
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Selama satu bulan Bryan dan bayi nya selalu melihat Wilo yang koma di ruangan intensif nya, Bryan menyewa ruangan VIP untuk istrinya.
Kondisi Wilo masih sama dan tidak ada perubahan sedikit pun, dan hari ini Bryan membawa baby Sean ke rumah sakit.
Bryan memberikan nama Sean Putra Steep pada putra nya.
Ceklek..
Pintu terbuka..
Bryan yang menggendong baby nya masuk ke ruangan sang istri, setiap malam Bryan tidur di rumah sakit menemani istrinya.
Untuk baby Sean putra nya selalu bersama Oma dan dua pengasuh nya yang bertugas berjaga siang dan malam, dan untuk Asi Bryan terpaksa memberikan susu formula pada putranya.
"Pagi Mommy" seperti biasnya Bryan selalu menyapa istrinya.
"Hem, lihat Son Mommy mu tertidur pulas, dia benar-benar pemalas" Bryan mencoba mengajak ngobrol anak dan istrinya.
Setidaknya dia ingin Wilo mendengar suaranya, meski dia tidak terlalu percaya jika cara ini akan berhasil atau tidak.
Bryan menolak ucapan dokter yang berniat untuk mencabut selang istrinya, dia yakin istrinya akan bangun kembali meski dia tidak tau kapan itu.
"Oekkk !"
Suara baby Sean mulai terdengar menangis, Bryan langsung menidurkan Baby Sean di box bayi yang dia sewa untuk putra nya di saat menjenguk istrinya.
Bryan membuatkan susu dan setelah itu menggendong kembali baby Sean, putra nya nampak kembali tenang setelah meminum susu.
__ADS_1
"Sayang lihat putra kita merindukan mu, kamu tau sayang Sean sangat ingin di gendong Mommy nya" lanjut Bryan.
Tidak ada respon, Wilo masih tertidur di brankar pasien nya, selama satu bulan ini kondisi Wilo masih belum ada perubahan.
"Mommy cepat sembuh dong" Bryan kembali bersuara tapi nihil dia tidak pernah melihat tanda-tanda bangun sang istri.
Karena baby Sean tidur Bryan langsung menidurkan putra nya di box bayi, sebelum itu dia memberikan kecupan di pipi sang putra.
"Mimpiin Mommy ya sayang, bilang pada Mommy untuk cepat bangun" bisik Bryan di telinga sang putra.
Dan seolah paham baby Sean mengeliat dalam tidur nya yang membuat Bryan tersenyum.
"Good son" ucap nya sambil kembali berjalan ke brankar Istri nya.
Bryan duduk di kursi, dia mengusap tangan istrinya lembut dan setelah itu memberikan kecupan manis di tangan sang istri.
"Cepat bangun sayang, aku dan Sean menunggu mu" ucap Bryan sambil terus memberikan kecupan lembut di tangan istrinya.
Karena sudah sore Bryan pun akhirnya pulang karena suasana rumah sakit tidak baik untuk bayi nya, dan setelah mengantarkan putra nya malam nya Bryan kembali ke rumah sakit.
Untuk masalah pekerjaan nya dia memberikan tugas itu pada Nobles, untuk sekarang Bryan hanya fokus pada istri dan putra nya.
"Ini martabak manis kesukaan kamu sayang, kamu harus mencoba nya" ucap Bryan sambil mendekatkan martabak itu pada wajah Wilo.
Dan sekali lagi Bryan tidak mendapatkan jawaban, Wilo masih belum ada perubahan sama sakali.
Tok..tok..
"Ya"
"Tuan Bryan, dokter Gio ingin bertemu"
__ADS_1
"Baiklah"
Bryan bangkit dan sebelum keluar dari ruangan
istrinya Bryan memberikan kecupan di pipi sang istri tercinta.
"Aku akan keluar dulu, I love you" bisik Bryan lalu pergi.
Bryan masuk ke ruangan dokter Gio, dia langsung di persilahkan untuk duduk.
"Langsung ke inti nya saja" kata Bryan tidak suka basa basi.
"Nyonya Wilona sudah satu bulan tuan, kondisinya masih sama dan kami pihak semu pihak medis tidak bisa memberikan harapan lebih tuan__" ucap Dokter terpotong.
"Tidak! aku tidak akan pernah membiarkan kalian merenggut nyawa istriku, berapa pun biaya nya akan aku bayar! aku kaya dan istriku pasti sembuh" suara Bryan meninggi.
"Tapi ini tidak berbicara dengan uang tuan, kondisi nyonya Wilona semakin melemah dan saya rasa rasa harapan untuk nya bangun sangat kecil, nyonya Wilona pasti sangat menderita jika anda terus menunda nya tuan" jelas dokter lagi.
Bryan bangkit, dia menatap tajam pria yang di panggil dokter itu, sungguh demi apapun dia sangat ingin membunuh pria berkacamata di depan nya.
"Kau bukan Tuhan! dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan istriku pergi dari ku camkan itu" Bryan mengebrak meja, lalu pergi.
Sesampai nya di ruangan istrinya Bryan langsung memeluk istrinya, mencium mata terpejam kening dan pipi istrinya.
Emosi nya benar-benar meningkat, ini kedua kalinya Dokter mengatakan berniat untuk mencabut semua alat bantu yang ada di tubuh istrinya, Bryan tau tanpa alat bantu medis Wilo mungkin sudah pergi tapi dia masih memiliki harapan besar jika suatu saat istrinya pasti akan bangun kembali.
Air mata jatuh ke pipi dan sampai ke pipi Wilo, Bryan menangis dan air mata nya terus jatuh ke pipi Wilo.
"Aku mencintaimu, ku mohon bangun sayang kamu sudah terlalu lama tidur, aku merindukan mu sangat"
Tanpa Bryan sadari air mata jatuh dari pinggir mata Wilo, bahkan Wilo bisa mendengar isakan suaminya tapi entah kenapa dia tidak bisa membuka matanya atau sekedar membuka mulut nya, semuanya terasa sangat susah.
"Aku juga rindu kamu Mas, anak kita.. tapi kenapa aku merasa sangat sulit untuk membuka mata ku, aku takut.. aku sangat takut jika nanti aku akan menjadi ibu yang gagal.. aku takut"
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏