
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kamar nya Sean masih duduk setelah dia selesai mandi, Sean memang sudah mandi di kamar Antonio dan sekarang dia menunggu Ara selesai mandi.
"Dasar perempuan mandi nya lama, padahal apa yang di gosok coba selama itu malah cwo kan udah pasti penggemar sabun" gerutu Sean sambil melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 6 lebih.
Lama Sean menunggu sambil memainkan ponselnya, sampai akhirnya dia melihat pintu kamar mandi terbuka dan terlihatlah Ara yang baru keluar dari kamar mandi.
Tentu dengan handuk yang melilit menutupi sebatas pahanya saja, dan melihat itu jiwa tengil Sean kembali muncul ingin mengerjai Ara.
"Wah sepertinya ada yang sedang menggoda ku" Sean menatap Ara dengan senyuman smirk nya.
Senyuman yang mengandung arti jahat menurut pandangan Ara, dengan langkah cepat Ara pun berjalan mendekati almari.
Dia sama sekali tidak menghiraukan sesosok yang sedang duduk sambil melihat dirinya, menurutnya Sean akan semakin gila jika di diladeni.
"Ara aku rasa bokong mu lebih putih dari 5 tahun yang lalu, jangan-jangan kau minum pemutih badan ya" tuduh Sean dengan senyuman miring nya.
Dan sekali lagi tidak mendapatkan jawaban dari Ara, membuat Sean gemas dan semakin tertantang untuk menggoda istrinya itu.
"Lihat dada mu aku membuat tanda itu dengan penuh perjuangan, dan nanti malam aku akan membuatkan banyak di bawah perut mu ya" lanjut Sean masih belum kapok untuk menggoda Ara.
Dasar Sean gila. batin Ara bersungut kesal.
Ara dengan sengaja memakai pakaiannya tepat di hadapan Sean, dia melemparkan handuknya sembarangan arah dan memakai satu persatu pakaian nya.
__ADS_1
Sean yang melihat itu sontak melotot, dia menelan ludahnya kasar melihat apa yang di lihatnya sekarang, semuanya terlihat menantang untuk dimainkan.
"Ara!" suara Sean terdengar berat.
"Apa!" sahut Ara ketus.
Lihat bahkan baru begini saja dia sudah terlihat seperti cacing kepanasan, dasar suami mesum. batin Ara ingin tertawa saat melihat mata mesum Sean.
Ara benar-benar merasa sangat puas, setelah selesai berpakaian Ara langsung menyisir rambutnya dan memakai make up tipis nya.
"Ayo kita keluar untuk makan" kata Ara sambil melirik Sean.
"Kau menggoda ku dan lepas tanggung jawab, benar-benar menyebalkan" sahut Sean dengan wajah di tekuk nya.
"Kau sudah puas tadi malam jadi berhenti berpikiran untuk mesum lagi" lanjut Ara lagi.
"Itu memang sudah sepatutnya menjadi makanan sehari-hari ku, dan aku rasa mulai malam ini aku akan menerapkan perintah untuk bercinta dengan ku" Sean berdiri dan langsung meremas bokoong Ara cepat.
"Sean!" kesal Ara tidak terima bokoong nya di remas begitu saja.
"Apa kau ingin membuat isi rumah tahu bahwa tadi malam kita sudah melakukan nya?" tanya Sean dengan senyum miring nya.
Ara mencubit keras perut Sean, lalu berjalan keluar kamar nya dengan Sean yang mengekori nya di belakang Ara, tentunya dengan ekspresi wajah ditekuk nya.
Selama sarapan tidak ada obrolan apapun baik Sean ataupun Ara lebih banyak diam dan fokus dengan makanannya, dan hal sama pun diperlihatkan oleh Mami Jody dan Papi Nobles yang yang juga fokus dengan makanannya.
"Ara nanti siang kita beli barang-barang untuk kuliah ya sekalian Mami mau ke Mall" Mami Jody membuka suaranya.
__ADS_1
"Iya sekalian Papi juga akan pergi ke kantor, jadi kita bisa berangkat sama-sama" timpal Papi Nobles.
Sontak saja mendengar hal itu membuat Sean yang sedang makan menghentikan acara makannya, Sean menatap pada Ara yang kini juga sedang menatap ke arahnya.
Ara melihat jelas wajah marah Sean, dia melirik Mami dan Papi nya lalu menghembuskan nafasnya dengan panjang, mungkin sekarang adalah waktunya untuk dirinya bisa mengatakan keinginannya.
"Mami Papi maaf, jika pun aku harus kuliah aku akan kuliah bersama Sean" ucap Ara hati-hati.
"Bukankah kau ingin kuliah di Jerman?" tanya Papi Nobles dengan suara yang terdengar sedikit kesal.
"Iya Mami juga setuju Jika kamu kuliah di Jerman sayang" timpal Mami Jody.
Sean melihat wajah takut yang ada di wajah istrinya, dia pun berinisiatif untuk memegang tangan Ara agar sang istri sedikit tenang.
Merasakan pegangan tangan dari Sean Ara pun merasa jika pilihannya sekarang adalah hal yang tepat, dia ingin pernikahannya hanya terjadi sekali seumur hidup nya.
"Maaf, tapi aku akan kan kuliah di di California bersama Sean" lanjut Ara dengan wajah seriusnya.
Mami dan Papi melihat keseriusan di wajah sang putri, keduanya saling melirik lalu menghela napasnya panjang, sebenarnya keduanya ingin Ara kuliah di Jerman agar Ara dan Sean masih tetap bisa bersama setelah lulus kuliah.
Ada ketakutan di hati keduanya kalau Ara dan Sean yang masih labil tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, apalagi keduanya selalu bertengkar dan beradu mulut sepanjang hari.
"Baiklah apapun keputusan kalian itu adalah pilihan kalian dan demi kebaikan kalian berdua, tapi Papi hanya berpesan bahwa apapun jalan yang kalian lewati nanti jangan sampai ada kata perpisahan di antara kalian berdua" ucap Papi Nobles memberikan nasihatnya.
Ara dan Sean hanya mengangguk, dan setelah itu mereka pun kembali melanjutkan makan. setelah selesai makan Ara kembali ke kamar untuk mengambil tasnya, dia akan membeli barang-barang untuk pergi ke California bersama Sean.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1