
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sean menatap tidak percaya pada adik nya, berkali-kali ia mengerejapkan matanya mencoba untuk kembali sadar ke mode normal nya, dan ya kenyataan masih sama dan adiknya adalah gadis yang di kucilkan oleh teman-temannya.
Mata Sean kini beralih menatap para siswa berseragam SMP di depan nya, tanpa basa basi Sean menampar ketiga nya dengan kasar.
Plak !
Plak !
Plak !
"Awww sakit!" ringis ketiga nya kompak.
Mereka tidak tau apa-apa, dan satu hal yang menjadi kebodohan Sean di mana dia menyembunyikan identitas Zira yang adalah adik nya.
"Beraninya kalian menindas adik ku hah!" teriak Sean sambil menatap tajam ketiga nya.
"Adik?" beo ketiga nya tidak mengerti.
"Zira gadis cupu yang kalian tindas itu adalah adik ku sialan! kalian mau aku bunuh hah seenaknya memperlakukan adik ku seperti ini" kemarahan Sean memuncak.
__ADS_1
"Maaf kak" cicit ketiga kompak dengan perasaan takut nya.
Sean tidak menerima kata maaf dia langsung menarik salah satu rambut dari gadis itu dengan kasar dan menjatuhkan nya ke aspal, dan hal sama juga Sean lakukan pada kedua gadis itu.
Hal itu membuat ketiga nya mendapatkan beberapa luka kecil di kaki dan tangan nya, dan itu di akibatkan Sean yang menjatuhkan mereka terlalu kasar.
Belum puas dengan hal itu Sean meminta ketiga nya untuk mencium kaki adik nya dan meminta maaf, hal itu tentunya mengundang banyak perhatian siswa lain sehingga Sean Zira dan ketiga siswi itu di kelilingi banyak siswa yang menonton.
"Zira maafkan, mulai saat ini aku tidak akan membully mu lagi aku janji" ucap salah satu siswi wanita itu.
"Iya Zira aku juga tidak akan memintamu membelikan makanan untuk kita lagi" timpal yang lain nya lagi, dan di angguki yang satu nya yang terlihat ketakutan.
"Kak stop" Zira yang tidak suka melihat sikap kakak nya itu berteriak.
"Tidak Zira, mereka harus mendapatkan hukuman karena telah membully mu" tegas Sean.
Dan ungkapan itu menjadi sebuah tamparan untuk Sean, dia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada adik nya.
"Kakak sendiri yang bilang aku anak cupu dan kemana kakak saat aku ingin meminta tolong untuk membantuku melawan perundangan ini? kakak tidak ada kan?" Zira mulai menangis.
Sean yang melihat adik nya menangis mendekati Zira, dia menarik Zira ke pelukan nya lalu mencium pucuk kepala adik nya lembut.
"Maafkan kakak, kakak salah" ucapnya pelan.
__ADS_1
"Kakak juga jahat" Zira memukul dada Sean melampiaskan kekesalan nya selama ini.
"Pukul kakak mu ini, kakak memang kakak yang bodoh karena tidak pernah ingin tau kehidupan saudaranya sendiri" Sean mengakui kesalahannya dan mulai saat ini dia akan lebih perhatian lagi pada Zira.
Adegan pelukan Sean dan Zira membuat beberapa siswi menjadi iri, mereka juga ingin ada di posisi Ara yang memiliki kakak yang super tampan seperti Sean.
Pada akhirnya Sean membawa Zira pulang, dia juga melaporkan kejadian ini pada pihak sekolah, Sean meminta pihak sekolah bisa bersikap lebih peduli lagi pada siswa siswi nya agar tidak ada lagi siswi yang menjadi bahan perundingan siswi lain.
Sepanjang perjalanan pulang Zira hanya diam, ini adalah kali pertamanya dia merasakan.di bonceng oleh kakak nya sendiri, karena biasnya dia akan bersama Antonio.
"Kak" panggil Zira.
"Hem" sahut Sean.
Sean melajukan pelan sehingga keduanya bisa saling bersahutan saat mengobrol.
"Nggak jadi" balas Zira tersenyum malu.
Sean melihat senyuman di kaca spion motor nya, bibir nya sedikit tertarik ke atas dia tau adiknya pasti merasa canggung karena sebelum nya mereka tidak sedekat ini.
Meski satu rumah tapi Sean selalu sibuk dengan kehidupan nya sendiri, dia tidak suka saat Zira masuk ke kamar nya ataupun Zira yang menyapa nya.
Mungkin ada bagusnya setelah kejadian ini Sean akan mencoba menjadi kakak yang baik untuk Zira, dan begitupun dengan Zira yang akan senang karena selama ini dia hanya punya teman satu, yaitu Antonio dan sekarang kakak nya juga akan menjadi teman ngobrol nya dan juga pelindung nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏