
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hemphh !!
Bibir Wilo di bungkam dengan sebuah ciuman.
Wilo menbalakan mata nya saat mendapatkan serangan ciuman mendadak itu, tubuh nya mati kutu di buat nya, dia hanya diam saat bibir keduanya menyatu dan dia merasakan bibir nya di isap.
Bryan tersenyum melihat Wilo yang kaget, sudah dia duga kalau Wilo tidak benar-benar nakal seperti yang dia pikirkan, bahkan sekarang ciuman nya tidak di balas oleh Wilo.
"Ciuman pertamaku!"
Ciuman itu terlepas.
"Sudah aku bilang aku pria dewasa dan kau hanya gadis kecil, dunia kita berbeda Wilona!"
Bryan berniat meninggalkan Wilo untuk ke kamar mandi, tapi langkah kaki nya tiba-tiba terhenti karena suara Wilo.
"Kenapa? aku bisa melakukan hal yang di sukai orang dewasa, aku sudah 19 tahun"
"Maksud ku bukan i_" ucap Bryan terhenti karena Wilo langsung memeluk nya.
"Jangan tolak aku, aku tidak punya siapa-siapa" ucap Wilo dalam pelukan itu.
Bryan menghela nafasnya panjang, tidak seharusnya dia sedingin ini.
Perlahan tangan Bryan mengusap pucuk kepala Wilo, dia membawa tubuh itu agar tidak terlalu jauh dari dekapan nya.
"Aku akan mencobanya, tapi tidak di mulai dengan seperti ini" kata Bryan lembut.
Wilo menatap Bryan, dan dia hanya melihat wajah keterpaksaan di wajah itu dan itu sangat melukai nya.
__ADS_1
Pelukan itu terlepas, Wilo dan Bryan memilih makan bersama di kamar, keduanya sama-sama terlihat canggung.
Setelah selesai makan Wilo di ajak jalan-jalan oleh Bryan, keduanya sekarang sedang ada di salah satu Mall besar di kota nya.
Bryan rasa ini cara yang benar untuk membuat Wilo lebih tenang, dia tidak mau pikiran Wilo aneh-aneh lagi seperti tadi pagi, merelakan kesucian nya hanya untuk perhatian? jelas itu bukan pilihan baik menurut nya.
"Kita menonton ya?" ajak Wilo dengan ceria.
"Terserah" balas Bryan.
"Kalau terserah itu tandanya mau dan enggak" sahut Wilo, "Jadi mau atau enggak?" lanjutnya dengan wajah penuh harap.
Hufh..
Bryan melihat wajah Wilo menjadi tidak tega, dia menganggukkan kepalanya.
"Ayo" ucap nya malah ikut mengantri dengan orang-orang yang akan masuk ke salah satu studio bioskop.
Wilo langsung menarik Bryan agar keluar dari antrian itu, dia menggelengkan kepalanya apa Bryan tidak tau tata cara masuk ke bioskop.
"Oh" singkat padat dan jelas.
Kenapa aku menjadi bodoh seperti ini!
"Aku beli karcis dulu, tunggu di sini" kata Wilo sambil berjalan ke antrian loket.
Tapi semenit kemudian dia kembali mendekati Bryan, Wilo meminta uang nya, Bryan memberikan kartu nya, Wilo tersenyum dan kembali ke antrian loket nya.
Dari kejauhan Bryan melihat Wilo yang sedang mengantri di sana, sudut bibir nya sedikit terangkat merasa lucu dirinya yang 30 tahun kini akhirnya bisa merasakan dunia anak remaja.
Padahal jelas-jelas masa muda nya dulu Bryan habiskan dengan berkerja-berkerja dan bekerja, sejak masuk SMA Bryan sudah banyak belajar bagiamana cara bekerja di perusahaan.
"Nih bawain" Wilo memberikan minuman dan popcorn pada Bryan.
__ADS_1
"Kenapa aku?" tanya Bryan ingin protes.
"Lihat tuh, semua laki-laki bawa itu dan perempuan nya jalan cantik" kata Wilo sambil menunjuk beberapa pria yang membawa makanan untuk masuk ke bioskop.
Hufh..
Bryan lagi-lagi terlihat bodoh untuk kebersamaan nya dengan Wilo.
Dia dalam bioskop Wilo fokus menonton film romantis kesukaan nya, lain dengan Bryan yang tidak merasa senang.
"Waw ciuman" Wilo tersenyum melihat adegan itu.
Tapi baru saja dia senang mata nya sudah di tutup oleh tangan Bryan.
"Itu bukan tontonan baik, jangan menonton" kata Bryan sambil menutupi mata Wilo dengan tangan nya.
"Syirik aja, mau ya?" kesal Wilo dan mengigit tangan Bryan, dan kembali makan sambil menonton.
Bryan mendengkus sebal saat Wilo yang makan dan minum, tapi untuk nya? jelas Wilo hanya membeli satu popcorn dan satu minuman.
"Mau kemana?" tanya Wilo saat Bryan berdiri.
"Beli minum" balas Bryan.
"Ngapain? ini kan ada" Wilo memberikan minuman nya.
"Itu bekas mu" ketus Bryan tidak suka.
Wilo menghembuskan nafas nya kasar, lalu mencubit bokong Bryan agar pria itu mau kembali duduk.
"Tadi nyium aku mau, sekarang minum bekas bibir aku nggak mau? kan rasanya sama aja kaya tadi, udah tukar siliva juga masa masih jijik sih" santai Wilo sambil menyodorkan minuman nya pada Bryan.
Mau tak mau Bryan minum, keduanya makan dan minum satu wadah yang sama, tapi seperti biasa nya saat ada adegan ciuman nya Bryan langsung menutupi mata Wilo dengan tangan nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏