
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Jeff bisakah kau membelikan aku cake?" tanya Jessy.
"Beli saja sendiri, aku sedang malas keluar" sahut Jeff.
"Ck, kamu memang pemalas" balas Jessy kesal.
"Ya dan kamu juga sama pemalas seperti ku" Kata Jeff tak mau kalah.
Jessy tidak menjawab lagi, dia menghentakkan kakinya kesal karena Jeff semakin menyebalkan untuk beberapa hari ini.
Semula Jessy memang senang dengan pernikahan nya yang hanya sementara ini, tapi lama kelamaan dia merasa tak nyaman Jeff tak seperti yang Jessy pikirkan.
"Dia bukan pilihan mu, Jess" gumam Jessy sambil menutup pintu Apartemen nya.
Jessy pergi keluar menggunakan motor nya, sepanjang perjalanan Jessy hanya fokus melihat jalanan kota yang sudah sepi.
Ini memang sudah jam 10 malam, salah satu alasan Jessy meminta Jeff membelikan nya cake karena hari sudah malam, selain itu Jessy juga merasa suntuk.
Hingga akhirnya sampai di gerai cake kesukaan nya, Jessy langsung memesan beberapa cup, dia memesan cake dengan beberapa parian rasa.
Entah kenapa Jessy merasa ingin makan cake, itu semua karena beberapa jam yang lalu Jessy menonton mukbang orang yang sedang makan cake.
"Terimakasih" Jessy memberikan uang nya.
Jessy melihat cake nya, dia mengambil satu cup dan setelah itu dia makan dengan lahap, entah kenapa Jessy merasa sangat lapar.
__ADS_1
"Astaga manis nya" Jessy memejamkan mata nya.
Sedangkan ditempat lain Jeff nampak asyik memainkan ponselnya, dua bulan sudah dia menjadi seorang suami untuk Jessy, pernikahan nya hanya tinggal 2 bulan lagi dan entah kenapa Jeff sudah merasa bosan untuk hal itu.
"Halo"
"Jeff, bisakah kau ke Penthouse ku?"
"Ada apa?"
"Ara ingin makan fizza bersama Jessy"
"Itu terdengar menyebalkan"
"Tidak karena ini adalah permintaan calon bayi ku"
Huh..
"What? apa kalian tidak tinggal bersama?"
Suara Sean mulai terdengar kepo, dan itu membuat Jeff sebal, dia tak suka kehidupan nya di campuri orang lain.
"Jessy sedang membeli cake, bye"
Tut !
Jeff mematikan panggilan nya sepihak, dia melihat pintu unit apartemen nya dan setelah itu melihat ke jam di tangan nya.
"Sudah setengah jam lebih, apa tempat penjual cake nya jauh?" gumam Jeff bertanya-tanya.
__ADS_1
Jeff menelpon Jessy, dan telepon nya sama sekali tidak di angkat membuat Jeff kesal karena tiga kali Jessy tidak mengangkat telpon nya.
"Kemana dia, apa dia sedang bermain dengan pria lain" seketika Jeff berpikiran aneh.
Di jalanan Jessy nampak menangis karena dia menjatuhkan semua cake nya, Jessy duduk di motor nya yang ada di pinggir jalan, dan mata nya tertuju pada cake nya yang sudah hancur berantakan.
"Cake ku yang malang" gumam Jessy sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.
Setelah selesai meratapi nasib cake nya Jessy memilih melajukan motornya kembali, hingga akhirnya motor nya sampai di besmen.
Jessy masuk dengan wajah di tekuk, dia sudah jauh-jauh membeli cake tapi saat sudah mendapatkan cake nya malah jatuh.
Ceklek !
"Dari mana saja kamu!" sentak Jeff.
"Membeli cake" sahut Jessy santai.
Jeff melihat wajah Jessy yang di tekuk, lalu menarik tangan Jessy agar mengikuti nya.
"Mau kemana?" tanya Jessy malas kemana-mana.
"Ara meminta kita ke Penthouse nya, Ara ingin makan pizza bersama mu" balas Jeff.
"Oke" Jessy akhirnya semangat kembali.
Rasa kesal dan mood nya kembali bagus, Jessy senang bertemu dengan Ara, dia juga ingin melihat perut Ara yang sekarang pasti sudah terlihat karena Ara hamil kembar.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏