Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
LDR


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Empat bulan berlalu begitu cepat tapi terasa lama untuk Bryan, kehidupan Bryan tanpa Wilo benar-benar seperti sayur tanpa garam, tidak ada rasa bahagia, Bryan benar-benar merasa kesepian.


Bryan hanya memiliki waktu dua Minggu satu kali untuk bertemu dengan istrinya, dan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu itu.


"Oma menitipkan ini untuk Wilo" kata Oma memberikan makanan di dalam kotak makanan untuk Wilo.


Bryan menerima nya,


"Aku akan berangkat, bye Oma" setelah itu dia langsung pergi.


Dalam perjalanan Bryan juga membelikan makanan kesukaan Wilo, dia tidak sabar untuk bertemu Wilo.


Beberapa jam berlalu, pesawat yang di tumpangi Bryan sampai di bandara, Bryan di jemput oleh teman nya.


"Kau terlihat sangat menyedihkan, astaga" Veer tertawa melihat wajah sedih Bryan.


Tidak ada lagi wajah galak, yang sekarang terlihat hanyalah wajah orang putus asa.


"Diam kau, percepat laju nya" sahut Bryan dingin.


"Hy ayolah kita bisa main dulu, kau tau istriku sedang pergi bersama teman-teman nya, aku bebas untuk satu malam" kata Veer lagi.


Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Bryan yang tidak suka dengan apa yang di ucapkan teman nya itu.


"Astaga iya iya aku paham kau pria setia" Veer menyerah.

__ADS_1


Niat nya tadi adalah untuk mengajak Bryan bermain untuk bersenang-senang, setidaknya teman nya itu bisa melupakan kesedihannya itu.


Tapi Veer salah, dia tidak tau kalau sekarang Bryan yang dingin nan Arogant sudah berubah menjadi si pria setia yang bucin pada istri kecilnya.


Keduanya berpisah di Wisma, Veer kembali ke kantor nya sedangkan Bryan kini sedang berjalan ke kamar Wilo.


Tapi sebelum sampai di kamar istrinya Bryan sudah melihat Wilo yang sedang tertawa bersama teman-teman satu Wisma nya.


"Wah itu suamiku" Wilo yang melihat Bryan langsung meninggalkan teman-teman yang memiliki penyakit mental seperti dirinya.


Bryan melihat Wilo tersenyum, Wilo mengajak Bryan ke taman keduanya duduk di bangku taman.


"Apa kabar?" tanya Bryan sambil menatap wajah Wilo.


Kini tatapan Wilo tidak sekosong dulu lagi, tatapan nya kini memperlihatkan sinar keceriaan, Bryan senang karena dua bulan ini banyak perubahan pada diri Wilona.


"Aku baik, bagiamana dengan mu? apa baik?" tanya Wilo.


"Sudah makan?" lanjut nya bertanya.


Wilo menggeleng kepalanya, dia membalas jika di menunggu Bryan menjemput nya.


"Aku ingin pulang, aku rindu tempat tidur kita dan juga Oma" kata Wilo.


"Di sini aku senang banyak teman, ibu pengurus nya baik dan kami banyak menghabiskan waktu bersama, tapi aku tetap ingin pulang aku rindu rumah" lanjut Wilo.


Bryan tersenyum mendengar penuturan Wilo, dia juga ingin Wilo segera pulang dan sekarang Bryan akan menanyakan kondisi Wilo karena menurutnya Wilo sudah jauh lebih bisa mengontrol dirinya.


"Nanti pulang, sabar ya" Bryan memberikan suapan untuk Wilo.

__ADS_1


AM..


Wilo menerima suapan nya, dia mengunyah makanan nya dengan wajah senang.


"Enak, ini masakan bibi pembantu ya?" tanya Wilo sambil mengunyah makanan nya


"Iya, Oma meminta bibi pembantu untuk membuatkan makanan itu untuk mu" balas Bryan, kembali memberikan suapan nya lagi.


Setelah menghabiskan makanan Wilo langsung tiduran di pangkuan Bryan, dia bercerita akan keseharian nya seperti biasa, Bryan mendengarkan dengan senang.


"Salah satu teman ku ada yang hamil, kau tau dia hampir bunuh diri sayang" Wilo masih sibuk bercerita.


"Jangan bicarakan yang aneh-aneh, aku tak suka" Bryan mengusap lembut rambut Wilo.


"Aku ingin bercerita ihk, dengarkan dulu" Wilo menjeda ucapan nya, dia menatap Bryan yang tengah menatap nya.


"Menurut mu, aku bisa nggak ya jadi seorang ibu? aku juga mau hamil teman ku perut nya membesar dan aku sering merasakan tendangan bayi mungil itu, dia menendang seperti sedang bermain bola, astaga itu benar-benar menyenangkan." lanjut Wilo dengan wajah ceria nya di bercerita.


Dan Bryan bisa menangkap satu hal dari pertemuan nya hari ini, Wilo menginginkan menjadi seorang ibu, dia ingin mengandung.


"Kita sudah sering melakukan nya dulu kan? tapi kenapa sekarang kamu tidak pernah? apa karena aku sakit?" tanya Wilo kini membenarkan posisi nya menjadi duduk.


Bryan menggelengkan kepalanya, dia membawa Wilo kepelukannya dan mencium bibir istrinya singkat.


"Aku merindukan mu, ayo kita ke ibu pengurus aku akan membawa mu pulang, kita akan membuat cerita cinta kita yang baru" Bryan mengulurkan tangannya.


Wilo menatap suaminya, dia tersenyum dan menerima uluran tangan itu.


"Aku juga merindukan mu"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2