
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Ara baru pulang menjelang malam, dia membawa banyak paper bag yang berisi kan semua belanjaan yang dibelinya tadi di Mall.
Puas !
Itulah yang dirasakan sekarang, dia merasa puas karena siang ini dia menghabiskan banyak nominal dari rekening Sean.
"Rasakan pembalasan ku, lihat sayang Mommy sudah membuat Daddy mu kesal" gumam Ara sambil berjalan santai ke rumah nya.
Ara memanggil bibi pembantu untuk menolong nya membawakan barang-barang nya, sebenarnya di dalam mobil nya masih banyak belanjaan nya yang belum Ara bawa karena dia kesusahan membawa nya.
"Nona, tuan Sean" bibi pembantu merasa was-was untuk memberi tahu berita buruk yang terjadi pada majikannya itu.
"Apa Sean sudah pulang? ahk dia pasti mencari ku kan" sahut Ara percaya diri.
Sudah terbayang wajah kesal Sean pada nya, haha Ara akan senang jika Sean marah bahkan saat ini Ara ingin menjauhi Sean yang tidak jujur padanya.
"Nona, bukan seperti itu, tuan muda sedang__" ucap bibi pembantu terhenti karena Ara mengeluarkan suara nya lagi.
"Aku akan menemui nya, tolong bawakan belanjaan ini dan separuhnya lagi ada di bagasi mobil ya" lanjut Ara lagi.
Setelah itu Ara pun pergi menaiki tangga, Ara ingin melihat wajah protes Sean dan dia sudah mengeluarkan banyak ide untuk membuat Sean memahami sendiri kesalahan nya.
__ADS_1
"Bagiamana cara memberitahu nona?" tanya bibi pembantu bertanya-tanya sendiri pada dirinya.
Di dalam kamar Ara baru mendudukkan bokong nya di ranjang, Ara tiba-tiba ingat akan ponsel nya yang sudah dia matikan berjam-jam.
Dan saat membuka ponselnya Ara melihat banyak notif pesan dan panggilan tidak terjawab dari Sean.
"Dia pasti sangat khawatir, huh.. harusnya aku tak melakukan nya tapi aku juga kesal karena dia pergi bertemu dengan wanita, dan sekarang dia bahkan memiliki asisten wanita.
Saat sedang teringat akan kekesalan nya pada Sean tiba-tiba Ara merasakan sakit di perutnya, hal itu membuat Ara memegangi perut nya.
"Sayang ada apa?" tanya Ara sambil mengusap perutnya penuh sayang.
Awww !
Pekik Ara semakin merasakan sakit yang bertubi-tubi di perutnya, Ara memejamkan mata nya mencoba untuk menahan sakitnya tapi tidak bisa Ara malah merasa sakit ini semakin menjadi-jadi.
Ara merebahkan tubuhnya karena sakit yang dia rasakan, dia terus meringis sambil berteriak memanggil siapa saja yang mau membantu nya.
Tapi lama Ara menuggu tidak ada siapapun yang mau menolong nya, Ara benar-benar sudah tidak kuat lagi membuat nya langsung mengusap perutnya.
"Sayang, tolong jangan buat Mommy cemas, Mommy Daddy menyayangi mu jangan seperti ini tol__" ucap Ara terhenti karena dia merasa sakit yang lebih dahsyat lagi.
Tidak kuat menahan rasa sakit nya Ara pun akhirnya pingsan dengan posisi tiduran di ranjang, kaki nya masih mengambang di pinggir ranjang.
Tepat 5 menit kemudian bibi pembantu datang, dia masuk ke dalam kamar majikan nya untuk mengantarkan barang-barang yang di beli Ara, tapi dia harus melihat penampakan di mana majikannya sedang pingsan.
__ADS_1
"Nona" panggil bibi pembantu.
Posisi Ara yang tidak nyaman membuat bibi pembantu yakin jika Ara pingsan, karena sebelum-sebelumnya nya Ara juga pernah pingsan hanya saja itu terjadi sudah dua bulan yang lalu.
Bibi pembantu yang ketakutan akhirnya memilih menelpon dokter, tapi belum juga dokter datang tiba-tiba Papi Nobles datang dan dia sangat kaget melihat Ara yang pingsan.
Tanpa banyak bicara Papi Nobles pun membawa Ara ke rumah sakit dengan mobilnya, belum selesai Sean yang mendapatkan musibah sekarang ia harus melihat putrinya yang tidak sadarkan diri.
"Sean" panggil Ara yang membuka matanya.
Saat ini dia masih di perjalanan ke rumah sakit.
"Ara, kamu sadar?" Papi Nobles terlihat senang melihat Ara bangun, setidaknya dia melihat Ara yang sudah bangun dari pingsan nya.
"Pap, mana Sean?" tanya Ara dengan suaranya yang melemah.
Papi Nobles seketika diam, dia tak mampu memberikan kabar buruk akan Sean yang mendapatkan musibah.
Ara memejamkan matanya, tiba-tiba rasa sakit kembali menyerangnya membuat Ara tidak bisa menahan nya lagi, dan Ara pun berteriak histeris.
"Papi sakit! hiks sakit" Isak Ara sedikit berteriak.
"Sayang, sabar sebentar lagi kita sampai di rumah sakit" kata Papi Nobles terlihat sangat cemas.
Tadinya dia ke rumah Sean dan Ara adalah karena Mami Jody terus merengek meminta untuk menjemput Ara, dan ternyata feeling seorang ibu benar-benar tidak bisa di spelekan, kecemasan di wajah Mami Jody benar-benar terbukti jika Ara sekarang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏