
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi ini Wilo yang biasanya bangun telat kini nampak terlihat sudah memakai seragam nya, Bryan yang baru membuka matanya tidur mencium harum parfum.
"Sayang" Bryan agak terkejut melihat Wilo yang sudah cantik.
Tapi dia juga senang karena Wilo tidak terpuruk, meski ketakutan masih ada karena emosi Wilo saat ini adalah hal pertama yang harus dia utamakan.
"Ini sudah jam 6 ayo mandi aku akan mengambilkan pakaian untuk mu, kak" kata Wilo tersenyum.
Mencoba biasa saja meski sebenarnya Wilo masih memikirkan apa yang terjadi kemarin siang, apalagi Vidio itu.
Ini lah yang menjadi alasan Wilo akan ke sekolah dia akan melabrak kedua teman nya termasuk Melisa yang menjadi dalang nya.
"Aku mau mandi bersama mu" Bryan bangkit dan memeluk Wilo.
Dia mencium harum di rambut Wilo, rasanya dia ingin cuty bekerja dan menghabiskan waktu bersama Wilo seharian.
Dia ingin lebih dalam mengenal istri nya, Bryan ingin menjadi pelindung gadis nakal yang menyimpan sejuta luka ini, dia ingin membahagiakan Wilona.
"Nggak ada, aku udah mandi udah cantik" balas Wilo agak sewot.
"Harum juga" Bryan mencium pipi Wilo.
"Kok kakak tumben bucin gini" Wilo menatap wajah mengantuk di depan nya.
"Nggak apa, bucin sama istri sendiri" balas Bryan menempelkan bibirnya di bibir Wilo.
Keduanya berciuman selama beberapa detik, sampai akhirnya Wilo melepaskan ciuman nya.
__ADS_1
"Sudah siang ayo mandi aku harus sekolah" kata Wilo.
Mau tak mau Bryan mandi, Wilo menyiapkan pakaian kerja untuk Bryan, dan setelah keduanya selesai berpakaian Wilo dan Bryan keluar dari kamar dengan bergandengan tangan.
Oma melihat itu, tapi untuk kali ini Oma tidak banyak bicara, meski dia ingin menanyakan apa yang terjadi di malam tadi, Oma ingin Bryan menyelesaikan masalah Wilo, dan Oma percaya Bryan bisa membuat Wilo bahagia.
"Pagi sayang, ini sudah jam tujuh Oma menyiapkan dua bekal untuk kalian" kata Oma.
"Makasih Oma, maaf tidak bisa sarapan bersama" Wilo menerima dua wadah makanan yang di berikan Jody.
Setelah itu Bryan dan Wilo berangkat dengan Nobles yang menyupir, meninggalkan Oma yang nampak terlihat masih cemas.
"Apa ada masalah nyonya?" tanya Jody aneh dengan wajah sang majikan.
"Hem, Wilo tadi malam pulang dengan penampilan berantakan, rok nya sobek dan dia histeris di malam hari" jelas Oma dengan helaan nafasnya yang kasar.
"Mungkin sesuatu telah terjadi nyonya" balas Jody.
Keduanya sibuk membicarakan apa yang terjadi dengan Wilo, Jody memberitahukan kabar bangkrut nya perusahaan Pak Santoso, dan ya Jody juga mengatakan jika semua itu adalah ulah Nobles suaminya yang di suruh oleh Bryan.
Sedangkan di dalam mobil Nobles menjadi penonton untuk melihat kebucinan Bryan pada Wilo.
"Kamu ikut ke kantor saja ya" kata Bryan masih tidak ikhlas melepaskan Wilo sekolah.
"No, aku ingin sekolah" balas Wilo mencoba melepaskan diri.
"Tapi aku takut kamu__" ucap Bryan terhenti.
Dia masih belum mengatakan pada Wilo akan sakit mental Wilo, seharusnya Bryan sudah membawa Wilo cek ke psikiater tapi dia juga harus memikirkan perasaan Wilo, pasti Wilo akan bertanya-tanya kenapa dia di bawa ke tempat itu.
"Aku gadis bar-bar, aku bisa jaga diri" balas Wilo sambil tersenyum.
__ADS_1
Dengan berat hati Bryan melepaskan Wilo pergi sekolah, dia melihat Wilo yang berjalan masuk ke sekolahan sampai akhirnya Bryan kehilangan Wilo yang sudah menjauh.
"Jalan" kata Bryan.
Mobil menjauh dari area sekolah, Wilo melihat itu karena sebenarnya dia dari tadi bersembunyi.
Beberapa mata nampak melihat ke arah Wilo, Wilo sudah bias di cap nakal dan juga di anggap sampah oleh teman-temannya, tapi entah kenapa untuk kali ini rasanya berbeda, Wilo tidak menerima di anggap gadis nakal karena dia sudah berubah.
Ada suami yang harus dia jaga nama baik nya, Wilo tidak bisa tinggal diam seperti ini.
"Mela! ikut aku" kata Wilo menarik tangan Mela keluar kelas.
Dewi melihat itu, dia mengikuti kemana Wilo membawa Mela, semalaman dia menangis karena mendapatkan tamparan dari Papa dan Mama nya, sekarang Dewi benar-benar tulus ingin meminta maaf pada Wilo.
"Lepasin nggak!" kesal Mela sambil menepis tangan Wilo.
"Kamu jahat Mel" Kata Wilo dengan wajah kecewa nya.
"Kenapa? kamu mau marah?" bukan nya minta maaf Mela malah nampak acuh.
"Waw! jadi gini Mel balasan kamu untuk persahabatan kita? kamu buat aku_" Wilo tidak melanjutkan ucapan nya, dia memandang Mela dengan wajah yang penuh kekecewaan nya.
"Dan membiarkan Melisa menyebarkan Vidio aku? gitu maksud kamu?" Mela menjawab dengan nada yang agak rendah.
"Vidio kamu yang mana? aku bahkan nggak tau apa yang kamu maksud"
Mela tiba-tiba terisak, dia duduk di teras dengan wajah yang berderai air mata.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏