Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Kenapa?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kamu!" Wilo menjatuhkan bunga yang di pegang nya.


"Apa kabar Wil, Mama mencari mu.."


Sita mendekati Wilo, dia senang karena melihat Wilo dengan keadaan sehat.


Wilo mundur, dia masih tidak percaya jika setelah apa yang terjadi di kantor polisi kini dia kembali bertemu dengan Sita, Mama nya.


Ucapan Mama nya masih Wilo ingat, dimana Mama nya lebih memilih membela Melisa di bandingkan dengan anak nya sendiri.


"Mama mencari mu dari lama maafkan Mama" Sita terus berjalan mendekati Wilo.


"Kamu siapa?" Wilo mundur.


Sita sedikit kaget, tapi dia tetap mendekati Wilo sampai akhirnya dia bisa memegang tangan Wilo dan tangan nya terulur untuk meraba wajah cantik putri nya.


"Kamu tidak mengingat Mama? aku Mama mu sayang" Sita memeluk Wilo.


Wilo masih diam, jika Wilona yang dulu mungkin dia akan senang mendapatkan pelukan itu, mungkin Wilo akan bersorak gembira karena dia mendapatkan perhatian kecil.


Tapi.. itu hanya dulu dan tidak untuk sekarang, dia tidak bisa memperlihatkan ekspresi wajah apapun, Wilo tidak senang tapi juga tidak sedih dia hanya diam.


"Wilona.." panggil Sita lagi.

__ADS_1


Wilo mengerejapkan matanya, perlahan dia melepaskan pelukan nya lalu melihat sorot mata penuh penyesalan di wajah Mama nya.


"Kenapa?" tanya Wilo dengan bibir yang sedikit bergetar.


"Maafkan Mama Wil, Mama tau Mama bukan ibu yang baik dan bukan_" ucap Sita terhenti karena Wilo kembali mengeluarkan suara nya.


"Aku tanya kenapa baru sekarang!" suara Wilo meninggi.


Dan Bryan mendengar suara Wilo, dia langsung turun dari mobil nya dan menghampiri Wilo, Bryan kaget melihat Sita yang sedang berhadapan dengan istrinya.


"Sayang" Bryan memeluk Wilo.


Dia tidak mau di jauhkan dari istrinya lagi, Bryan takut mental Wilo kembali buruk, sungguh dia tidak akan pernah rela jika itu kembali terulang.


"Kita pulang ya" lanjut Bryan sambil mengusap pipi Wilo.


Sita melihat itu, dia juga sudah tau siapa dalang kehancuran karir suaminya, dia adalah Bryan yang membuat suaminya di pecat dan masuk penjara karena ketahuan mencuri.


"Jawab aku! kenapa baru sekarang kau mau menganggap anak nakal ini sebagai putri mu! kenapa tidak dari dulu, kenapa harus menunggu aku __" ucap Wilo terhenti karena tubuhnya bergetar dan Bryan langsung sigap menahan tubuh sang istri.


"Kita pulang, tidak ada penolakan" kata Bryan ingin memangku tubuh Wilo tapi Wilo menolak.


"No, aku mohon aku tidak apa" kata Wilo sambil melepaskan tangan Bryan dari pinggang nya.


Wilo mendekati Sita, dia melihat Sita yang menunduk dan tak lama datang dua anak kecil yang langsung memeluk Sita.


"Mama dia siapa?" tanya salah satu anak Sita.

__ADS_1


"Mama kenapa dia berteriak pada Mama" tanya yang satu nya lagi.


Wilo mencoba untuk tidak emosi, dia mengusap perut nya lalu melirik suaminya yang terlihat cemas di samping nya.


"Ayo sayang kita pulang" Wilo memegang tangan suaminya.


Keduanya berniat meninggalkan kedai bunga itu, tapi harus terhenti karena suara Sita.


"Aku pantas di benci oleh mu Wil, maafkan Mama.. seharusnya kita memang tidak bertemu lagi, aku ibu yang buruk untuk mu maafkan aku." ucap Sita jelas di bawah nya terlihat raut wajah penyesalan nya.


Dia menganggap Wilona adalah sebuah kesalahan nya di masa lalu, Wilo lahir karena hubungan cinta satu malam nya bersama Santoso, cinta memang pernah datang pada keluarga kecil nya di masa lalu, tapi itu tidak lama karena Santoso tau pekerjaan Sita yang seorang wanita malam.


Wilo di titipkan pada kakek Wirawan, papa nya Santoso, dan setelah itu mereka sibuk dengan kehidupan nya sendiri, tentunya tanpa ingin melihat ke belakang di mana ada buah hati mereka yang harus keduanya sayangi.


"Ya aku membenci semua orang yang membuat aku gila, aku membenci kalian yang tidak pernah mau menerima keberadaan ku, tapi.. itu dulu, sekarang aku sedang hamil, aku tidak ingin menjadi seorang pembenci lagi" Wilo menjeda ucapan nya.


"Kamu hamil?" tanya Sita.


Wilo mengangguk, lalu mengusap perut nya.


"Aku akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku, aku tidak akan pernah membuang anak ku seperti yang aku alami, tidak aku juga tidak akan mengenalkan nya pada nenek dan kakek nya, tidak akan." Wilo membalikan tubuh nya, dan menyambut uluran tangan suaminya.


Wilo dan Bryan masuk ke dalam mobil nya, meninggalkan Sita dengan anak-anak nya.


"Maafkan Mama, Mama memang bukan ibu yang baik, kamu pantas tidak mengenali Mama lagi, maafkan Mama" Sita terus mengulangi ucapan nya sambil memeluk kedua anak nya.


🌹

__ADS_1


Agak Sad di part ini, serba salah juga jadi Wilo kalau di sebut benci nanti kena hujat 😁 tapi kalau memaafkan juga nggak segampang itu kan? luka seorang anak yang di buang itu bukan hal spele kan?


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2