marah?" tanya Sean.
"Mom, I'm sorry" lanjut Sean.
__ADS_1
Sean malah melihat mata terpejam Mommy nya, Sean mencoba membangunkan sang Mommy dengan mengguncangkan tubuh Mommy nya.
"Mommy wake up!" teriak Sean.
"Mom! " untuk pertama kalinya Sean menangis.
Sean turun dari ranjang, dia berlari mencari ponsel Mommy nya ke tempat-tempat yang tadi di duduki Mommy nya.
"Help me" Sean menangis.
Tidak ada yang mendengar nya, Sean menangis mencari pertolongan keluar tapi siapa yang akan percaya dengan anak nakal seperti dirinya.
Bahkan satpam dan pengurus taman pun nampak acuh karena sering di buat jengkel dengan tingkah tuan muda kecil nya itu.
"Pasti itu hanya trik untuk membuat kita kesusahan lagi" kata satpam.
"Iya, kemarin nyonya besar dan sekarang mungkin kita target nya" pengurus taman menyahuti.
Sean kembali ke rumah saat tidak ada yang mau menolong nya, dia duduk di sopa dan menangis. Sean tidak tau kenapa nomer ponsel Daddy nya karena Sean tidak mengingat nomer ponsel Daddy nya.
"Tidak ada yang menyukai anak nakal" tiba-tiba suara Daddy nya terngiang-ngiang di telinga Sean.
Benar kata Daddy nya, Sean menyesal menjadi nakal.
"Mommy wake up, Mommy" Sean menangis sambil memeluk Mommy nya.
"Mas Bryan benar, cara ini benar-benar ampuh.. huh senangnya lihat anak baik ini nangis" batin Wilo yang tidak tahan berpura-pura pingsan lagi.
Sebelumnya Wilo berniat untuk memasukan Sean ke pesantren, tapi Bryan menolak karena dia tidak mau jauh dari putra nya. hingga akhirnya Bryan mengusulkan Wilo untuk pura-pura pingsan mereka ingin membuat Sean sadar jika nakal itu bukan lah perilaku yang baik.
Dan ya sekarang mereka berhasil, Sean menangis dan melihat itu Wilo sangat senang apalagi putra nya yang terlihat sedih itu membuatnya gemas dan ingin sekali mencium putra nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏