
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di Apartemen Willy Bryan nampak baru bangun dari tidur nya, dan dia sadar jika ini bukan tempat tinggal nya.
Dan saat melihat jam Bryan terlihat kaget, karena sudah siang dia bukan hanya tidak bekerja tapi juga tidak mengantarkan Wilo berangkat sekolah.
"Shiiitt aku ketiduran" gumam Bryan kesal.
Dia bangkit dari sofa dan berjalan sambil merenggakan otot-otot nya yang terasa pegal karena semalaman dia tidur di sofa.
Setelah selesai cuci muka Bryan kembali duduk dan dia melihat Willy yang sudah bangun dari tidur nya.
"Kau akan pergi?" tanya Willy.
"Ya ini sudah jam 8 siang" balas Bryan sambil menyambar kunci mobil dan ponselnya yang ada di meja.
"Selamat ulang tahun" kata Willy yang melihat tanggal di ponselnya.
Bryan tidak menjawab, dia tidak suka hari ulang tahun nya karena di tanggal yang sama dia kehilangan orang tuanya.
Daddy Mommy nya meninggal saat hari mereka akan rujuk dan itu tepat dengan hari kelahiran nya.
Willy melihat kepergian Bryan, dia pun memilih ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
Sedangkan Bryan di perjalanan pulang nya dia melihat di ponselnya tidak ada satu pun notif yang berisi balasan dari Wilo.
"Apa dia tidak punya waktu hanya untuk membalas satu pesan ku" ucap nya sambil mengendarai mobilnya dengan pelan.
Bahkan notif telpon pun tidak ada, dan itu cukup membuat Bryan kesal dengan istri nya yang seperti tidak merindukan nya.
"Padahal sepanjang malam aku memikirkan nya, tapi dia bahkan tidak merindukan ku" Bryan terus mendumel karena kesal.
__ADS_1
Mobil Bryan sampai di halaman rumah nya, dia masuk dan melihat Oma bersama Jody yang sedang duduk menonton TV.
"Oma!"
"Why kau datang?"
"Ya, Oma bawa Wilo kemana kemarin?" tanya Bryan agak kesal.
"Hanya shoping dan ke salon" balas Oma santai. "Btw makasih traktiran nya kau tau Wilo membelikan Oma banyak barang branded" lanjut Oma bohong.
Mana ada Wilo mentraktir nya, Wilo bahkan terkesan polos dalam hal berbelanja, dia membeli apa yang di sukai nya dan Oma terus mengatakan jika uang Bryan tidak akan pernah habis.
Hufh..
"Apa suami mu menelpon? dan menanyakan ku?" tanya Bryan pada Jody.
"Ya tuan, Mas Nobles bilang hari ini ada meeting, dan akan di undur menjadi sing" jelas Jody.
Dan setelah mendengarkan ucapan Jody Bryan langsung masuk ke kamar nya, dia akan pergi ke kantor karena memiliki jadwal meeting yang cukup penting.
"Iya nyonya besar"
"Jody"
"Apa kau punya cara kikuk enak?"
Jody terdiam, dia tau arah pembahasan Yonya besar nya, majikan nya itu pasti akan membicarakan hal yang menantang.
"Tentu saja, mas Nobles jago nya nyonya"
Dan keduanya kembali membicarakan akan masalah ranjang, tidak ada batasan antara Jody dan Oma Mona, keduanya berbicara layak nya teman karena sejati nya Jody sudah lama bekerja untuk Oma.
🌹
__ADS_1
Siang ini Wilo yang sedang di sekolah tidak belajar, guru-guru sedang rapat sehingga Wilo tidak memiliki tugas.
Karena itu seluruh siswa siswi di pulangkan lebih cepat, Wilo membereskan buku-bukunya dan memasukkan nya ke tas nya.
"Will ikut aku" kata Mela.
"Kemana?" tanya Wilo sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Pesta lah, kan kemarin udah bilang" Dewi menarik tangan Wilo agar mau mengikuti nya.
Ketiga nya berjalan ke parkiran, Wilo ikut ke dalam taksi yang di pesan Mela, meski sebenarnya Wilo agak aneh karena tidak biasanya Mela dan Dewi memakai jasa taksi, mereka selalu naik motor nya.
"Kok perasaan aku nggak enak ya" batin Wilo.
Tak lama kemudian mobil itu berhenti tepat di rumah kosong, Wilo agak aneh tapi sekali lagi dia percaya akan kedua teman nya yang tidak mungkin akan menyakiti nya.
"Oh jadi ini yang nama nya Wilona? si bodoh yang nggak naik itu?" gadis yang rok nya agak pendek itu tersenyum sinis pada Wilo.
Wilo melirik Mela dan Dewi, dan keduanya nampak diam tidak menjawab, beberapa bulan yang lalu mereka memiliki masalah karena Wilo pernah membuat geng siswi yang selalu membully itu mendapatkan hukuman dari guru.
Tiba-tiba tangan Wilo di pegang oleh kedua teman dari siswi itu, Wilo bingung dengan situasi ini apalagi saat Dewi dan Mela tiba-tiba meninggalkan nya.
"Kamu masih ingat aku kan?" tanya gadis itu memegang gunting dan di elusan ke pipi Wilo.
"Tentu saja, kau adalah gadis menyebalkan yang bisa nya menindas anak lemah" Wilo tidak takut, dia masih terlihat biasa saja.
Haha!
Gadis itu tertawa, lalu menjambak rambut Wilo dengan tawa nya yang terlihat gila.
"Bukan itu saja, kau lupa ya sama jala*g bernama Sita? dia ibumu kan? seorang pelac*r itu ibu mu kan?"
Gadis itu kembali tertawa!
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏