
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rasa sakit karena perut yang melilit membuat Ara menangis, Sean yang baru datang dengan segelas air hangat yang dibawanya itu langsung mendekati Ara yang terduduk lemas di lantai.
"Gimana enak gak?" tanya Sean sambil menyodorkan segelas air hangatnya.
Ara tidak menjawab dia memilih meminum air nya setengahnya, lalu kembali menangis setelah memberikan gelas yang berisi setengah air hangat itu kepada Sean lagi.
Sean menatap arah yang kesakitan itu dengan wajah bingung, karena merasa kasihan dengan pun akhirnya memangku tubuh Ara untuk dia dudukkan di ranjang.
"Apa sangat sakit?" tanya Sean dengan bodohnya.
"Sangat Sean, ini benar-benar sangat sakit" balas Ara dengan Isak tangisnya.
"Apa ingin minum obat?" tanya Sean lagi.
"Sean please deh jangan banyak tanya dulu, aku lagi sakit tahu nggak ngerasain banget sih!" kesal Ara sambil menatap Sean dengan wajah yang berlinang air mata.
"Ya mana aku tahu rasanya orang kamu yang sakit" balasan lagi yang sekali lagi membuat Ara kesal bukan main.
Tiba-tiba Sean teringat akan kejadian di mana dirinya pernah sakit perut dulu, dan saat itu Mommy nya memandikan nya.
Tanpa meminta persetujuan dari Ara Sean langsung membawa tubuh mungil itu ke kamar mandi, hal itu tentu saja mengundang kemarahan Ara yang tidak mengerti karena Sean membawanya ke kamar mandi.
"Sean aku lagi sakit dan kamu malah main kamu gila ya!" kesal Ara sambil berteriak.
Tapi Sean malah bodo amat dia malah melepaskan gendongannya sehingga membuat Ara berdiri, dan tanpa basa-basi lagi Sean langsung membawa Ara untuk berdiri di bawah guyuran shower.
"Sean!"
"Diamlah Ara ini cara efektif untuk menghilangkan nyeri rasa sakit di perut mu"
"Tapi dingin tahu"
"Emang kamu aja yang dingin aku juga tahu"
__ADS_1
Sean menahan pergerakan Ara yang berontak dia memeluk Ara dan keduanya berdiri di bawah guyuran shower dengan Sean yang memeluk Ara dari belakang.
Ara mencoba diam meski dirinya sudah sangat kedinginan, mencoba merasakan rasa sakit di perutnya yang perlahan mereda.
Sedangkan untuk Sean sendiri dia tersenyum karena tangannya menyentuh perut Ara, sekali lagi dia menang banyak karena ide nya ini.
Malam semakin larut keduanya baru selesai berpakaian setelah Ara dan Sean sama-sama kedinginan, karena rasa sakit di perutnya sudah sedikit mereda Ara pun tidak menangis lagi.
"Terima kasih" kata Ara sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Ya" sahut Sean singkat padat dan jelas.
Keduanya berbaring dengan posisi saling membelakangi, Sean mencoba memejamkan matanya karena rasa kantuk sudah mulai menyerangnya.
Sedangkan untuk Ara sendiri dia terlihat merasa gelisah, Ara masih belum bisa tidur padahal Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"Sean" panggil Ara pelan.
Hening tidak ada sahutan apapun yang mana hal itu membuat Ara inisiatif membalikan tubuhnya hingga menatap Sean yang tidur membelakanginya.
Dengan gerakan keraguan tangan Ara terulur untuk memegang bahu lebar Sean, dan sekali lagi tidak ada pergerakan apapun yang diperlihatkan oleh tubuh Sean.
Entah keberanian dari mana Ara tiba-tiba memeluk Sean dari belakang, bahkan tak hanya itu Ara juga membisikkan kata-kata yang berhasil membuat pemuda tampan itu membuka matanya dengan cepat.
"Sean apa kau mau mengulanginya kembali tapi hanya satu bulan dua kali?" bisikan yang Ara ucapkan di telinga Sean.
"Jangan menggoda ku Ara, kau tahu ucapan mu itu membuat sisi gila ku keluar" ucap Sean sambil membalikkan tubuhnya dan menatap Ara yang juga tengah menatap dirinya.
"Anggap saja ini sebagai bagai rasa terima kasihku karena kamu telah membantu menghilangkan rasa sakit di perutku" balas Ara.
"Kau yakin?" tanya Sean.
Dan dengan gerakan pelan Ara menganggukkan kepalanya.
Karena sudah mendapatkan lampu hijau Sean pun tidak membuang waktu lagi untuk menahan diri, dia langsung mengungkung tubuh Ara dan tanpa ragu mendekatkan wajahnya ke wajah Ara.
"Kau akan tahu rasanya menginginkan saat kita berjauhan" ucap Sean lagi.
__ADS_1
Dan setelah itu Sean langsung membungkam bibir Ara dengan sebuah ciuman, keduanya berciuman dengan Ara yang masih sedikit kaku karena dia memang tidak se lihai Sean.
Malam semakin larut dan hal itu tidak membuat sepasang pengantin baru yang masih labil itu menyulutkan sedikit gairah nya, keduanya sama-sama menikmati permainan yang telah keduanya mulai.
"Sean.." desaah Ara memanggil suaminya.
"Sean.." tubuh Ara mulai merasakan sensasi itu lagi.
Tubuhnya bergetar tak kalah dia merasakan pelepasan yang kesekian kalinya, dia bingung kenapa Sean begitu lihai dengan permainan mereka.
Sean menggulingkan tubuhnya di samping Ara setelah dia merasakan pelepasan nya, Ara langsung menarik selimut ke atas, dan Sean membawa tubuh Ara ke pelukannya.
"Bagaimana?" tanya Sean sambil tersenyum.
"Aku malah curiga jika aku bukan yang pertama untukmu" balas Ara dengan nafas yang masih memburu.
Sean yang mendengar pertanyaan konyol itu langsung tergelak lalu tanpa basa-basi dia mencium pipi Ara.
"Apa artinya yang pertama ataupun yang kedua dan ketiga sedangkan kini Ini aku sudah memiliki istri" balas Sean santai.
"Itu sangat penting bagiku Sean, karena aku tidak mau bercinta dengan pria yang sering melakukan dengan banyak wanita" sahut Ara dengan wajah seriusnya.
Sean menghela nafasnya panjang lalu dia menatap Ara, "Apa menurutmu aku adalah bajingan itu?" tanya Sean.
"Aku bertanya padamu kenapa kau malah balik bertanya padaku" sahut Ara kesal.
"Baiklah aku akan menjawab pertanyaan bodoh mu itu, kau yang pertama aku gauli dan yang terakhir, kau puas?" jelas Sean tentunya masih dengan wajah santainya.
"Aku tidak percaya mana ada yang pertama tapi kau sudah sangat lihai dan juga pandai" balas Ara masih kekeh tidak percaya jika dirinya yang pertama.
"Oh jadi kau meragukan ku?, untuk masalah lihai ataupun pandai semua pria memiliki naluri nya sendiri, begitupun dengan aku yang sudah 18 tahun" kata Sean sedikit kesal karena Ara tidak mempercayainya.
Dan sepanjang malam itu keduanya terus mempermasalahkan hal itu, hingga akhirnya Ara dan Sean benar-benar tertidur dengan posisi berpelukan.
🌹
Mampir juga ke novel Author yang lainnya ya, dengan judul ^^Twin For Azhela Oh Azhela^^
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏