
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sean lepas nggak!" kesal Ara karena Sean terus menarik baju nya.
"Tidak bisa, bukan kah ini malam pertama kita Ara, jangan pura-pura bodoh" Sean masih mencoba membawa Ara agar merapat ke tubuh nya.
Ara yang mendengar kata malam pertama seketika kembali ke malam di kebun teh itu, dia menggelengkan kepalanya karena saat itu mereka melakukan nya di tempat yang cukup terbuka.
Merasa Ara diam saja Sean langsung menarik Ara dengan kasar sampai akhirnya terdengar suara...
Wek..
Kaos yang Ara pakai sobek, dan Ara yang melihat baju kesayangan nya sobek itu langsung melotot.
"Sean!" kesal nya sambil menepis kasar tangan Sean.
"Hanya baju jelek, aku akan membelikan 10 kaos oblong untuk mu" kata Sean santai.
"Kamu gila!" Ara beranjak dari tempat tidur nya.
Dia berjalan ke arah almari, mengambil kaos ganti untuk nya lalu memicingkan mata nya ke arah Sean dengan tajam.
"Awas kamu ya aku akan sobekin baju kamu juga" Ara membuka baju nya asal, lalu memakai pakaian ganti nya.
Sean melotot melihat Ara yang memperlihatkan belahan dada nya itu, kulit putih di tambah ukuran dada yang sangat pas untuk di pegang oleh tangan nya, semua itu terlihat menantang untuk di coba.
Ara selesai memakai pakaian ganti nya, dia langsung mendekati koper dan mengacak-acak baju Sean yang hanya satu koper kecil itu.
Wek..
Wek..
__ADS_1
Suara baju sobek terdengar, Sean masih duduk santai melihat bajunya yang di sobek-sobek oleh Ara.
"Memang nya kamu aja yang bisa nyobekin baju hah! aku juga bisa" kesal Ara yang masih terlihat kesal.
"Hey kenapa banyak, aku hanya menyobek satu baju mu dan kau membalas nya sebanyak itu!" Sean yang diam saja langsung naik pitam.
"Bodo amat!" Ara masih santai menggunting baju Sean.
Sampai akhirnya tangan nya menyentuh boxer Sean yang rata-rata berwarna kuning spombop, membuat Ara terdiam untuk beberapa saat.
"Kau ketahuan sedang mesum Ara" tuduh Sean.
"Mana ada, tidak tuh" Ara langsung melemparkan boxer milik Sean ke sembarangan arah.
Sean melihat itu tersenyum miring, lalu dia mengambil boxer nya dan melemparkannya ke kepala Ara.
"Berisik!" Ara melepaskan boxer yang ada di kepala nya dan kembali melemparkan nya ke sembarang arah.
Pipi nya merona karena kembali teringat akan kejadian malam itu, Ara memegang pipi nya yang memanas dan tubuh nya juga merinding karena terbayang-bayang kejadian malam itu.
Sean kampretttt awas saja kalau dia masih menggodaku aku nggak akan mau satu kamar sama dia. batin Ara teramat kesal.
Sean mendekati Ara, dan dengan santai nya dia tiduran di dekat Ara yang mana hal itu membuat Ara langsung membalikan tubuhnya ke samping malas menatap Sean yang menyebalkan.
Sama dengan Ara Sean juga membalikkan tubuhnya ke samping dan mata nya melihat ke arah jendela luar kamar Ara.
"Ara" panggil Sean.
Hening tak ada jawaban, membuat Sean menghela nafasnya panjang.
"Aku akan kuliah di luar negri, kau mau kuliah dimana?" tanya Sean.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Sean mau mengeluarkan kata tabu nya, dimana Sean bertanya akan satu hal yang penting.
"Di Jerman" sahut Ara singkat.
"Kenapa tidak di New York saja, aku akan kuliah di California dan jika kau di New York itu akan sangat dekat untuk bertemu" balas Sean lagi.
"Tidak mau, aku hanya akan kuliah di Jerman" tegas Ara.
"Aku suami mu, kau harusnya menurut pada ku" kata Sean lagi.
"Dan aku tidak mau di atur oleh bocah, kita sama-sama anak kecil yang tidak tau apa-apa tentang kehidupan rumah tangga, aku takut bosan dengan semua ini dan berjauhan adalah pilihan yang tepat" jelas Ara sambil memejamkan mata nya.
Sean yang mendengar ucapan Ara seketika terdiam, dan dia baru sadar jika apa yang Ara katakan adalah kebenaran jika keduanya memang masih kecil.
"Jadi kau ingin kita berjauhan?" tanya Sean.
Ara membuka mata nya, di membalikan tubuhnya dan di saat bersamaan juga Sean membalikan tubuhnya nya juga sehingga membuat keduanya saling menatap.
"Kita saling membenci untuk saat ini, cinta tidak kita miliki lalu apa yang akan membuat kita bertahan selain menjauh?" tanya balik Ara.
"Mungkin anak" celetuk Sean tak terkontrol.
Ara yang mendengar itu tertawa, lalu menghela nafasnya panjang.
"Aku tidak ingin punya anak di usia muda, aku masih 18 tahun dan aku masih ingin mengejar mimpi ku" balas Ara. "Dan Sean bisakah kau bicara pada keluarga kita kalau aku sebenarnya tidak hamil? aku tidak ingin mereka berharap lebih dari pernikahan kita" lanjut Ara.
Deg..
Mendengar kejujuran Ara entah kenapa Sean merasa tak suka, dia yang biasanya bersikap seenaknya tiba-tiba di balas oleh Ara yang dengan seenaknya memutuskan arah yang akan di pilih nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1