Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Perasaan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kedua nya tidak pulang dulu, Bryan membawa Wilo ke restoran dan dia memilih ruangan VIP agar Wilo bisa tenang.


"Aku jahat ya?" tanya Wilo mata nya mulai berkaca-kaca.


"No" Bryan menggelengkan kepalanya.


Dia mencium bibir istrinya karena dia memilih ruangan VIP, bukan di tempat umum.


"Aku melihat mata penyesalan Mama, tapi aku hiks.. aku tidak bisa hiks.." Wilo tidak bisa melanjutkan ucapan nya.



Bryan memeluk istrinya.


"Aku paham, jangan sedih semuanya butuh proses jangan memaksakan diri jika hati mu masih belum" kata Bryan masih memeluk istrinya.


Karena mood Wilo yang jelek Bryan dan Wilo memilih untuk membungkus makanan nya, dan setelah itu keduanya pulang.


Di kamar Bryan melirik istrinya, sejak pulang tadi dari restoran Wilo tidak terlihat sedih, tapi meski begitu Bryan tetap mengkhawatirkan istrinya karena bagaimanapun Wilo sedang hamil.


Dan mental yang di derita nya itu tidak baik untuk ibu hamil, Bryan tidak ingin istrinya kenapa-kenapa.


"Kita makan yuk" Wilo yang baru selesai bersih-bersih mendekati suaminya.


"Duduklah" Bryan memegang tangan istrinya.


Wilo duduk di dekat suaminya, lalu menatap suaminya dengan senyumannya.


"Kamu kenapa sih? wajahnya kok kaya sedih gitu" Wilo mencubit hidung Bryan pelan.


__ADS_1


"Ihk ekspresi apa itu" Wilo tertawa.


"Kamu nggak sedih?" tanya Bryan.


Dan Wilo menggelengkan kepalanya.


"Nggak, yang ada aku gemes sama kamu, sama ini nih" Wilo mencubit pipi suaminya gemas.


Bryan terdiam sebentar, dia tidak melihat istrinya yang sedih dan hal itu membuat dia langsung menarik Wilo kepelukannya.


Lama keduanya berpelukan sampai akhirnya Wilo merasakan usapan di punggung nya, dan bukan hanya itu Wilo juga merasakan detak jantung Bryan yang sangat kencang.


"Kamu kenapa sih?" tanya Wilo lagi.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu, aku ada di samping mu. Kamu akan bahagia percayalah padaku" kata Bryan sambil mencium pipi Wilo.


Cup..


Cup..


Dilia kecupan di bibir Bryan berikan di bibir Wilona.


"Aku tidak takut, kamu tau kenapa?" tanya Wilo.


"Kenapa?" tanya Bryan penasaran.


"Karena kamu" balas Wilo singkat.


"Aku?" Bryan menunjuk dirinya sendiri.


Dan Wilo mengangguk lalu mencium dagu suaminya berulang kali.


"Kamu adalah penyemangat ku, support terbesar yang aku miliki adalah kamu dan aku selalu merasa tenang saat bersamamu, aku kuat karena kamu" kata Wilo sambil tersenyum.


Bryan tersenyum mendengar ucapan istrinya, tangan nya terulur untuk mengusap perut buncit istrinya.

__ADS_1


"Kamu juga penyemangat ku, aku tidak bisa hidup tanpa mu" Bryan mencium kepala istrinya lembut dengan tangan yang masih mengusap perut istrinya.


Wilo masih nyaman bersandar di dada sang suami hingga akhirnya Wilo kembali mengeluarkan suaranya.


"Papa pelut Mama cakit, Papa Mama lapal" Wilo berbicara dengan suara nya yang sengaja di seperti bayi kan.


"Oh ya? Mama lapar?" Bryan menaikan sebelah alisnya ke atas.


Wilo mengangguk dan membenarkan posisi nya menjadi duduk.


"Iya lapal Papa, mah mam" Wilo kembali berbicara dengan nada seperti anak kecil.


Dan hal itu membuat Bryan gemas, dia langsung mendekatkan wajahnya dengan perut istrinya.


"Jadi Baby lapar gitu? mau makan?" Bryan mendaratkan sebuah ciuman di perut istrinya.


Wilo tertawa kecil saat merasakan ciuman di perut nya yang menggelikan itu.


"Iya Papa, bukan baby aja Mama cantik juga lapal"


"Hem, baiklah kita makan ayo" Bryan beranjak dari tempat duduk nya.


"Aku di tinggalin?" Wilo manyun.


Bryan tersenyum, lalu mengulurkan tangannya


"Ayo" ucap nya dengan senyuman kecil.


Wilo menerima uluran tangan itu, lalu bangkit dari tempat duduknya.


Keduanya berjalan menuruni tangga dengan saling berpegangan tangan, Oma sudah menunggu di meja makan dan dia tersenyum melihat Wilo dan Bryan yang semakin harmonis.


Ketiga nya makan dengan khitmat, sesekali Oma menggoda Wilo dan Bryan, obrolan saat makan berjalan dengan penuh canda tawa, Oma berhasil mencairkan suasana hati Wilo yang semula masih sedih karena kembali di pertemukan dengan Mama nya.


Teruslah tersenyum seperti ini, karena jika tidak aku akan merasa gagal menjadi suami mu. Bryan.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2