Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Operasi


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah sakit Sean masih belum sadarkan diri, dia masih terbaring tak berdaya setelah kepalanya di jahit sebanyak 10 jahitan.


Mami Jody, Mommy Wilo dan Daddy Bryan masih setia menunggu Sean yang masih di dalam ruangan VIP, mereka masih belum mendapatkan kabar jika Ara juga di rawat di rumah sakit yang sama.


"Nobles lama sekali, apa reaksi Ara kalau tau Sean di rawat" Mom Wilo terlihat sangat panik.


"Jangan memikirkan nya, Ara bukan wanita yang lebay dia pasti akan menahan diri untuk tidak syok" kata Mami Jody menyahut.


"Ya semoga saja, lagi pula Sean hanya mengalami geger otak ringan, tidak separah yang kita pikirkan" timpal Dad Bryan.


"Sayang geger otak itu bukan penyakit ringan!" sewot Mom Wilo.


"Iya benar Wil, suami mu terlalu menyepelekan seperti Nobles" Mami Jody tak kalah ikut sewot.


Dad Bryan mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, lalu dia memilih beranjak dari duduknya yang seketika menarik lirikan dari sang istri.


"Mau kemana?" tanya Mom Wilo.


Pertanyaan yang simpel tapi mengandung arti yang sangat mencekam dan menakutkan.


"Ke luar cari angin" sahut Dad Bryan santai.


"Cari angin atau cari yang bening dan langsing" sindir Mom Wilo.


"Cari yang bening" celetuk Dad Bryan kelepasan.


"Honey!!" kesal Mom Wilo.

__ADS_1


"Wil, jangan lebay Bryan sudah kakek-kakek kamu masih 43 tahun dan bisa mencari berondong tampan di luaran sana" timpal Mami Jody santai.


Dan kali ini berhasil membuat Dad Bryan melotot tajam pada besan nya itu, lain dengan Mom Wilo yang nampak tersenyum.


"Ya kamu benar Jody, aku bisa mencari berondong muda yang lebih tampan, tapi apa aku bisa mendapatkan yang sebesar milik Daddy nya Sean?" Mom Wilo malah bimbang.


Sampai tiba-tiba terdengar suara dering telpon, yang langsung mengalihkan perhatian semua orang.


"Siapa?" tanya Mom Wilo.


"Suami tercinta" sahut Mami Jody cepat.


"Angkat" titah Dad Bryan.


Mami Jody mengangguk, dia langsung mengangkat telpon nya tapi baru saja dia akan mengangkat telpon nya tiba-tiba pintu kamar sudah terbuka.


"Nobles" pekik mereka kompak.


Mami Jody yang melihat raut wajah suaminya bisa menangkap sesuatu hal yang buruk, seketika wajah nya menjadi pucat dan tubuhnya serasa lemah.


"Jody" pekik mereka kompak saat melihat Mami Jody hampir terjatuh jika tidak di tahan Dad Bryan.


"Ara kenapa?" tanya Mami Jody dengan nada lemah nya.


"Ara di ruangan UGD, tadi saat sampai di rumah aku melihat Ara yang pingsan" jelas Papi Nobles.


"Apa!" pekik Mom Wilo, Mami Jody dan Dad Bryan kompak.


Sean masih belum sadarkan diri, mereka membagi tugas dimana Dad Bryan di tugaskan menunggu Sean sampai siuman, sedangkan yang lain nya menunggu Ara di luar UGD.


Di luar UGD nampak calon kakek dan nenek yang terlihat cemas menunggu kabar dari dalam ruangan, doa-doa terus mereka ucapkan agar anak dan calon cucunya bisa terselamatkan.

__ADS_1


"Dokter"


"Bagaimana kondisi Ara?"


"Bagaimana kondisi anak saya?"


Dokter melihat ketiga manusia yang mengeluarkan pertanyaan berbeda itu.


"Kondisi pasien saat ini masih lemah, dan seminggu lagi pasien harus melakukan operasi cesar karena itu adalah jalan terbaik untuk kandungan nya yang sangat rentan" jelas Dokter.


"Apa! oprasi?" Mami Jody nampak syok.


"Apa tidak ada jalan lain? misal nunggu 9 bulan?" tanya Mom Wilo.


Dokter menggelengkan kepalanya, dia menjelaskan jika kandungan Ara saat ini sangat lemah dan dokter hanya bisa menyarankan operasi cesar.


Semuanya nampak di dalam kebimbangan, mereka tidak bisa menyepelekan kehidupan seseorang meski Dokter bukan lah Tuhan, tapi mereka bukan lah orang yang paham akan medis.


"Tunggu sampai Sean terbangun dok, suami nya yang berhak memutuskan nya"


🌹


Maaf beberapa hari ini author nggak up🥺


Kemarin-kemarin aku sibuk banget sama acara nikahan aku🤭



Mohon doa nya ya🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2