
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Waktu terasa begitu lambat, saat ini di ruangan bersalin terlihat Bryan yang sedang menemani Istrinya melahirkan.
Wilo harus menahan sakit yang sangat luar biasa saat melahirkan, Bryan menemani nya di samping nya dengan wajah yang terlihat cemas.
"Tarik nafas buang perlahan tarik nafas buang perlahan, coba dorong pelan nyonya" dokter memberikan arahan.
Wilo melakukan nya dengan air mata yang membasahi wajah nya, melihat perjuangan istrinya Bryan benar-benar terharu tangan nya memegang erat tangan sang istri.
"Kamu kuat, aku tau kamu bisa" bisik Bryan di telinga Wilo.
"Sakit.. hiks" Wilo tidak kuat.
Dokter kembali memberikan arahan lagi, kepala bayi nya sudah terlihat tapi karena tekanan di perut membuat bayi nya susah keluar.
Tubuh Wilo kembali bergetar, dalam ingatan nya dia kembali mengingat kehidupan nya di masa lalu yang di buang orang tuanya sendiri.
"Nggak, aku pasti bisa aku pasti bisa!" batin Wilo mencoba untuk tidak terus takut akan rasa trauma nya.
Aaaaa !
Jeritan Wilo terdengar, dan selang beberapa menit setelah itu terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang.
"Sayang" Bryan tidak bisa berkata-kata, dia mencium wajah istrinya.
Wilo terlihat lega, dia melihat bayi yang baru dia lahirkan sedang di bersihkan oleh perawat.
"Anak..ku" gumam Wilo pelan.
Tak lama setelah itu perawat menyimpan baby laki-laki di dada Wilona, tangan Wilo terulur untuk mengusap punggung putra nya.
Air mata jatuh di mata Wilo, dia terharu karena pada akhirnya dia bisa menjadi seorang ibu untuk putra nya.
"Anak ku" panggil Wilo pada bayi yang menangis di pelukan nya itu.
__ADS_1
Bryan tak kuasa menahan air mata nya lagi, dia membelai rambut Wilo dengan lembut, dan mengucapkan terimakasih berulang kali.
Saat ketiga nya masih dalam haru tiba-tiba dokter melihat Wilona yang sudah pingsan, hal itu membuat dokter panik dan langsung mengambil bayi laki-laki itu karena takut jatuh.
"Apa yang terjadi pada istri saya Dok?" tanya Bryan yang baru melihat mata terpejam istrinya.
"Istri anda pendarahan tuan" jelas Dokter.
Bryan tidak bisa berkata-kata lagi, dia harus keluar bersama bayi nya yang kini di pindahkan ke ruangan bayi, sedangkan Wilo istrinya masih di tangani oleh dokter.
Oma datang, dia melihat Bryan yang terduduk dengan wajah yang berderai air mata.
"Mana Wilo?" tanya Oma.
"Dia di dalam Oma, Wilo melahirkan bayi laki-laki" jelas Bryan.
"Syukurlah, aku punya cicit tampan" sahut Oma senang.
Tapi senyuman nya luntur setelah mendenda suara Bryan lagi.
"Wilo pendarahan Oma, Wilona__" Bryan tidak mampu melanjutkan ucapan nya lagi.
"Tenanglah Oma yakin Wilo pasti kuat, dia akan sehat dan menjaga putra nya bersamamu" kata Oma memberikan harapan.
Bryan tidak menjawab, dia tidak bisa berhenti menangis karena Wilo istri kecil kesayangan nya sat ini sedang kesakitan.
Tak lama kemudian dokter keluar, Wilona meminta Bryan menemani nya yang membuat Bryan kembali masuk dan melihat istrinya yang menjerit kesakitan.
Hati nya bagai tertusuk duri, Bryan merasakan kesakitan yang sangat menyedihkan di saat dia melihat Wilona yang berteriak mengatakan sakit.
"Sakit !!!"
"Sayang, aku di sini tenanglah"
"Aku tidak kuat, hiks ini sakit!"
"Putra kita menunggu Mommy nya, putra kita menunggu di peluk Mommy nya"
__ADS_1
Wilo merasakan tangan nya yang di suntik, karena tidak mau Wilo terus merasakan sakit Dokter terpaksa membius Wilo.
"Jangan tinggalkan aku, aku takut.. temani aku.." dan setelah itu Wilo pingsan.
Bryan tidak bisa membendung air mata yang dia tahan agar tidak membuat istrinya takut, kali ini dia menangis sambil memeluk istrinya.
Dokter meminta Bryan keluar saat Wilo pingsan, Bryan tidak mau dia ingin menemani istrinya seperti yang Wilo katakan.
"Jika terjadi apa-apa pada istriku kalian akan aku tuntut!" teriak Bryan.
"Tolong kerjasama nya tuan, kami pihak medis akan berusaha semampu kita, semuanya tergantung yang di atas" jelas dokter.
"Aku tidak mau tau, istriku harus kembali sehat!"
"Tuan__"
"Bryan keluar dulu, biarkan dokter melakukan tugasnya kau hanya membuang kesempatan istri mu sembuh!" kata Oma tiba-tiba masuk dan menarik Bryan keluar.
"Oma istriku.."
"Hem, Oma juga sedih tapi dokter lebih paham nak" Oma menepuk pelan pundak Bryan.
Dua puluh menit berlalu..
Ceklek..
Dokter keluar, Bryan dan Oma langsung bangkit dan berjalan mendekati dokter.
"Bagaimana kondisi istri saya Dok?"
"Nyonya Wilona koma tuan, kami sudah melakukan yang terbaik tapi ketakutan yang ada di dalam dirinya membuat tekanan darahnya naik, trauma nya membuat nyonya Wilona seolah menolak bangun"
Apa!
Jantung Bryan serasa berhenti saat itu juga, pun dengan Oma yang langsung pingsan beruntung di tahan oleh salah satu perawat yang kebetulan lewat.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏