Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Oma Mona.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Oma keluar dari kamar nya saat melihat gelas nya kosong, ia berjalan ke arah dapur dengan gelas di tangan nya.


"Heran ini rumah besar tapi kok sepi nya ngalahin kuburan" gumam Oma yang kini sudah sampai di dapur.


Oma menuangkan air ke dalam gelas nya, dan setelah itu ia meneguk setengah dari air dalam gelas nya.


"Emm nggak ada manis-manis nya yang ada malah hambar" gumam Oma sambil meminum air putih di gelas nya lagi.


Glek.. (Anggap aja bunyi air)


"Iya nggak ada manis-manis nya" lanjut Oma kekeh. (Korban iklan ๐Ÿคฃ)


Setelah puas minum Oma berniat mengecek ke atas, tapi baru saja dia akan naik tangga punggungnya sudah terasa sakit yang membuat Oma menghembuskan nafas nya panjang.


"Besok harus rengek minta lift nih, naik tangga susah" ucap Oma sambil mendekati sopa.


Tangan nya memegang pinggang nya yang terasa sakit itu, faktor usia membuat dia selalu mudah encok.


Mata nya melihat ke arah jam, Oma kembali menghela nafas nya panjang karena ini masih jam 9 malam, Wilo bersama Bryan sudah di dalam kamar.


Wilo dan Bryan memang jarang menonton tv, mereka lebih banyak di kamar dan hanya turun untuk makan malam.

__ADS_1


"Seharunya aku punya suami, setidaknya aku memiliki teman berbicara dalam kekosongan ini" gumam Oma yang teringat kembali dengan gebetan nya.


Bosan karena tidak ada siapapun yang mengajak nya ngobrol Oma pergi ke kamar nya lagi, tentu nya dengan membawa segelas air putih untuk nya.


Oma tidak suka merepotkan, dia cukup paham dengan kinerja seseorang, dan Oma tidak mau mengganggu bibi pembantu nya yang sedang istirahat.


Saat sampai di kamar Oma langsung duduk di pinggir ranjang, dia memainkan ponselnya dan nampak akan menelpon seseorang.


Drett..


"Halo"


"Nyonya besar ada apa?"


"Hem, Jody bawa baby A besok kemari, aku membutuhkan mu" kata Oma to the poin.


"Apa hanya itu nyonya? bukan kah setiap hari saya selalu bermain di sana?"


Eeee..


Oma cukup tau diri untuk hal ini, tapi dia rasa di usia nya yang tidak muda lagi ini siapa lagi yang akan menemani nya di masa tua kalau bukan pendamping.


Ya Oma punya Wilo dan Bryan, tapi tentu itu beda lagi karena tidak semua yang dia butuhkan dan inginkan bisa di penuhi oleh cucu nya.


"Nyonya anda masih di sana?" tanya Jody.

__ADS_1


Sampai terdengar suara baby A yang menangis kencang, dan terdengar suara Nobles juga.ll


"Maaf nyonya besar jika tidak ada yang di bicarakan lagi mungkin panggilan nya akan saya tutup, sekali lagi maaf nyonya baby A menangis" ucap Jody lagi.


Huhfh..


"Baiklah selamat malam Jody oh Jody, jangan lupa beri vitamin pada Nobles, kantuk mata nya jelek dia seperti panda tua" Oma menjawab dengan sedikit godaan.


"Baik nyonya"


Dan..


Tut !


Panggilan nya terputus sepihak oleh Jody, Oma menghela nafas nya panjang lalu mengusap layar ponselnya.


"Huh kau sangat tampan sehingga membuat aku gila pria tua, kepala mu huh kau kan beruban banyak tapi kenapa di cat jadi hitam, Astaga" Oma menggelengkan kepalanya.



Oma Mona๐Ÿค—


๐ŸŒน


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2