
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Jessy akhirnya menginap, Ara meminta nya untuk menginap dan Jessy tak masalah untuk hal itu karena dia juga malas pulang.
Jeff hanya mengikut saja lain dengan Sean yang keberatan karena Ara meminta tidur bersama Jessy, dan itu tandanya tidak ada jatah malam untuk nya.
"Babby nya minta tidur di temani aunty" kata Ara.
Huh..
"Baiklah, aku paham" Sean mencium pipi Ara.
Sebenarnya Ara risih, tapi dia tidak bisa mengabaikan Sean karena bagaimanapun Sean adalah suaminya dan Sean menjadi manja begitu karena dirinya.
Cup..
Cup..
Cup..
Ara mengecup pipi dan bibir Sean.
"Aku mencintaimu" kata Ara.
"Hem, aku juga" balas Sean sambil tersenyum.
Sekali lagi Jeff dan Jessy harus menonton keromantisan pasangan pasutri itu, keduanya merasa geli dengan apa yang keduanya lihat.
__ADS_1
Setelah drama itu Ara pun masuk ke kamar bersama Jessy, meninggalkan Sean dan Jeff yang tidur di sofa bersama Sean.
Di dalam kamar Ara dan Jessy melihat ke atas langit-langit, keduanya saling mendiamkan hingga akhirnya tangan Jessy mengusap perut Ara.
"Ara aku juga merasa ingin hamil" ucap Jessy pelan.
"Itu bagus Jess, kau akan tau betapa sulitnya melewati muntah-muntah" balas Ara ikut mengusap perut nya.
"Tapi setidaknya kamu punya teman di saat kesepian, seperti aku yang selalu sendirian" sahut Jessy.
Jessy menghembuskan nafas nya panjang, lalu melirik Ara yang terlihat senang saat mengusap perut buncit nya itu.
"Kamu tidak sendirian, ada aku, ada suami mu dan keluarga mu" kata Ara sambil tersenyum.
"Percayalah Jeff akan menyayangi mu, semuanya butuh proses" lanjut Ara.
Jessy menganggukkan kepalanya, sudut bibirnya terangkat sedikit dia harap Jeff benar-benar akan baik dan sayang pada nya.
Jessy memejamkan mata nya, Ara melihat itu tersenyum lalu dia membisikkan sesuatu ke telinga Jessy.
"Lepaskan Pill KB mu, dan biarkan benih Jeff menjadi bayi hingga akhirnya dia mencintaimu" bisik Ara yang membuat Jessy tersenyum dengan mata terpejam nya.
Aku akan melakukan nya, melepas Pill KB bukan hal sulit aku akan memperbaiki semuanya. batin Jessy.
Di luar kamar yaitu di sofa Sean melihat Jeff yang fokus pada ponselnya, dia mengintip sedikit dan Jeff sadar akan hal itu langsung memberikan tatapan tak suka nya.
"Apa?" ketus Jeff.
"Ck, kau judi online?" tanya Sean.
__ADS_1
"Hanya hiburan, aku sedang pusing dengan hidup ku" balas Jeff.
"What? kau memiliki istri yang cantik dan hot di ranjang masih pusing?" Sean menatap tak percaya pada Jeff.
Dan Jeff yang mendengar itu hanya mengembuskan napas nya kasar, dia masih melihat wajah kepo Sean.
"Aku tidak siap memiliki anak" kata Jeff.
"Why? anak akan melengkapi rumah tangga mu" kata Sean lagi.
"Tidak, karena pernikahan ini hanya 4 bulan dan setelah itu good bye, tidak ada kata pernikahan lagi" jelas Jeff dengan wajah seriusnya.
"Aku tidak yakin, aku rasa sebelum hari itu tiba Jessy akan membuat mu tergila-gila pada nya" Sean masih dengan pemikiran nya.
Jeff mendengar itu hanya tersenyum, dalam hatinya dia menyepelekan hal itu karena sampai kapan pun Jeff tidak akan serius dengan satu hubungan.
Dia memang tidak pernah selingkuh, tapi Jeff sangat benci di selingkuhi itu mengingatkan nya akan perceraian orang tuanya yang di awali oleh Mama nya yang memilih pria lain.
"Wanita tak puas dengan satu pria" kata Jeff lagi.
"Itu di luaran sana, tidak dengan istriku yang puas dengan satu pria saja" sahut Sean agak sewot.
"Ya Ara mungkin, tapi Jessy aku tidak yakin jika dia memiliki pikiran itu karena dia hanya wanita nakal" balas Jeff lagi.
Sean mendengar itu menepuk pelan pundak Jeff, dia rasa pemikiran Jeff terlalu berlebihan.
"Kalau belum merasa benar jangan mengatakan yang tidak-tidak, ingat wanita baik tidak akan mau menikahi pria yang tidak baik, begitupun sebaliknya, jadi introspeksi diri itu penting" celetuk Sean bijak, dan berhasil membuat Jeff bungkam.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏