
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepanjang perjalanan Wilo melihat wajah kesal Bryan, dan itu cukup membuat nya terganggu karena Bryan kembali mengabaikan nya.
Kali ini ada yang beda, Bryan tidak langsung pulang melainkan dia membawa Wilo ke kantor nya karena saat ini memang belum sampai jam dua masih jam satu lebih.
Sesampai nya di kantor Wilo harus mengikuti Bryan yang langkah nya lebar berjalan ke loby, Wilo yang melangkah nya kecil tentu saja tertinggal dan hal itu juga membuat dia di stop kan oleh resepsionis.
"Maaf adek ada kepentingan apa ya ke perusahaan ini?" tanya resepsionis agak jutek.
"Aku ketinggalan suami aku mbak, tadi dia kemana ya? Mbak lihat nggak?" tanya Wilo bingung.
Tadi Wilo memang agak lama di parkiran karena tali sepatu nya terlepas dan Wilo mau tak mau harus membenarkan nya dulu.
"Suami nya siapa? masih kecil kok udah punya suami jangan-jangan ham*l duluan lagi, ihk amit-amit" si resepsionis satu nya lagi memandang jijik pada Wilo.
Apalagi dia melihat jika Wilo masih memakai seragam sekolah, dan hal itu membuat dia dan satu teman nya lagi menjadi berpikiran jika Wilo adalah gadis nakal yang hamil saat masih sekolah.
"Jaman sekarang emang anak-anak pada nggak bener, dari rumah bilang nya mau pergi ke sekolah, nyatanya malah ngamar kosan bareng pacar" celetuk si si resepsionis lagi.
"Mbak lagi ngomongin diri pribadi ya? kalo di lihat-lihat mbak juga pantas ko jadi pemain kosan lihat di leher mbak aja ada banyak tanda cupa*g nya sedangkan yang aku lihat di tangan Mbak nggak ada cincin nikah Lo mbak" Wilo tersenyum santai setelah mengucapakan nya.
Skamat!!
Si mbak resepsionis berbibir tebal itu seketika bungkam, dia langsung mengambil kaca kecil nya dan di arah kan ke leher nya.
Bekas tanda cinta pacar nya yang dia tutupi dengan menggunakan pondesen ternyata sudah kembali terlihat.
"Apa kamu! anak kecil so so an mau ngehakimi orang dewasa" ketus si mbak dengan wajah gelagapan.
Sedangkan Mbak resepsionis yang satu nya lagi hanya diam, dia tidak mau berurusan dengan Wilo lagi yang menurutnya bibir nya pedas.
Kebetulan di area loby memang sepi jadi adu mulut antara Wilo dan resepsionis berbibir tebal hanya mereka bertiga yang tau.
__ADS_1
"Di sini yang di hakimi itu aku loh Mbak bukan Mbak, lihat ini baik-baik di tangan aku tuh ada cincin dan mbak tau ini artinya apa? ini artinya aku sudah menikah dan sudah punya suami, aku sih mau kikuk-kikuk juga nggak masalah nah mbak? merasa diri di dzolimi tapi nggak sadar kalau diri sendiri salah" Wilo masih tidak mau kalah.
Perdebatan terus berlanjut, keduanya masih sama-sama tidak mau mengalah, Wilo yang tidak merasa bersalah dan si mbak resepsionis yang maling teriak maling tapi tidak terima saat aib nya ketahuan.
Di dalam Lift Bryan yang baru keluar dari Lift baru sadar kalau Wilo tidak ada di belakang nya, mau tidak mau Bryan harus kembali masuk ke dalam Lift.
Tring..
Pintu lift terbuka.
Bryan melangkahkan kaki nya dengan cepat, dia melihat jika di loby ada kerumunan beberapa karyawan, dan entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak untuk Wilo.
"Astaga Wilona" Bryan kaget melihat Wilo yang sedang saling Jambak dengan resepsionis di kantor nya.
Mendengar suara Bryan Wilo melepaskan jambakan nya, di bagian dekat bibir samping nya terlihat jika si resepsionis itu telah mencakar Wilo sehingga berdarah.
"Apa! kamu mau belain dia?" Wilo menatap kesal pada Bryan yang meninggalkan nya.
"Maafkan aku sayang, aku meninggalkan mu maafkan aku" kata Bryan sambil terus memberikan kecupan di kepala Wilo.
Sayang!
Tubuh si mbak resepsionis itu tiba-tiba bergetar, dia tidak menyangka jika gadis gila yang dia anggap istri seorang OB itu ternyata adalah istri dari pemilik perusahaan tempat dia mencari uang.
"Mati aku!"
"Kalian semua yang ada di sini akan mendapatkan potongan 10 persen gajih kalian karena telah berani melihat istri ku terluka!" kata Bryan menatap tajam semua karyawan yang mengerumuni nya.
Dan sekarang tatapan nya tertuju pada resepsionis yang baju nya kusut dengan rambut yang sangat berantakan itu.
"Dan kau karena kau telah berani membuat wajah cantik istriku terluka kau akan di pecat dengan secara tidak terhormat!"
Apa!
__ADS_1
"Tuan saya mohon, ini hanya salah paham saja" kata resepsionis itu terlihat sedih.
Wilo melepaskan pelukan nya, dia melihat si resepsionis yang terlihat meminta belas kasihan dari suaminya.
"Sayang biarkan dia bekerja di sini, tapi sebagai gantinya biarkan dia menjadi OB selama 6 bulan, aku kesal pada nya karena dia telah mengatai ku jika aku ham*l duluan, tapi karena aku juga masih punya hati dan rasa kemanusiaan aku hanya ingin dia bekerja menjadi pencuci WC agar dia tau jika tau mana tempat kotor dan mana tempat yang bersih" kata Wilo bijak.
Resepsionis itu meminta maaf pada Wilo, ya Wilo memaafkan nya meski jujur dia kesal karena di sebut gadis nakal.
Bryan membawa Wilo ke ruangan nya, dan sekarang Bryan sedang membantu Wilo untuk membersihkan darah nya agar tidak menjadi bakteri atau kuman.
"Nanti kita ke dokter kulit" kata Bryan.
Wilo hanya mengangguk kecil, dia diam mendapatkan perlakuan manis itu.
"Apa sakit?" tanya Bryan khawatir.
"Tidak, ini hanya luka kecil" balas Wilo singkat.
Rasanya perih, tapi Wilo tidak mau lebay karena perih di wajah nya tidak seperih hati nya yang kecewa akan sikap suaminya.
"Ini gara-gara kamu"
"Kenapa aku?"
Wilo memandang kesal Bryan, bahkan di saat bersalah pun suaminya masih bisa bertanya? benar-benar menyebalkan.
"Kamu ninggalin aku dan berakhir seperti ini"
"Aku tadi kesal, kamu mengobrol dengan pria muda itu dan aku cemburu" kata Bryan jujur.
Tanpa sadar Wilo tersenyum kecil, dia tidak menyangka jika Bryan akan cemburu pada nya, dan itu tandanya Bryan benar-benar sudah mencintai nya bukan?.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1