
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Ucapan Ara barusan membuat Ninda terdiam, dia berpikir tentang apa yang di ucapkan Ara barusan.
"Atau jangan-jangan kalian masih belum melakukan nya" tuduh Ara tanpa rasa sesal.
Ara memang tidak suka basa-basi, dia mengeluarkan unek-unek nya tanpa di edit dulu dan tentunya kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat fulgar.
"Sebenarnya sudah, tapi satu kali" cicit Ninda pelan.
"Woah, Roy ternyata gercep aku pikir kalian masih malu-malu" lanjut Ara semakin menjadi-jadi.
Ninda merasa nyaman berbicara dengan Ara, padahal jelas-jelas keduanya baru pertama kali bertemu dan saling mengenal tentunya.
"Apa rasanya enak?" celetuk Ara tanpa malu.
"Apa? sakit" sahut Ninda pelan.
"Sakit hanya sedikit, lama kelamaan nanti juga enak kok" tidak ada rasa canggung sedikitpun, Ara terus mengeluarkan kata-kata nya yang sangat fulgar dan tidak berfilter.
Keduanya mengobrol panjang kali lebar, Ara terus memberikan beberapa kesenangan nya saat tau dirinya hamil kembar.
Ninda mendengarnya dengan wajah ceria, meski tidak bisa melihat Ninda tau jika Ara sangat baik dan itu bisa dia rasakan dari nada bicara Ara yang penuh dengan ketenangan.
__ADS_1
"Ninda, maaf tapi aku penasaran ingin bertanya satu hal" kali ini nada bicara Ara terdengar hati-hati.
"Katakan lah aku akan menjawab nya jika aku bisa" balas Ninda.
"Kenapa kamu tidak mau mencoba mencari donor mata?" tanya Ara pelan.
Ninda terdiam sebentar, ini bukan pertanyaan pertama yang dia dengar tapi pertanyaan ini selalu dia dapatkan dari orang lain ataupun keluarga nya.
"Apa ada suatu masalah?" lanjut Ara, dia selalu gatal jika tidak bertanya.
"Sebenarnya aku hanya takut jika operasi mata nya tidak berhasil" cicit Ninda pelan.
"Astaga jadi itu alasan nya?" tanya Ara lagi.
"Apa lagi?" tanya Ara penasaran.
Ninda menarik nafasnya panjang lalu melihat lurus ke depan tentunya dengan tatapan nya yang kosong.
"Aku pikir tidak akan ada yang mau rela mendonorkan mata nya pada ku, selain orang yang meninggal, tapi apa tidak jahat mendapatkan donor dari orang yang meninggal?" Ninda berkata dengan wajah yang terlihat sedih.
Ara mendengar itu langsung menutup bibirnya, dia langsung memeluk Ninda tanpa mengatakan apapun.
Ara merasa jika kali ini dia salah, seharusnya dia tidak bertanya seperti ini.
"Maaf" kata Ara tau jika pertanyaan itu membuat Ninda sedih.
__ADS_1
"Tidak apa Ara, jangan merasa tidak enak karena aku tidak mau di kasihani" sahut Ninda.
Tangan Ara mengusap punggung Ninda pelan, "Itu bagus Nin, jangan mau di kasihani orang lain karena kita tidak tau hati seseorang, dan untuk Roy aku rasa kamu harus mulai memikirkan masa depan mu, kadangkala egois dengan mementingkan diri sendiri itu lebih baik Ninda, percayalah kebahagiaan mu di depan mata" kata Ara meyakinkan.
Pelukan itu terlepas, Ninda akan memikirkan ucapan Ara barusan, selama ini dia hidup dalam kegelapan karena dia takut menyakiti orang lain jika mendapatkan donor dari orang yang tidak ingin mendonorkan.
Sejauh itu Ninda memikirkan hal yang sensitif itu, dia tidak mau egois dengan memikirkan diri sendiri tapi Ninda memikirkan kebahagiaan apa yang dia dapatkan nanti, tentunya bukan bahagia di atas penderitaan orang lain.
Dari meja sebrang Roy sesekali melihat ke arah Ara dan Ninda istrinya, Sean melihat itu dan dia merasa tak suka karena yang di tatap Roy bukan lah Ninda tapi Ara, istrinya.
"Jangan melihat istriku!" tegas Sean sedikit berbisik.
Roy mengalihkan pandangannya menjadi pada Sean, lalu dia tersenyum miring.
"Ara terlihat bahagia, terimakasih karena kau tidak menyakiti nya" kata Roy.
"Ck, tidak perlu berterimakasih karena Ara adalah istri ku dan sudah seharusnya jika aku membahagiakan istriku!" Sean memicingkan mata nya karena kata-kata Roy yang seolah menyudutkan nya.
Ya, Roy mengatakan itu karena dia tau tiga tahun yang lalu Sean sangat membenci Ara, dan pernikahan keduanya hanyalah sandiwara untuk mendamaikan perdebatan keluarganya saja.
"Jangan urusi pernikahan ku, lebih baik kau berikan support pada istri mu agar dia memiliki kepercayaan dirinya, dan setelah itu baru kau berikan komentar mu akan pernikahan orang lain" bisik Sean lagi yang membuat Roy sedikit kesal.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1